Waspada
Waspada » Warga Protes Getaran PLTMG Arun 2
Aceh Headlines

Warga Protes Getaran PLTMG Arun 2

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemko Lhokseumawe memfasilitasi pertemuan antara warga Meuria Paloh dengan PLN ULP Lhokseumawe, Rabu (21/4). Dalam pertemuan tersebut warga memprotes kebisingan dan getaran yang ditimbulkan PLTMG Arun 2. Waspada/Zainal Abidin
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemko Lhokseumawe memfasilitasi pertemuan antara warga Meuria Paloh dengan PLN ULP Lhokseumawe, Rabu (21/4). Dalam pertemuan tersebut warga memprotes kebisingan dan getaran yang ditimbulkan PLTMG Arun 2. Waspada/Zainal Abidin

LHOKSEUMAWE (Waspada): Warga Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe memprotes keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun 2. Pembangkit untuk kebutuhan listrik PLN, telah menimbulkan getaran dan kebisingan di pemukiman warga.

Keluhan disampaikan dalam pertemuan antara warga Meuria Paloh dengan Manajemen PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lhokseumawe di Aula Sekdako Lhokseumawe, Rabu (21/4). Pertemuan tersebut difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemko Lhokseumawe.

Hadir, Manajer PLN ULP Lhokseumawe, Muktar Juned dan sejumlah tokoh warga Meuria Paloh. Sementara dari Pemko Lhokseumawe hadir Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A Manaf, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe T. Adnan, SE, dan Kepala DLHK Lhokseumawe Dedi Irfansyah.

Keluhan diantaranya disampaikan Elida, 50, warga Dusun C Meuriya Buloh. Menurutnya, keretakan dinding rumah perlu segera mendapat perhatian pihak PLN. “Saya bisa sabar menunggu, tapi dinding rumah saya tidak mungkin menunggu,” sebut Elida dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, kerusakan dinding rumah semakin parah. Bila tidak segera diperbaiki dikhawatirkan akan runtuh. Sementara rumah tersebut, merupakan harapan tempat tinggal dia bersama keluarganya.

Keluhan senada juga disampaikan Ratna Juwita, 50, juga warga Dusun C Meuria Paloh. Menurutnya, rumah yang ditempatinya baru saja dibangun. Namun sejumlah bagian dinding telah retak diduga akibat getaran PLTMG Arun 2.

Ratna mengaku terpaksa menghentikan sementara pembangunan rumah tersebut. Dia mengharapkan kerusakan bagian dinding agar segera diperbaiki pihak PLN.

Kebisingan dan getaran tersebut juga telah menganggu aktivitas warga di Dusun D. Menurut Muhammad tokoh warga setempat, kebisingan dan getaran mengganggu kenyamanan warga beristirahat di rumah. Bahkan kegiatan di mushalla juga sering terpaksa dihentikan akibat gentaran.

Sementara itu Sekdako Lhokseumawe T. Adnan, SE menjelaskan, dari pertemuan itu, DLHK Lhokseumawe akan mengeluarkan rekomendasi terkait masalah kebisingan. Sedangkan terkait kerusakan rumah akibat getaran, dalam pertemuan itu PLN berjanji akan membantu melalui dana CSR.

Namun menurut Adnan, kerusakan rumah warga jangan ditunggu keluar dana CSR Tahun 2022. “Jangan tunggu CSR, yang urgen harus segera di atasi,” tegasnya.(b08)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2