Waspada
Waspada » Warga Dan Nelayan Resah, Pelabuhan Umum Diduga Tercemar Limbah
Aceh Headlines

Warga Dan Nelayan Resah, Pelabuhan Umum Diduga Tercemar Limbah

DIduga tercemar limbah PT. PIM, Pelabuhan Umum Krueng Geukueh Kec. Dewantara menebar bau busuk dan banýak ikan mati mengapung di permukaan air laut, Selasa (1/12). Warga dan nelayan resah, Pelabuhan Umum diduga tercemar limbah. Waspada/Zainuddin Abdullah
DIduga tercemar limbah PT. PIM, Pelabuhan Umum Krueng Geukueh Kec. Dewantara menebar bau busuk dan banýak ikan mati mengapung di permukaan air laut, Selasa (1/12). Warga dan nelayan resah, Pelabuhan Umum diduga tercemar limbah. Waspada/Zainuddin Abdullah

KRUENG GEUKUEH (Waspada): Warga dan nelayan di lingkungan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Kec. Dewantara, Kab. Aceh Utara resah menyusul dugaan air laut setempat tercemar limbah yang menebar bau busuk dan membuat banyak ikan yang mati mengambang.

Pantauan di lapangan, air laut di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh tampak berubah warna dan mengandung keruh atau sedimentasi seperti sejenis lumpur warna putih.

Berikut terdapat banyak ikan kecil yang mati mengapung di atas permukaan laut dan menimbulkan iritasi kulit bila terkena air laut.

Sehingga agar tidak menebarkan bau busuk, warga dan nelayan setempat terpaksa mengutip dan membersihkan bangkai ikan mati dengan cara dikuburkan ke dalam pasir pantai.

Bahkan terhitung sampai pukul 15.00 WIB, Selasa (1/12), air laut masih bercampur dengan keruh warna putih susu dan ikan-ikan kecil dan biota laut lainnya banyak yang mati.

Salah seorang pemilik warung di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh setempat M. Nur mengatakan, pencemaran air laut sudah sering terjadi dan selalu hanya menyisakan bau busuk dan banyak membuat ikan mati mendadak.

Pencemaran ini diketahui sejak Senin (30/11) malam, ditandai dengan bau busuk yang menyengat hidung dan disusul terjadi perubahan warna laut yang mengeruh dengan warna putih susu.

Akibat aroma bau tak sedap itu, menyebabkan orang-orang enggan membeli makanan di warungnya hingga usaha untuk menopang hidup keluarganya mengalami kerugian.

“Saya tidak menuduh siapa yang membuang limbah sembarangan ke laut Pelabuhan Umum Krueng Geukueh. Tapi pencemaran ini sudah rutin terjadi berulang kali tanpa ada upaya mengatasinya serta tidak ada yang mau bertanggung jawab,“ ujarnya.

Salah seorang warga Gampong Blang Naleung Mameh Agus mengatakan, pencemaran limbah di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh sudah sering terjadi tapi berakhir tanpa ada solusi. Diduga pencemarannya terjadi karena adanya pembuangan limbah sejenis kimia dari hasil produksi PT. PIM.

Akan tetapi, Agus menyayangkan PT. PIM pasti membantah dan menyangkalnya dengan berbagai dalih dan alasan yang tidak masuk akal. Karena PT. PIM pasti meminta dan membutuhkan hasil pembuktian secara ilmiah dan penelitian amdalis.

“Masyarakat sini yang kena dampak buruk pencemaran limbah, selalu dirugikan karena tak bisa melaut dalam kondisi air laut yang bercampur limbah B3 domestik. Tapi tetap saja faktanya nanti akan dibantah dan tidak akan ada yang bertanggung jawab atas pembuangan limbah itu,” paparnya.

Dirut PT. PIM Yanuar Budi Norman melalui Manager Humas PT. PIM Nasrun dikonfirmasi via telepon selulernya membantah tudingan PT. PIM melakukan pembuangan limbah ke air laut Pelabuhan Umum Krueng Geukuh.

Nasrun mengaku sejauh ini kondisi pelabuhan PT. PIM dalam kondisi normal dan baik-baik saja tanpa ada masalah dan petugas sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Diduga tercemar limbah berbau busuk yang membuat banyak ikan mati, anggota Polsek Dewantara bersama pihak PT. PIM meninjau pelabuhan Umum Krueng Geukueh Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara, Selasa (1/12). Warga dan nelayan resah, Pelabuhan Umum diduga tercemar limbah. Waspada/Zainuddin Abdullah
Diduga tercemar limbah berbau busuk yang membuat banyak ikan mati, anggota Polsek Dewantara bersama pihak PT. PIM meninjau pelabuhan Umum Krueng Geukueh Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara, Selasa (1/12). Warga dan nelayan resah, Pelabuhan Umum diduga tercemar limbah. Waspada/Zainuddin Abdullah

Untuk membuktikan hal itu, PT. PIM, anggota Polsek Dewantara dan sejumlah wartawan turun ke lokasi Pelabuhan Umum Krueng Geukuh hingga sama-sama dapat melihat perubahan air lautnya penuh keruh warna putih susu. Bahkan masyarakat juga menunjukkan banyaknya ikan yang mati dan mengambang di atas permukaan laut.

Pasca temuan itu, pihak PT. PIM mengaku pihaknya akan meminta bantuan Petugas Kantor Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan ( BLHK) Kota Lhokseumawe turun ke lokasi untuk melakukan uji baku mutu air guna mengetahui kadar kandungan limbahnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah warga dan nelayan juga ikut menyampaikan keluhannya atas pencemaran limbah PT. PIM yang sama sekali tidak pernah menerima kompensasi apapun.

Padahal akibat pencemaran limbah itu menyebabkan warga dan nelayan tidak dapat beraktifitas mencari nafkah hingga satu pekan mendatang. Harapannya PT. PIM dapat memperhatikan nasib mereka yang terkena imbas pencemaran limbah. (b09)

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2