SERGAI (Waspada): Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai terus memperkuat kemandirian desa melalui berbagai inisiatif strategis, termasuk peningkatan efektivitas pengelolaan keuangan desa dengan penerapan Cash Management System (CMS), peningkatan alokasi dana desa, pengukuhan masa jabatan kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pengembangan ekonomi desa melalui BUMDes. Dengan langkah-langkah ini, Bupati Darma Wijaya menegaskan komitmen untuk mewujudkan visi Serdang Bedagai “Maju Terus” yang berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Salah satu fokus utama yang ditekankan Bupati adalah pencapaian kemandirian desa, yang dipandang sebagai landasan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Langkah awal yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa adalah meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan desa. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penerapan aplikasi Cash Management System (CMS) pada 237 desa di Kabupaten Serdang Bedagai sejak Januari 2023.
CMS adalah sebuah aplikasi yang dirancang untuk memudahkan pengelolaan arus kas dalam suatu organisasi, termasuk pemerintah desa. Dengan CMS, semua aliran dana, baik masuk maupun keluar, dapat dicatat secara real-time dan mudah ditelusuri. Penerapan CMS di desa-desa di Kabupaten Serdang Bedagai bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dana desa, mengingat bahwa pengelolaan dana yang transparan adalah salah satu pilar penting dalam mencegah korupsi. Bupati Darma Wijaya menegaskan bahwa penerapan CMS ini merupakan langkah penting untuk memastikan transparansi dalam pengelolaan keuangan desa.
Selain pengelolaan keuangan yang lebih efektif, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai juga mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah dana desa yang dikelola. Pada tahun 2023, total Dana Desa (DD) mencapai Rp 201,5 miliar, dan meningkat menjadi Rp 204,1 miliar pada tahun 2024. Sementara itu, Alokasi Dana Desa (ADD) juga mengalami peningkatan dari Rp 80,1 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp 89,7 miliar pada tahun 2024.
Dana Desa adalah dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk desa-desa di seluruh Indonesia, dengan tujuan utama untuk mempercepat pembangunan di desa. Sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berasal dari bagian dana perimbangan yang diterima oleh kabupaten/kota, yang dialokasikan untuk setiap desa secara proporsional.
Dengan peningkatan alokasi anggaran ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa di Kabupaten Serdang Bedagai.
Selaras dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai telah melaksanakan pengukuhan masa jabatan kepala desa menjadi 8 tahun. Selain itu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga dikukuhkan secara serentak pada tanggal 26 hingga 27 Juni 2024.
BPD adalah lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. BPD berfungsi sebagai mitra kerja kepala desa dalam merencanakan, mengawasi, dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan desa. Dengan masa jabatan yang lebih panjang, diharapkan kepala desa dan anggota BPD dapat memberikan stabilitas dalam kepemimpinan serta keberlanjutan dalam pembangunan di tingkat desa.
Sebanyak 208 kepala desa dan 1.298 anggota BPD yang telah dikukuhkan diharapkan mampu melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan komitmen terhadap kemajuan desa.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa Melalui BUMDes dan BUMDes Bersama
Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai juga berkomitmen untuk mendorong peningkatan kemandirian ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes Bersama). Saat ini, terdapat 129 BUMDes dan BUMDes Bersama di Kabupaten Serdang Bedagai. Di mana dari jumlah tersebut sekitar 50% di antaranya telah mendapatkan registrasi badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM, sementara sisanya sedang dalam proses verifikasi.
BUMDes adalah lembaga ekonomi desa yang didirikan berdasarkan kebutuhan dan potensi desa, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengelolaan aset, jasa, dan usaha lainnya. Sementara BUMDes Bersama adalah bentuk kerjasama antar-desa untuk mengelola usaha secara kolektif, yang memberikan skala ekonomi yang lebih besar dibandingkan BUMDes individu.
Dalam upaya lebih lanjut untuk mendorong kemandirian desa, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai telah mengambil langkah strategis dengan menetapkan empat kawasan perdesaan sebagai fokus pengembangan. Kawasan-kawasan ini dipilih berdasarkan potensi unik yang dimiliki oleh masing-masing wilayah, yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Kawasan perdesaan agropolitan di Kecamatan Pantai Cermin, misalnya, diidentifikasi sebagai area yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan agribisnis. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat produksi pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu memasok pasar yang lebih luas.
Sementara itu, kawasan perdesaan wisata air di Kecamatan Sipispis memiliki daya tarik alam yang luar biasa, yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Pemerintah daerah berencana untuk mengembangkan fasilitas pariwisata yang ramah lingkungan, termasuk jalur ekowisata, akomodasi berbasis masyarakat, serta promosi budaya lokal. Pemberdayaan masyarakat setempat dalam pengelolaan objek wisata ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan desa dan menciptakan lapangan kerja baru.
Kawasan perdesaan peternakan yang mencakup Kecamatan Dolok Merawan, Pegajahan, Serba Jadi, Bintang Bayu, dan Silinda difokuskan pada pengembangan peternakan terpadu. Dengan adanya kawasan ini, pemerintah daerah berencana untuk memperkenalkan teknologi peternakan modern dan praktek-praktek manajemen peternakan yang berkelanjutan. Dukungan berupa pelatihan dan bantuan teknis akan diberikan kepada peternak lokal untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak.
Di sisi lain, kawasan perdesaan perikanan atau minapolitan yang tersebar di Kecamatan Teluk Mengkudu, Tanjung Beringin, Bandar Khalifah, Pantai Cermin, Perbaungan, Pegajahan, Sei Rampah, dan Tebing Tinggi diarahkan untuk menjadi pusat produksi perikanan dan akuakultur. Kawasan ini memanfaatkan sumber daya air yang melimpah untuk budidaya ikan, pengolahan hasil perikanan, serta pengembangan produk olahan bernilai tambah. Pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi akuakultur yang ramah lingkungan dan efisien, serta memfasilitasi akses pasar bagi produk-produk perikanan dari kawasan ini.
Penetapan empat kawasan perdesaan strategis ini tidak hanya memberikan arah yang lebih jelas dalam pengembangan potensi ekonomi di masing-masing desa, tetapi juga mencerminkan pendekatan terfokus yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, keterlibatan masyarakat, serta sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan kawasan-kawasan ini dapat berkembang menjadi pilar utama dalam membangun kemandirian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Sinergi Menuju Serdang Bedagai Maju Terus
Bupati Darma Wijaya juga dibanyak kesempatan mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mewujudkan visi “Serdang Bedagai Maju Terus”. Bupati menyampaikan pesan agar semua elemen masyarakat dan pemerintah terus bekerja keras, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan Kabupaten Serdang Bedagai. Dengan pengelolaan keuangan yang efektif, peningkatan ekonomi, dan penguatan kelembagaan desa, diharapkan Serdang Bedagai dapat mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.(cmw)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.