Waspada
Waspada » YARA Abdya Sarankan Penyidik Gandeng TPPU
Aceh

YARA Abdya Sarankan Penyidik Gandeng TPPU

YARA Abdya Sarankan Penyidik Gandeng TPPU. Erisman SH, Sekretaris YARA Perwakilan Abdya. Waspada/Syafrizal
YARA Abdya Sarankan Penyidik Gandeng TPPU. Erisman SH, Sekretaris YARA Perwakilan Abdya. Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya), menyarankan penyidik Satreskrim Polres setempat, untuk menggandeng Undang-Undang-Tindak Pidana Pencucian Uang (UU-TPPU), dalam pengembangan kasus dugaan penggelapan uang nasabah, oleh oknum karyawati Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Blangpidie.

Erisman SH, Sekretaris YARA Perwakilan Abdya Jum’at (10/7) berharap, penyidik pasang UU TPPU dalam pengembangan kasus ini (Vina).

“Bukan kita tidak yakin dengan penyidik, tapi untuk tracking (melacak) aset dengan pasal 372, juga diperlukan TPPU,” katanya.

Alasannya tambah Erisman, kasus ini nantinya akan berhulu pada penyitaan aset. Kemudian, juga melihat banyak modus yang beragam dilakukan oleh Vina, ketika memainkan uang para korban.

Dari beberapa pengaduan yang berhasil dikutip pihaknya, berbagai macam motif dilakukan oleh pelaku, untuk mengelabui korbannya.

Artinya, YARA ingin tracking dilakukan bukan hanya mengacu pada satu laporan polisi (LP) saja, tetapi juga mengacu pada laporan korban lainnya. Terlebih deteksi awal, macatnya praktik pengelabuan ini, karena pola gali lubang tutup lubang.

“Pertanyaannya sekarang, kemana dibawa uang itu dan kenapa bisa macet. Di sinilah perlu kejelasan lebih dalam,” sebut Erisman.

Dengan persoalan inilah, maka pihak penyidik perlu menggunakan UU-TPPU, untuk menembus batasan dalam pasal 372, tentang tracking asset.

Tidak menutup kemungkinan dan patut diduga, hasil dari penggelapan tersebut sudah ditempatkan, dialihkan, dibelanjakan dan ditukar, hingga berubah bentuk ke hal yang lain.

Di samping itu, persoalan ini juga demi keadilan bagi para korban. Pasti tidak cukup dirasakan dengan kepastikan hukum saja, tapi juga perlu kemanfaatan hukum, agar tidak mati hak korban untuk memperdatakan dikemudian hari. Kemudian juga untuk mempersempit peluang Praperadilan pihak ketiga, dalam hal penyitaan.

“Kami mengharapkan, penyidik serius dalam menangani kasus dugaan ini. Di mana, masih banyak dugaan-dugaan lain yang belum terungkap. Apalagi, saat ini yang melapor ke polisi juga masih sedikit, padahal nilai nominal uang yang digelapkan pelaku mencapai Rp6,3 miliar, berdasarkan keterangan polisi,” pungkas Erisman.(b21)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2