Waspada
Waspada » Akhiri 2019, OJK Sumut Pacu Literasi Dan Inklusi Keuangan
Advertorial Ekonomi

Akhiri 2019, OJK Sumut Pacu Literasi Dan Inklusi Keuangan

KUNJUNGAN dan penyerahan bantuan peralatan olahraga dan belajar oleh OJK KR 5 Sumbagut kepada Rumah Belajar Sianjur Mula Mula Desa Singkam. Waspada/Ist
KUNJUNGAN dan penyerahan bantuan peralatan olahraga dan belajar oleh OJK KR 5 Sumbagut kepada Rumah Belajar Sianjur Mula Mula Desa Singkam. Waspada/Ist

DI penghujung tahun 2019, OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara menutup tahun ini dengan kegiatan literasi dalam rangka mendukung penguatan tingkat literasi keuangan di Provinsi Sumatera Utara, khususnya wilayah pedesaan.

Mengusung tema “OJK Regional 5 Sumbagut untuk Sumatera Utara yang lebih baik”, Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara bersama tim melakukan aksi cerdaskan pemahaman keuangan di Kecamatan Sianjur Mula Mula melalui pemberian infrastruktur baca dan olahraga kepada para peserta didik Rumah Belajar Sianjur Mula Mula, Desa Singkam.

Pemilihan kegiatan dimaksud bertujuan untuk penguatan indeks literasi keuangan Sumatera Utara yang pada tahun 2019 ini masih tercatat sebesar 37,96% atau sedikit di bawah rata-rata literasi keuangan nasional (38,03%).

Bersamaan dengan misi dimaksud, pemilihan lokasi pedesaan bertujuan untuk meningkatkan indeks literasi keuangan di wilayah pedesaan yang saat ini masih di bawah indeks literasi keuangan wilayah perkotaan.

Khusus untuk Sumatera Utara, indeks literasi keuangan wilayah pedesaan tahun 2019 tercatatat sebesar 35,26%, sedangkan untuk wilayah perkotaan sebesar 40,63%.

 

KEPALA OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Yusup Ansori menyerahkan perlengkapan olahraga kepada para peserta didik Rumah Belajar Sianjur Mula Mula, Desa Singkam. Waspada/Ist
KEPALA OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Yusup Ansori secara langsung menyerahkan Bantuan Perlengkapan Sholat dan Alquran kepada pengurus salah satu masjid di daerah Sumbul Kabupaten Dairi. Waspada/Ist

Dalam sambutannya, Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Yusup Ansori, mengapresiasi upaya para pengurus Rumah Belajar Sianjur Mula Mula, Desa Singkam karena telah berkenan mencerdaskan lingkungan sekitarnya dengan tetap mengedepankan aspek Budaya sebagai media pembelajaran.

Pola pembelajaran seperti ini relatif jarang terjadi dewasa ini. Untuk itu, pola peningkatan literasi keuangan kepada generasi penerus bangsa melalui pola belajar yang menjunjung tinggi kearifan lokal diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan indeks literasi keuangan di Sumut di tahun-tahun mendatang, karena dinilai lebih mudah diaksep dan beradaptasi dengan masyarakat lokal.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Yusup Ansori, juga mengapreasi seluruh pihak dan stakeholder yang telah berkontribusi dalam meningkatkan tingkat inklusi keuangan di Sumatera Utara menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Bahkan melampaui rata-rata indeks inklusi keuangan nasional tahun 2019 (76,19%), dan berhasil menempati runner up indeks inklusi keuangan nasional tertinggi tahun 2019 setelah DKI Jakarta. Indeks inklusi keuangan di Sumatera Utara tahun 2019 tercatat sebesar 93,98%, sedangkan DKI Jakarta tercatat sebesar 94,76%.

Bila ditinjau berdasarkan wilayah, baik Perkotaan maupun Pedesaan di Sumatera Utara, indeksnya masing-masing tercatat sebesar 97,40% (perkotaan) dan 90,53% (pedesaan).

Kesimpulannya, mayoritas penduduk Sumatera Utara telah dan tersentuh produk atau layanan lembaga jasa keuangan. Namun demikian, baik OJK maupun stakeholder terkait masih memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan upaya berkesinambungan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan di Sumatera Utara.

KEPALA OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Yusup Ansori menyerahkan perlengkapan olahraga kepada para peserta didik Rumah Belajar Sianjur Mula Mula, Desa Singkam. Waspada/Ist
KEPALA OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Yusup Ansori menyerahkan perlengkapan olahraga kepada para peserta didik Rumah Belajar Sianjur Mula Mula, Desa Singkam. Waspada/Ist

Selama tahun 2019 saja, realisasi kegiatan edukasi keuangan OJK mencapai 193 kegiatan atau melewati target yang telah ditetapkan dengan memilih pelajar/mahasiswa sebagai salah satu segmen utama sasaran edukasi.

Khusus untuk tahun 2020, target kegiatan edukasi direncanakan akan diperluas kepada segmen sasaran edukasi Ibu Rumah Tangga, Perempuan, Petani, Nelayan dan Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pemahaman kaum perempuan terhadap produk dan layanan jasa keuangan di Sumatera Utara cukup sebanding dengan kaum Laki-laki. Indeks literasi keuangan Laki-laki tahun 2019 tercatat sebesar 38,22% sedangkan Perempuan sebesar 37,70%.

Hal yang lebih menarik lagi ditunjukkan oleh Indeks Inklusi keuangan kaum Laki-laki maupun Perempuan di Sumatera Utara pada tahun 2019 yang sangat kompetitif dan mampu melewati rata-rata indeks inklusi keuangan nasional dengan catatan indeks masing-masing sebesar 97,04% (Laki-laki) dan 90,53% (Perempuan).

Hal ini mencerminkan bahwa baik laki-laki maupun perempuan di Sumatera Utara mampu menunjukkan kesamaan kesempatan menggunakan layanan transaksi berbagai macam produk lembaga jasa keuangan. (adv)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2