Warga Pajang Spanduk Kesedihan Untuk Wali Kota Lhokseumawe - Waspada

Warga Pajang Spanduk Kesedihan Untuk Wali Kota Lhokseumawe

- Aceh
  • Bagikan

LHOKSEUMAWE (Waspada): Karena ratusan keramba ikan dalam waduk raksasa terancam akan digusur oleh pemerintah, dibalas oleh warga Desa Pusong, Keude Aceh dan Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Kamis (25/11), dengan memajangkan spanduk kesedihan untuk diketahui oleh Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya.


Spanduk yang dipajang dijalan lingkar waduk setempat bertuliskan “Bapak Wali Kota dan Pemko Lhokseumawe, rakyatmu sedih, rakyatmu menangis, karena lahan pencarian kami tergusur habis,”.


Meski belum diketahui secara pasti siapa orang yang memasangkan spanduk itu, namun dapat dipahami bahwa saat ini hanya warga pemilik keramba ikan dalam waduk setempat yang mulai terancam digusur.

Karena sudah ada penertiban dan penataan kota serta dilarang membudidaya ikan dengan keramba ikan di dalam waduk, pasalnya air dalam waduk seutuhnya adalah limbah dari berbagai jenis yang membahayakan seperti adanya kandungan mercury dan lain-lainnya.


Akan tetapi, rencana penggusuran itu masih mendapatkan penolakan keras dari pemilik keramba ikan yang menopang hidup dari penghasilan budidayakan ikan. Sehingga sampai hari ini pemerintah masih belum mampu melakukan penggusuran terhadap ratusan keramba ikan.


Salah seorang pemilik keramba ikan dalam waduk setempat yang tidak ingin namanya ditulis mengatakan pihaknya menolak tindakan penggusuran keramba ikan yang selama ini menjadi tempat mengais rezeki.


Karena pemerintah sendiri tidak mampu membuka lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 banyak warga yang kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran.

Ironisnya ketka masyarakat berusaha mandiri dan mencari Rezki dari keramba ikan dan usahanya sudah berjalan lancar serta hasilnya bisa untuk menafkahi keluarganya, ternyata saat itu pula pemerintah muncul untuk melakukan penggusuran.


“ Pemerintah tidak mampu mengatasi masalah sejengkal perut masyarakat, tapi saat masyarakat sedang enak-enaknya mencari rezeki malah mau digusur. Kalau tidak mampu membantu, seharusnya janganlah merusak periuk nasi masyarakat,” paparnya.


Kadis Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Kota Lhokseumawe Rizal gagal dikonfirmasi, Kamis (25/11) tidak mengangkat telpon seluler dan tida berada ditempat.


Namun sebelumnya, Rizal pernah menyatakan pihaknya sangat mendukung upaya penggusuran keramba ikan yang ada dalam waduk, karena hal itu bisa menimbulkan dampak buruk dari pencemaran limbah.


Rizal mengaku pihaknya juga sudah mempersiapkan tempat baru dan para petani keramba ikan dapat direlokasi ke daerah sungai Cunda setempat yang bebas dari pencemaran limbah dan tidak mengganggu fungsi waduk.

Sementara itu, Camat Banda Sakti Heri Maulana membenarkan pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan penggusuran seluruh keramba ikan yang menjamur dalam lingkaran waduk raksasa.

Hal ini dilakukan bukan hanya mencegah pencemaran limbah semata tapi juga untuk penertiban dan penataan Kota Lhokseumawe agar tidak semrawut dan merusak pemandangan di tempat umum. (b09)

  • Bagikan