Waspada, Kasus Covid-19 Di Langsa Meningkat Tajam

Waspada, Kasus Covid-19 Di Langsa Meningkat Tajam

  • Bagikan
Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, SE didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa, Dr. Herman dan Plt. Dirut RSUD Langsa, Dr. Helmiza Fahry, Sp, OT, di ruang Gugus Tugas Covid -19 Kota Langsa, Jum'at (21/5). Waspada, Kasus Covid-19 Di Langsa Meningkat Tajam. Waspada/Munawar

LANGSA (Waspada): Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, SE menegaskan, kasus Covid-19 di Kota Langsa dari Bulan Januari -April 2021 meningkat tajam, khususnya pada saat memasuki bulan Ramadhan hingga saat ini.

Hal itu diungkapkan Wali Kota di ruang Gugus Tugas Covid -19 Kota Langsa didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa, dr. Herman dan Plt. Dirut RSUD Langsa, dr. Helmiza Fahry, Sp.OT, Jumat (21/5).

Lanjutnya, pada April 2021 tercatat 9 orang warga Kota Langsa meninggal dunia akibat Covid-19 dengan rincian, 6 orang positif covid-19 dan 3 orang suspek, terdiri dari 2 orang dari Gampong Sidodadi, 1 orang dari Gampong Pondok Pabrik Kec. Langsa Lama.

Kemudian, 1 orang dari Gampong Geudubang Aceh, 2 orang dari Gampong Paya Bujok Seuleumak Kec. Langsa Baro, 1 orang dari Gampong Paya Bujok Beuramoe, 1 orang dari Gampong Sungai Pauh Kec. Langsa Barat, dan terakhir 1 orang dari Gampong Meurandeh Kec. Langsa Lama.

Total warga Kota Langsa yang meninggal karena Covid -19 dari tahun 2020 hingga April 2021 adalah sebanyak 26 orang. Adapun rentang usia warga Kota Langsa yang meninggal dunia akibat Covid-19 tersebut berkisar di antara umur 47 sampai dengan umur 60 hingga 70an ke atas, jelas Usman Abdullah.

Dikatakannya lagi, rata-rata kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Langsa tersebut karena mempunyai penyakit bawaan, seperti penyakit jantung, paru- paru, gula dan sebagainya. Orang-orang yang memiliki riwayat penyakit tersebut sangat rentan terpapar covid-19.

Oleh karena itu, kami tak henti hentinya menghimbau kepada masyarakat Kota Langsa, khususnya kepada anak anak muda yang sering di warung kopi dan seperti yang kita ketahui bahwa warung kopi merupakan salah satu sumber kerumunan yang dapat menjadi tempat penyebaran covid-19 di Kota Langsa.

“Saya sangat berharap peran serta dari masyarakat untuk mematuhi dan menaati anjuran pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan dalam segala aktivitas kegiatan sehari hari baik di lingkungan masyarakat maupun di tempat kita bekerja agar kita dapat menekan angka penularan covid – 19 di Kota Langsa,” sebutnya.

Apabila kasus penularan Covid -19 ini terus bertambah dan meningkat di Kota Langsa, maka, kami terpaksa mengambil langkah- langkah sesuai dengan ketentuan seperti larangan menyelenggarakan atau menghadiri acara seperti kegiatan pernikahan/perkawinan, larangan tatap muka di sekolah dan sebagainya, ujarnya.

Diungkapkan Wali Kota, Kota Langsa yang saat ini dalam zona oranye dapat turun statusnya menjadi zona kuning dan dari zona kuning mudah mudahan bisa turun lagi menjadi zona hijau. “Peran serta masyarakat sangat kami harapkan untuk menekan laju penularan Covid -19 ini. Mudah-mudahan Kota Langsa tidak sampai dan terhindar dari peningkatan Status sebagai Wilayah Zona Merah Covid- 19,” harap Usman Abdullah.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa, dr. Herman menghimbau kepada Masyarakat Kota Langsa untuk dapat menjaga protokol kesehatan setiap hari serta menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Lanjutnya, apabila timbul gejala demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan kurang nafsu makan harap segera di periksa ke Puskesmas terdekat agar kita dapat mengantisipasi sejak dini guna memutus rantai penyebaran Covid – 19 di Kota Langsa.

“Kepada masyarakat baik yang bepergian ke luar maupun yang datang dari luar daerah supaya mentaati imbauan dan anjuran Pemerintah serta tetap menjaga Protokol Kesehatan,” ujar dr. Herman.

Hal senada disampaikan, Plt. Direktur RSUD Langsa dr. Helmiza Fahry, SP.OT mengharapkan, kepada seluruh Warga Kota Langsa untuk dapat melindungi diri, keluarga, dan masyarakat dari penularan Covid-19 ini serta tetap menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Terkait dengan isu yang beredar di masyarakat yang mengatakan bahwa pemerintah telah mengada-ngada diagnosa Covid-19. Disini perlu saya sampaikan untuk diketahui dan dipahami oleh masyarakat bahwa yang mendiagnosa bukanlah dari pihak pemerintah ataupun manajemen rumah sakit, tapi oleh dokter DPJP (Dokter Penanggungjawab Pelayanan).

Dalam hal ini, kita ada dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, dokter saraf dan dokter-dokter lain yang terkait. Hal ini semua tertuang di dalam peraturan menteri kesehatan untuk kami patuhi dan kami dari tenaga medis menjunjung tinggi sumpah dokter yang telah kami ucapkan dan tidak mungkin kami melanggar sumpah tersebut.

Helmiza Fahry mengharapkan kepada masyarakat Kota Langsa untuk tidak mempercayai berita-berita hoaks tersebut dan harus benar benar waspada terhadap lonjakan penyebaran virus Covid 19 di Kota Langsa dengan cara tetap menjalankan protokol kesehatan di dalam kehidupan sehari-hari. Menaati anjuran Pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid- 19 di Kota Langsa, tutupnya. (b24).

 

  • Bagikan