Waspada
Waspada » Zikir Tolak Bala Ratusan Warga Abdya Pawai Obor
Aceh

Zikir Tolak Bala Ratusan Warga Abdya Pawai Obor

RATUSAN warga Abdya pawai obor kelilingi perkampungan hingga kewilayah pesisir pantai Desa Padang Kawa, Kecamatan Tangan-tangan, dalam rangka zikir dan doa bersama untuk menolak bala, Selasa (13/10) malam lalu. Waspada/Syafrizal
RATUSAN warga Abdya pawai obor kelilingi perkampungan hingga kewilayah pesisir pantai Desa Padang Kawa, Kecamatan Tangan-tangan, dalam rangka zikir dan doa bersama untuk menolak bala, Selasa (13/10) malam lalu. Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Ratusan warga dari sejumlah desa dalam Kecamatan Tangan-tangan, Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa malam (13/10) lalu, sekitar pukul 21:00 WIB, hingga tengah malam, mengadakan zikir dan doa tolak bala di lokasi pesisir pantai wilayah setempat.

Sebelum pelaksanaan zikir dan doa, ratusan warga tersebut turun ke jalan, mengelilingi perkampungan sambil membawa obor dan lidi, untuk mengusir penyakit dan dijauhkan dari mara bahaya, sambil melantunkan doa “Ya Lathifu Lam Taza, Ulthubina Fiimanaza, Innaka Lathifu Lam Taza, Uthubina Wal Muslimin” yang diulang terus menerus, hingga sampai ke pinggir pantai wilayah Padang Kawa, Kecamatan Tangan-tangan.

Sesampainya di pesisir pantai, ratusan warga yang membawa obor langsung menancapkannya di bibir pantai, dengan harapan segala penyakit akan hanyut dibawa ombak.

Tgk Dodi salah seorang warga yang mengadakan acara rutin setiap tahun sekali itu mengatakan, selesai zikir dan Do’a bersama di Mesjid, para warga berjalan kaki dengan membawa obor mengelilingi seputaran desa, dengan menelusuri jalan utama dan setelahnya berkumpul di pesisir pantai.

Kata Tgk Dodi, dahulu orang Aceh untuk mengusir wabah penyakit, sering melakukannya dengan sebuah kegiatan spiritual adat yang sudah turun temurun dilakukan.

“Terlepas percaya atau tidak, kebiasaan masyarakat dalam desa ada sebuah tradisi yang diyakininya. Apakah musim tha’un atau tha’en (yang biasa disebut orang Aceh dulu)”, yaitu wabah penyakit baik yg menyerang hewan atau manusia” ujarnya.

Diera yang milenial saat ini tambahnya, mungkin banyak tidak percaya dengan tradisi tersebut.

Namun dengan tradisi keagamaan itu, apa yang sebelumnya membuat warga resah, menjadi tenang, serta berharap wabah penyakit yang melanda perkampungan, berangsur menjauh.

Selain itu, di meunasah, masjid, ataupun di dayah, banyak yang berzikir juga dengan niat semoga Aceh selamat dan terhindar dari wabah virus Corona (Covid-19).

“Semoga niat yang tulus dan meminta pertolongan dari Allah SWT, mara bahaya akan dijauhkan dari daerah kita, Aamiin, demikian sambungnya. (b21)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2