Waspada
Waspada » YARA Temukan Kejanggalan Kaburnya Napi Blangpidie
Aceh

YARA Temukan Kejanggalan Kaburnya Napi Blangpidie

Ketua YARA Perwakilan Abdya Suhaimi SH. Waspada/Syafrizal
Ketua YARA Perwakilan Abdya Suhaimi SH. Waspada/Syafrizal

 

 

BLANGPIDIE (Waspada): Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya), menduga ada sejumlah kejanggalan dan keanehan, dalam insiden kaburnya sembilan narapidana (napi), dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Blangpidie.

Ketua YARA Perwakilan Abdya Suhaimi SH, Minggu (18/7) menyebutkan, kronologis kaburnya sembilan orang napi Lapas Kelas IIB, yang berada di kawasan Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, yang berhasil kabur melalui jendela aula, sebagaimana disampaikan Kalapas Akhmad Widodo, sangatlah tidak masuk akal. Katanya, sangat mustahil bagi orang dewasa, bisa lolos dari lubang berukuran diameter sekitar 40×15 centimeter itu. “Jangankan orang dewasa, anak-anak saja sulit melewati dua teralis besi yang dipatahkan itu,” sebutnya.

Andaipun benar melewati lubang kecil itu lanjut Suhaimi, tentu proses kaburnya memakan waktu lama. Karena, mereka (napi) harus memotong (merusak) lagi dua teralis besi jendela lainnya. “Sangat mustahil, apalagi kejadiannya siang hari,” tegasnya.

YARA Perwakilan Abdya menduga, sembilan narapidana tersebut, berhasil kabur melalui pintu utama depan Lapas. Karena saat insiden itu terjadi, pintu steril dan pintu penyekat yang dijaga petugas sipir, juga tidak terkunci. “Anehnya lagi, setelah membuka pintu, napi hanya menikam satu orang petugas. Kenapa tidak kedua-duanya. Ini janggal dan sangat aneh. Kemenkum HAM perlu buka CCTV, serta minta kepolisian mengusutnya,” kata Suhaimi.

Di samping itu, Suhaimi juga mengaku, dirinya dilarang pihak Lapas, saat ingin melihat lebih dekat jendela yang dibobol para napi. Pihak Lapas mengajukan keberatan, dengan alasan insiden itu sudah diberi tanggapan oleh Kakanwil Kemenkum HAM Aceh. “Harusnya semua pihak boleh melihatnya. Sehingga menjadi bahan evaluasi ke depan. Ada apa ini. Untuk menghindari timbulnya fitnah, maka lebih baik buka saja rekaman CCTV, agar persoalan ini terang-benderang,” urainya.(b21)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2