Al Qur’an Sebagai Terapi Hati Dan Fisik

Al Qur’an Sebagai Terapi Hati Dan Fisik

  • Bagikan

“Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS.Yunus : 57)

 

Al-Quran merupakan penyembuh yang sempurna di antara seluruh obat hati dan juga obat fisik, sekaligus sebagai obat bagi seluruh penyakit Dunia dan Akhirat. Tidak setiap orang mampu dan mempunyai kemampuan untuk melakukan penyembuhan dengan Al-Quran.

Jika pengobatan dan penyembuhan itu dilakukan secara baik terhadap penyakit, dengan didasari kepercayaan dan keimanan, penerimaan yang penuh, keyakinan yang pasti, terpenuhi syarat-syaratnya, maka tidak ada satu penyakit pun yang mampu melawan Al-Quran untuk selamanya.

Bagaimana mungkin penyakit-penyakit itu akan menentang dan melawan firman-firman Rabb bumi dan langit yang jika (firman-firman itu) turun ke gunung, maka ia akan memporak-porandakan gunung-gunung tersebut, atau jika turun ke bumi, niscaya ia akan membelahnya.

Kalau Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir” (QS. Al-Hasyar: 21).

Ibnul Qayyim Rahimahullah mengemukakan: “Barangsiapa yang tidak dapat disembuhkan oleh al-Quran, berarti Allah tidak memberikan kesembuhan kepadanya. Dan barangsiapa yang tidak dicukupkan oleh al-Quran, maka Allah tidak memberikan kecukupan kepadanya.”

Setiap ayat al-Quran memiliki kekuatan penyembuh yang luar biasa (atas izin Allah) untuk penyakit-penyakit tertentu. Di antara surat yang biasanya dilantunkan untuk me-ruqyah adalah al-Fatihah, ayat Kursi (ayat ke-255 di surat al-Baqarah), dua ayat terakhir surat al-Baqarah (285-286), dan tiga surat terakhir dalam al-Quran (al-Ikhlas, al-Falaq, an-Naas)—sebagaimana yang diberitahukan oleh Rasulullah SAW.

Pada dasarnya semua ayat al-Quran dapat menjadi terapi penyembuhan dan pencegahan dari berbagai penyakit, Insya Allah. Rasulullah SAW setiap hari membiasakan diri membaca ayat-ayat dan doa serta zikir lainnya-selain mengkonsumsi makanan dan minuman alami yang sehat dengan adab-adab makan yang sehat-untuk perlindungan dari berbagai penyakit, baik fisik maupun psikis.

Beliau berdoa kepada Allah untuk melindunginya dari gangguan Setan, termasuk dari berbagai penyakit. Pengobatan dengan ayat-ayat al-Quran dan Sunnah Nabi SAW terbukti secara medis dapat menyembuhkan dari berbagai penyakit, apakah itu penyakit psikologis ataupun penyakit fisik (rohani ataupun jasmani).

Ibnul Qayyim Rahimahullah pernah berkata: “Pada suatu ketika aku pernah jatuh sakit, tetapi aku tidak menemukan seorang dokter atau obat penyembuh. Lalu aku berusaha mengobati dan menyembuhkan diriku dengan surat al-Faatihah, maka aku melihat pengaruh yang sangat menakjubkan. Aku ambil segelas air zamzam dan membacakan padanya surat al-Faatihah berkali-kali, lalu aku meminumnya hingga aku mendapatkan kesembuhan total. Selanjutnya aku bersandar dengan cara tersebut dalam mengobati berbagai penyakit dan aku merasakan manfaat yang sangat besar. Kemudian aku beritahukan kepada orang banyak yang mengeluhkan suatu penyakit dan banyak dari mereka yang sembuh dengan cepat.”,

Melalui terapi Qurani kita akan memperoleh segalanya, termasuk beberapa hal sebagai berikut: Atas izin Allah penyakit sangat mungkin sembuh karena bagi Allah tak ada yang mustahil. Atas izin Allah akan diberi jalan oleh Allah menemukan pengobatan lainnya yang menyebabkan sembuh.

Atas izin Allah doa akan diganti dengan kebaikan lainnya yang tidak kita ketahui. Atas izin Allah doa membawa berkah bagi kehidupan keluarga, dan memperoleh pahala yang besar yang akan dinikmati di Akhirat nanti.

Orang beriman meyakini bahwa al-Quran berfungsi sebagai hudan (petunjuk), syifa (obat), dan rahmat. Bila al-Quran diterapkan dengan benar pasti akan mendapatkan hasil yang membahagiakan untuk dunia dan akhirat. Disamping memperoleh kesembuhan dan rizki tak terduga, terapi Qurani juga memberikan manfaat lain yaitu:

Pertama, ketentraman. Hati yang semula gelisah, resah, khawatir, takut, cemas, marah, kecewa dan sebagainya akan berubah menjadi tenteram. Ketentraman ini diperoleh sebagai buah dari keyakinan dan prasangka baik kepada Allah.

Keyakinan membuat hati kita selalu sadar akan makna hidup yang penuh nilai dan kebajikan di hadapan Allah, kemudian menjadikan kita lebih tenang dan bersemangat berbuat kebajikan. Keyakinan membuat hati kita tidak pernah lalai dari mengingat Kasih Sayang Allah, dan selalu mensyukurinya.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. ar-Ra’du: 28). Keyakinan menumbuhkan rasa optimis karena bergantung penuh kepada Allah.

Kedua, kesehatan. Allah Yang Mahapenyembuh, Allah Yang Mahabaik, Allah Yang Mahapengasih, Mahapenyayang, tidak akan membiarkan hamba-Nya menderita. Dia-lah yang Mahapenolong.

Keyakinan ini harus tetap melekat di dalam diri orang beriman. Allah sangat memahami yang terbaik untuk hamba-Nya. Hakikat kesembuhan hanyalah milik Allah. Dengan bertawakkal dan keyakinan penuh, insya Allah segalanya menjadi mudah. Karena keyakinan ini maka hidup kita akan semakin sehat dan kuat.

Ketiga, keselamatan. Allah SWT tidak akan membiarkan hamba-Nya yang beriman hidup menderita di dunia dan akhirat. Bagi orang beriman di dunia adalah sarana berbuat baik. Allah akan terus menguji orang beriman dalam rangka meningkatkan kualitas imannya.

Dengan ujian ini Allah akan memberikan pelajaran, ilmu dan hikmah sehingga derajatnya di sisi Allah dan di hadapan manusia semakin tinggi. Allah akan menjamin keselamatannya di dunia dan Akhirat.

Allah SWT berfirman: ”Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman” (QS. Yunus : 103).

Keempat, keberkahan. Orang beriman selalu dalam perlindungan Allah dan memberikan kehidupan yang penuh berkah sebagaimana dialami para nabi dan para shalihin. Kasih sayang Allah kepada orang beriman bukan hanya jaminan Surga di Akhirat tetapi di dunia inipun akan dibukakan pintu keberkahan dari Langit dan Bumi.

Allah SWT berfirman: ”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS. al-A’raaf : 96).

Berbagai penyakit yang diderita seseorang itu sebenarnya merupakan ujian dan cobaan dari Allah, agar mereka bertaubat dan kembali pada Allah, sebagaimana diingatkan Allah SWT. “Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka Barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya Dia mengambil jalan kepada Tuhannya” (QS. al-Insaan : 29).

Menyembuhkan berbagai penyakit itu bagi Allah bukanlah perkara sulit, di samping usaha berobat secara medis ataupun obat-obatan herbal mintalah pertolongan pada Allah dengan mengerjakan shalat malam atau tahajud, bacalah ayat-ayat Alquran.

Tanpa izin dan kehendak Allah seseorang tidak mungkin sembuh dari berbagai penyakit yang dideritanya, walaupun dia mendatangi berbagai rumah sakit termahal di dunia ini, dan menghabiskan biaya puluhan milyar sekalipun. Dia yang menjadikan penyakit dan Dia pula yang menyembuhkannya, “Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.”(QS. asy-Syu’araa: 80).    WASPADA

Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara

  • Bagikan