Waspada
Waspada » Warga Membangkang Tidak Pakai Masker Semakin Banyak
Aceh

Warga Membangkang Tidak Pakai Masker Semakin Banyak

Petugas Operasi Yustisi sedang memberikan pengarahan sebagai upaya pembinaan kepada sejumlah warga yang tidak pakai masker yang terjaring razia Operasi Yustisi di Karang Baru, Kab.Aceh Tamiang.Waspada/Muhammad Hanafiah
Petugas Operasi Yustisi sedang memberikan pengarahan sebagai upaya pembinaan kepada sejumlah warga yang tidak pakai masker yang terjaring razia Operasi Yustisi di Karang Baru, Kab.Aceh Tamiang.Waspada/Muhammad Hanafiah

KUALASIMPANG (Waspada): Operasi Yustisi gabungan di Kabupaten Aceh Tamiang semakin banyak terjaring warga yang tidak pakai masker yang melanggar Prokes Covid-19 di kabupaten yang sampai saat ini masih berstatus daerah orange Pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Penegakan Perundangan-undangan Daerah pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayahatul Hisbah (Satpol-PP dan WH) Aceh Tamiang, Mustafa Kamal, S.Pi ketika dikonfirmasi Waspada.id, Jumat (4/12) sore membenarkan sudah banyak warga yang membandel tidak pakai masker yang melanggar Prokes Covid-19 terjaring razia di Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurut Mustafa, data pelanggaran Prokes Covid-19 yang dilakukan warga tidak menggunakan masker di Kabupaten Aceh Tamiang semakin terus menunjukkan grafik adanya peningkatan jumlah warga yang terjaring razia ketika dilakukan Operasi Yustisi di Aceh Tamiang.

Mustafa merincikan jumlah angka warga yang terjaring razia pada bulan September 2020 sebanyak 32 pelanggar. Namun terjadi peningkatan pada bulan Oktober 1.044 pelanggar dan angkanya terus meroket naik pada bulan November 1.234 pelanggar.

“Sedangkan pada 1 sampai 4 Desember 2020 hari ini sudah terjaring 88 pelanggar yang melanggar Perbub Nomor 30 Tahun 2020,” ungkap Mustafa.

Mustafa menyatakan, total pelanggaran dari bulan september 2020 sampai dengan 4 Desember 2020 sebanyak 2.398 orang pelanggar yang tidak menggunakan masker di 38 titik lokasi kegiatan razia gabungan yang tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang.

Mustafa menjelaskan, Operasi Yustisi merupakan operasi gabungan oleh beberapa intansi pemerintah yang melibatkan, Satgas Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tamiang , TNI-Polri, BPBD, Sat Pol PP dan WH Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya dalam upaya memberikan pemahaman dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat tentang Protokol Kesehatan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019.

Mustafa menjelaskan, selama melaksanakan operasi Yustisi, selain pengguna jalan yang naik kenderaan yang tak mematuhi protokol kesehatan. Operasi Yustisi juga menyasar tempat – tempat usaha seperti cafe atau warung kopi.

“Semua yang terjaring dalam Operasi Yustisi kita catat nama dan alamatnya. Untuk sanksi kita berikan teguran secara lisan dan ada juga kita berikan sanksi berupa hafal Pancasila dan menyanyikan lagu wajib kebangsaan kita dan ada juga sanksi bagi pelanggar diberikan sanksi push up serta sanksi lainnya yang bersifat pembinaan,” tegas Mustafa.

Menurut Mustafa, mungkin karena sanksi bagi pelanggar yang tidak pakai masker bersifat pembinaan dan belum dikenakan denda bagi pelanggar sehingga masih banyak warga yang membandel sehingga melanggar Peraturan Bupati Aceh Tamiang nomor 30 Tahun 2020 tentang peningkatan penanganan Covid-19 dan instruksi Bupati Aceh Tamiang Nomor 5245 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Selama Pandemi Covid-19.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus melakukan razia dan menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan (3M) dan meningkatkan imunitas tubuh, agar penyebaran COVID-19 ini cepat segera berakhir agar aktivitas bisa berjalan normal kembali seperti sebelum adanya pandemi Covid-19 di Aceh Tamiang,” imbau Mustafa.(b14)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2