Keindahan Alam

  • Bagikan

Oleh Tantomi Simamora

Sesungguhnya dalam penciptaan Langit dan Bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan Langit dan Bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka” (QS. Ali ‘Imran/3: 190-191)

Adanya alam menunjukkan adanya yang menciptakan, yaitu Allah SWT. Tentu Allah menciptakan alam ini tidaklah sia-sia. Sebab alam dan isinya diperuntukkan kepada manusia yang benar-benar berpikir.

Allah SWT Yang Mahasempurna sudah jelas akan menciptakan keindahan yang sempurna. Kita sudah saksikan betapa indahnya alam ciptaan Allah SWT. Beragam pohon dan bunga yang indah, hembusan angin di pegunungan, gemercik air terjun, dan pesona pantai serta pandangan lepas ketika melihat laut yang luas adalah bagian kecil dari keindahan alam ciptaan Allah SWT.

Beragam pohon dan bunga yang indah, hembusan angin di pegunungan, gemercik air terjun, dan pesona pantai serta pandangan lepas ketika melihat laut yang luas adalah bagian kecil dari keindahan alam ciptaan Allah SWT.

Semua itu merupakan keindahan yang seharusnya bisa menggugah hati kita untuk mengabdi kepada Allah SWT. Keindahan alam ini juga akan bisa lebih indah ketika kita menjaga dan memanfa’atkanya dengan baik, tapi sebaliknya juga bisa berubah buruk ketika kita tidak memanfa’atkan alam ini di jalan Allah SWT.

Adalah benar bahwa Islam dikenal sebagai perangkum seluruh kepentingan alam atau yang disebut dengan rahmatan lil’alamin yang artinya adalah rahmat bagi seluruh alam. Jadi, Islam datang ke muka bumi ini membawa banyak rahmat yang diperuntukkan untuk semua umat dan makhluk. Hal ini sejatinya sudah cukup sebagai renungan bagi kita semua untuk selalu mengingat atau berzikir kepada Allah SWT.

Sebagai umat Islam yang mengaku beriman, tentu tidak akan pernah menyia-nyiakan alam alam ini. Ia akan menjadikan alam sebagai ladang untuk beribadah karena ia sadar bahwa manusia diciptakan hanya untuk mengabdikan diri mutlaq hanya kepada Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS Adz-Dzariyat: 56). Jadi sebagai hamba yang sudah wajib mengabdikan diri kepada Allah SWT, sejatinya kita menjadikan seluruh ciptaannya sebagai bahan renungan sekaligus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sekali lagi, tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia. Semua indah ketika kita mampu untuk mengolah alam ini dengan baik. Bahkan ketika kita punya ilmu, hamparan bumi ini bisa memberi manfa’at untuk kehidupan masyarakat banyak.

Bukankah teknologi dan industri yang berkembang saat ini berasal dari alam? Bukankah tumbuh-tumbuhan dari alam, yang digunakan para ilmuan dulu sebagai obat-obatan? tenaga air, gas, minyak, batu bara dan lain sebagainya. Semuanya berasal dari alam.

Keindahan alam ini sesungguhnya tidak mungkin lagi diragukan. Tinggal seberapa banyak ilmu kita untuk mewujudkan keindahan itu bersama alam. Barang kali masih banyak lagi manfa’at dari alam ini yang belum diketahui manfa’atnya.

Atau kita sendiri yang tidak mau tahu dengan keindahan alam ini dengan nyata. Padahal sudah jelas-jelas disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang memikirkan malam dan siang adalah tanda-tanda dari orang yang berakal.

Kemudian keindahan alam yang sudah diciptakan Allah SWT bukan hanya sekedar untuk tempat berselfie dan tempat pamer kepada orang lain. Namun, yang paling penting adalah keindahan alam ini seharusnya dijadikan sebagai pembelajaran berharga untuk lebih cinta kepada keindahan, karena Allah SWT sangat menyukai keindahan.

Memang harus kita akui bahwa keberadaan akal sangat menentukan keindahan alam. Sebab karena akal, manusia memiliki hasrat ingin tahu sehingga memiliki ilmu untuk mengolah alam ini dengan baik.

Perkembangan sains dan teknologi saat ini termasuk salah satu wujud dari akal manusia sehingga ada banyak manfa’at yang kita saksikan saat ini. Hal ini menunjukkan pentingnya peran akal untuk menilik keindahan alam ini.

Intinya alam tidak akan pernah indah ketika kita tidak menggunakan akal dengan baik. Perlu juga kita pahami bahwa keindahan alam saat ini juga sangat menentukan untuk kehidupan alam berikutnya. Sebab alam yang ada sekarang ini tidaklah kekal hanya bersifat sementara. Akan ada lagi yang disebut dengan alam Barzakh dan alam Akhirat.

Jika kita menggunakan alam ini dengan baik sesuai dengan tuntunan Allah SWT, maka akan selanjutnya akan lebih indah, tetapi jika kita menggunakan alam ini dengan buruk, maka alam berikutnya akan lebih buruk. Tentu kita tidak menginginkan hal yang buruk itu. Maka mari kita sama-sama berdo’a semoga kita termasuk orang yang menikmati keindahan alam sekarang dan yang akan datang.(Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid PDM Kab. Tapanuli Selatan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *