Waspada
Waspada » Amanah Manusia
Al-bayan Headlines

Amanah Manusia

Oleh Tgk. Helmi Abu Bakar El-Langkawi

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya (QS. Al-Mu’minun: 8)

Allah SWT telah menawari amanah kepada langit, bumi dan gunung. Namun ketiganya menolak, merasa tidak sanggup. Manusia menjadi pemimpin atas seluruh penghuni semesta yang ada dengan kelebihan akal serta pikiran.

Peristiwa manusia menyanggupi amanah ini dijelaskan Allah SWT dalam Alquran surat Al-Ahzab. Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. Sehingga Allah mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang (QS. Al-Ahzab: 72-73)

Imam Al-Aufi dari Ibnu Abbas RA berkata, “Yang dimaksud dengan al-amanah adalah, ketaatan yang ditawarkan kepada mereka sebelum ditawarkan kepada Adam AS, tetapi mereka tidak menyanggupinya. Lalu Allah berfirman kepada Adam AS: Sesungguhnya Aku memberikan amanah kepada langit dan bumi serta gunung-gunung, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya. Apakah engkau sanggup untuk menerimanya?’ Adam menjawab, ‘Ya Rabbku, apa isinya?’ Maka Allah berfirman, ‘Jika engkau berbuat baik maka engkau akan diberi balasan, dan jika engkau berbuat buruk maka engkau akan diberi siksa’. Lalu Adam menerimanya dan menanggungnya. Itulah maksud firman Allah, ‘Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh’.”

Kedua, Imam Malik meriwayatkan bahwa Zaid bin Aslam berkata, “Amanah itu ada tiga: shalat, zakat, dan mandi junub.”

Ketiga, Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas RA berkata, ‘Amanah adalah kewajiban-kewajiban yang diberikan oleh Allah kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Jika mereka menunaikannya, Allah akan membalas mereka. Dan jika mereka menyia-nyiakannya, maka Allah akan menyiksa mereka. Mereka enggan menerimanya dan menolaknya bukan karena maksiat, tetapi karena ta’zhim (menghormati) agama Allah kalau-kalau mereka tidak mampu menunaikannya.”

Kemudian Allah SWT menyerahkannya kepada Adam, maka Adam menerimanya dengan segala konsekuensinya. Itulah maksud dari firman Allah: Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh, yaitu pelanggar perintah Allah.

Keempat, Imam Al-Qurthubi berkata: amanah meliputi semua tugas agama menurut pendapat yang paling kuat. Sebagaimana ia berkata dalam firman-Nya: Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya (QS. Al-Mu’minun: 8).

Amanah dan janji menggabungkan semua yang dipikul manusia berupa perkara agama dan dunia, ucapan dan perbuatan. Hal ini meliputi pergaulan dengan manusia, janji-janji, dan selain yang demikian itu. Dan kesudahan yang demikian itu adalah menjaga dan melaksanakannya.

Dalam kehidupan ini Allah menyuruh kepada hamba-Nya untuk saling membantu dalam hal-hal yang baik. Firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 2: Tolong menolonglah dalam kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam dosa dan permusuhan… (QS. Al-Maidah: 2).

Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (QS. Al-Hujurat: 10).  Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (QS. Ali Imran: 103).

Jadi apapun yang telah diamanahkan oleh Allah maupun sesamanya, harus dilaksanakan dengan baik. Baik itu berupa barang, menjaga keluarga, memberi pendidikan kepada anak, maupun menasihati sesamanya, harus dilakukan dengan semestinya. Sehingga hikmah maupun fungsi amanah dalam kehidupan umat manusia dapat berguna bagi setiap kaum Muslimin. Wallahu Muwaffiq Ila”aqwamith Thariq.   WASPADA

(Guru Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga dan Dosen IAIA Samalanga serta Ketua Ansor Pidie Jaya)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2