Waspada
Waspada » Warga Geudumbak Laporkan Penyalahgunaan DD
Aceh

Warga Geudumbak Laporkan Penyalahgunaan DD

(Waspada/ist) Gedung PAUD yang dibangun dengan DD tahun 2018 di Gampong Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang sedang dikerjakan, Rabu (11/3). Sebelumnya proyek tersebut menjadi temuan inspektorat setempat.

LHOKSUKON (Waspada): Warga Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara melaporkan dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) ke Polres Aceh Utara.

Namun Geusyik (kepala desa) setempat menegaskan, dari rekomendasi tim pemeriksaan inspektorat hampir seluruh realisasi DD telah sesuai.

Menurut informasi diterima Waspada, Rabu (11/3) polisi telah menerima informasi dugaan penyalahgunaan dana desa di Gampong Geudumbak.

“Ya, sudah terima. Segera kita turun ke lokasi,” jelas Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasar Reskrim Adhitya Pratama, S.I.K.

Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) telah mendampingi warga untuk menyampaikan informasi ke Polres Aceh Utara. Menurut Ketua LKPK DPC Aceh Utara Hasanuddin, sebelumnya warga juga telah mendatangi Inspektorat Kabupaten Aceh Utara.

Menurut data hasil audit inspektorat DD tahun 2018, terdapat sejumlah item penggunaan DD yang tidak sesuai perencanaan.

Ketua Lembaga Tuha Puet Geudumbak, Anwar Muhammad juga mengakui, dari hasil audit anggaran tahun 2018, ditemukan sejumlah item penggunaan dana yang perlu diselesaikan.

“Diantaranya realisasi anggaran BUMG,” jelas Anwar Muhammad. Indikasi lain yang disampaikan Anwar, hilangnya aset Badan Usaaha Milik Gampong (BUMG) tahun 2017.

Selain itu juga penyertaan modal BUMG tahun 2018 sebesar Rp204.159.000, tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Warga menyampaikan tentang rehab rumah fakir miskin 2.100.000, gedung PAUD dan lapangan volley dari APBG 2018 belum tuntas.

Sementara itu, Geusyik Geudumbak Zulkifli menjelaskan, sesuai rekomendasi tim pemeriksaan inspektorat terbaru, hampir seluruh realisasi DD telah sesuai perencanaan. “Hanya beberapa item kekurangan volume,” jelas Zulkifli.

Pihaknya akan mengembalikan dana tersebut. Dalam rekomendasi Inspektorat Aceh Utara dijelaskan, pekerjaan rehabilitasi rumah fakir miskin tidak sesuai pertanggungjawaban senilai Rp2.100.000.

Pembangunan lapangan volley, menurut inspektorat dibangun tidak sesuai dengan RAB.

“Ya, dalam RAB tidak disebutkan penimbunan, sedangkan dalam realisasinya banyak dana terkuras untuk penimbunan, sebab lapangan volly berada di pinggi tanggul yang sangat tinggi,” jelasnya.

Permasalahan lain, tidak dipasang prasasti pembangunan proyek.

Sementara itu, tambah Zulkifli, terkait dengan gedung PAUD yang menjadi temua inspektorat telah diselesaikan.

“Tinggal cat dinding yang akan segera dikerjakan,” jelasnya. Dana untuk BUMG juga telah digunakan untuk membeli kebun kelapa sawit dan gadai lahan sawah.

Berdasarkan hasil audit inspektorat, DD yang harus dikembalikan senilau Rp15 juta. (b15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2