Azan Jum’at Sekarang Beda Azan Usman Ra?
banner 325x300

Azan Jum’at Sekarang Beda Azan Usman Ra?

  • Bagikan

Kutinggalkan buat kamu hanya dua, yaitu Al-Quran dan Sunnah ku (Hadis syahih), bila kamu ikut itu, kamu akan selamat (Al Hadis)

 

Dengan menggunakan HP dapat diketahui sekarang di Medsos ramai dibicarakan (dibahas) apakah azan shalat Jum’at yang sekarang sama (meniru) azan shalat Jum’at di masa Khalifah Usman bin Affan Ra. Di satu pihak mengatakan benar meniru azan shalat Jum’at di masa Usman Ra dan di satu pihak membantah.

Mungkin ada yang mengatakan, apalah gunanya itu dipersoalkan, masing masing sajalah!

Jawabnya: Andaikata itu tidak benar meniru azan Jum’at Ustman Ra, maka berarti tidak meniru Nabi SAW dan akan terjebak  bid’ah (sesat). Maka Anda setiap shalat Jum’at terjebak dalam kesesatan (neraka), 4 Jum’at setiap bulan, 48 Jum’at setiap tahun, umur 70 tahun = 70 x 48 = 3360 Jumlah sesat yang Anda bawa ke liang lahat. Untuk itu perlu kita bahas.

Pembahasan

Azan shalat Jum’at di masa Khalifah Ustman bin Affan Ra dilakukan setelah masuk waktu shalat Jum’at (misalnya pukul 12), maka Usman Ra (khattib) naik ke mimbar, mengucapkan salam, lalu duduk. Kemudian muazzin mengumandangkan azan, selesai azan lalu Ustman Ra menyampaikan khutbah pertama. Kemudian Beliau duduk, kemudian berdiri menyambung khutbah kedua, dan setelah selesai lalu salam.

Hal ini sesuai seperti yang dicontohkan (yang dikerjakan) Nabi SAW. Tetapi sehubungan dengan telah meluasnya kota Madinah, maka penduduknya ada yang telah jauh dari masjid Nabawi. Maka Khalifah Usman Ra membuat kebijakan agar jamaah Masjid Nabawi nanti setelah masuk waktu shalat Jumat (pukul 12), sudah berada di Masjid Nabawi.

Bila shalat Jum’at waktunya mulai pukul 12 maka Usman Ra menyuruh muazzin melakukan azan pertama pukul 11 di pekan Madinah (bukan di masjid) tetapi di atas menara Zaura—untuk mengingatkan penduduk segera menutup tokonya, dagangnya atau pertaniannya untuk segera berangkat ke masjid Nabawi. Karena memerlukan waktu menempuh nya,untuk mencapai masjid Nabawi.

Jadi azan pertama (pukul 11) dikumandangkan, penduduk belum berada di Masjid Nabawi. Kemudian setelah masuk waktu shalat Jum’at (semisal pukul 12) maka Usman Ra (khattib) naik ke mimbar, mengucapkan salam, lalu muazzin mengumandangkan azan kedua di Masjid Nabawi.

Selesai azan, lalu Usman Ra segera melakukan khutbah pertama dan ke dua dan diakhirinya dengan salam. Setelah ikamah (iqamat), maka Usman Ra melanjutkan Beliau sebagai imam shalat Jum’at dua rakaat, diakhiri dengan salam. Jadi Khalifah Usman bin Affan Ra sama sekali tidak ada mengubah kaifiyat (tata cara, contoh, protokoler) shalat Jum’at yang diajarkan Nabi SAW, setelah masuk waktu shalat Jum’at.

Menjadi pertanyaan: Apakah azan pertama yang anda buat sekarang, dilakukan di luar masjid (misalnya azannya di pasar Medan Mall, untuk jamaah yang  akan shalat di Masjid Agung)? Jadi peniruan Anda tidak benar, karena azan pertama, Anda lakukan di Masjid Agung dan sudah masuk waktu shalat Jumat (pukul 12)?

Kesalahan kedua, peniruan yang tidak benar, dimana Anda buat azan pertama sesudah masuk waktu shalat Jum’at (pukul 12) dan di masjid (seharusnya yang dibuat Usman Ra azan pertama dikumandangkan sebelum masuk waktu shalat Jum’at dan tidak di masjid. Misalnya pukul 11 di menara zaura). Jadi peniruannya tidak benar.

Kemudian kesalahan ke tiga dimana Anda buat shalat sunat dua rakaat setelah selesai azan pertama. Di masa Usman Ra sesudah azan pertama, tidak ada shalat sunat dua rakaat karena jamaah masih berada di rumah masing-masing atau di tengah jalan. Jadi peniruannya juga tidak benar.

Kemudian Anda buat setelah selesai shalat sunat dua rakaat, barulah khattib naik ke mimbar mengucapkan salam, lalu dikumandangkan azan ke dua. Azan apa ini? Shalat sunat dua rakaat memang ada, tapi dilakukan sebelum azan masuk waktu shalat Jumat (pukul 12), namanya shalat mutlak.

Anda katakan cara-cara yang Anda sebutkan shalat Jum’at sekarang meniru, mencontoh kaifiyat (tata cara, protokoler, petunjuk) Khalifah Usman bin Affan Ra. Apakah tidak merupakan suatu pembohongan pada umat? Kasihan umat, bila itu terjebak bid’ah (sesat).

Kemudian dipertanyakan azan pertama itu fungsinya apa. Apakah tanda sudah masuk waktu shalat Jum’at? Kalau itu tanda sudah masuk waktu shalat Jum’at, maka azan kedua itu fungsinya apa? Lagi lagi suatu pembohongan umat? Kasihan umat dibohongi dan dibodohi?

Padahal Nabi SAW telah berpesan: “Kutinggalkan buat kamu hanya dua, yaitu Al-Quran dan Sunnah ku (Hadis syahih), bila kamu ikut itu, kamu akan selamat”. Pertanyaan: Khalifah Usman bin Affan Ra membuat azan dua kali, punya alasan yang rasional. Azan shalat Jum’at yang Anda buat dua kali, tidak mempunyai alasan yang rasional (azan pertama jamaahnya sudah di masjid) dan sudah masuk waktu shalat Jum’at. Inilah barangkali akibat dari sifat taklik (buta), sehingga hilang daya rasional dan daya kritiknya?.

Imam Ahmad RA menyatakan : Taklik itu hukumnya haram. Kemudian Imam Syafi’i Ra menyatakan, “Apapun yang terjadi apakah satu azan atau dua azan shalat Jum’at maka saya memilih azan yang terjadi seperti di masa Rasulullah SAW”.

Kesimpulan

Azan pertama Khalifah Usman Ra dikumandangkan sebelum masuk waktu shalat Jum’at dan dilakukan tidak di Masjid (Nabawi). Tetapi di pekan Madinah di atas menara (Zaura). Sedangkan Anda melakukan azan pertama sesudah masuk waktu shalat Jum’at dan di masjid.

Azan pertama berfungsi mengingatkan penduduk supaya datang ke masjid. Anda lakukan azan pertama sesudah masuk waktu shalat Jum’at dan di masjid, diikuti dengan shalat sunat dua rakaat, lalu khattib naik ke mimbar. Di masa Usman Ra selesai azan pertama, penduduk (jamaah) masih berada di jalan menuju masjid. Bedakan!

Apa fungsi azan pertama yang Anda lakukan? Sedangkan Usman Ra untuk mengingatkan umat, ini hari Jum’at. Sedangkan yang anda lakukan untuk memberi kesempatan shalat sunat dua rakaat. Anda katakan shalat Jum’at sekarang di antara masjid di Indonesia yang azannya dua kali meniru Usman RA. Apa ini tidak merupakan pembohongan pada umat dan fitnah pada Usman Ra?!    WASPADA

Dokter Spesialis

  • Bagikan