Waspada
Waspada » Zainun Yusuf Kembali Pimpin PWI Abdya
Aceh

Zainun Yusuf Kembali Pimpin PWI Abdya

Waspada/Syafrizal KETUA PWI Aceh Tarmilin Usman SE M.Si, menyerahkan bendera pataka kepada Ketua PWI Abdya terpilih Drs H Zainun Yusuf, Senin (7/9).

BLANGPIDIE (Waspada): Drs H Zainun Yusuf, wartawan Harian Serambi Indonesia, kembali menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aceh Barat Daya (Abdya), periode 2020-2023.

Zainun dipilih secara aklamasi melalui sidang pleno yang dipimpin Iranda Novandi, didampingi Muhammad Zairin, pengurus PWI Provinsi Aceh, dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Abdya ke l di aula Arena Motel, Blangpidie, Senin (7/9).

Sebelumnya, Zainun Yusuf diketahui menjabat sebagai Ketua Balai PWI Abdya dua periode (2010-2013 dan 2013-2016). Selanjutya, Ketua Balai PWI Abdya di Plt-kan kepada Imron Joni, pengurus PWI Provinsi Aceh.

Saat digelar Konferkab PWI Abdya ke 1, status Balai PWI Abdya, naik status menjadi PWI Kabupaten Abdya. Dalam Konferkab, Zainun dipercayakan kembali anggota PWI Abdya, untuk menjadi ketua.

Usai terpilih, Ketua PWI Abdya terpilih Zainun Yusuf mengaku terharu dan berterima kasih kepada para pengurus PWI Abdya yang telah kembali mempercayai dirinya untuk menjadi Ketua PWI Abdya periode 2020-2023.

Zainun berjanji dan bertekad akan mengabdi sepenuhnya untuk membesarkan PWI ini.

“Sudah 31 tahun saya menjadi jurnalis, saya rasa cukup sulit untuk meninggalkan profesi ini. Namun begitu jiwa saya tetap menjadi jurnalis meski sudah pensiun nanti,” katanya.

Sebelumnya, Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman SE M.Si menyampaikan, bahwa PWI Abdya hingga saat ini masih belum memiliki kantor sendiri, sangat berbeda dibandingkan dengan PWI kabupaten/kota lainnya di Aceh, yang sudah menempati kantor sendiri.

Dengan adanya kantor PWI, lanjut Tarmilin akan menjadi wadah untuk membina profesionalitas agar mampu menjadi wartawan yang berkompeten.

“Perlu kami tekankan, bahwa menjadi anggota PWI itu harus lulus uji kompetensi. Yang belum lulus tidak bisa diterima menjadi anggota PWI,” ujarnya.

Amatan Waspada, Konferkab PWI Abdya Ke 1, dibuka langsung oleh Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH. Dihadiri Wakil Bupati Muslizar MT, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Arip Subagiyo, Kajari Nilawati SH MH, Kankemenag Abdya Salihin, mewakili Kapolres, Wakil Ketua Mahkamah Syar’iah para Ketua Parpol, Ormas, OKP, para Kepala SKPK, serta undangan lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Abdya Akmal Ibrahim menyampaikan, dulu PWI itu sangat berpengaruh. Dimana, untuk menjadi anggota saja syaratnya harus sarjana.

“PWI itu merupakan organisasi profesi terbesar di Asia, banggalah adik-adik yang bisa menjadi anggota PWI,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, mantan wartawan era 90 an ini juga mengatakan, untuk menjadi seorang wartawan yang profesional, bermartabat dan beretika, sesuai tema Konferkab PWI Abdya Ke 1, wartawan dituntut untuk selalu resah dengan segala persoalan yang ada, terutama lingkungannya.

“Orang yang sombong dengan lingkungan tidak bisa jadi wartawan. Karena wartawan itu orang yang selalu resah dengan segala persoalan,” ungkapnya.

Wartawan tambahnya, juga harus menjadi orang yang merdeka dalam berpikir. Dalam perusahaan pers, ketepatan waktu itu sangat penting.

Dengan demikian, PWI harus merubah strategi agar menjadi wartawan yang intelektual, lugas serta terpercaya.

Dilanjutkan, wartawan itu bertanggung jawab pada hati nuraninya sendiri. Ia harus mampu menilai dan mengkaji untuk mendalami sebuah kebenaran informasi.

Pers itu adalah lembaga pencerdasan untuk publik. “Saya berharap, PWI dapat berubah serta berbenah ke depannya, agar lebih baik dan berkualitas,” pungkasnya.(b21)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2