Warga Blokir Jalan, Tuntut Janji Bupati Nagan Raya

Warga Blokir Jalan, Tuntut Janji Bupati Nagan Raya

  • Bagikan
Masyarakat memblokir akses jalan empat desa di Desa Kuta Makmue Kecamatan Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya, Rabu (13/10).Waspada/Muji Burrahman
Masyarakat memblokir akses jalan empat desa di Desa Kuta Makmue Kecamatan Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya, Rabu (13/10).Waspada/Muji Burrahman

NAGAN RAYA (Waspada) : Tak kunjung dibangun jalan, ribuan warga memblokir jalan. Warga menuntut janji Bupati Nagan Raya pada Pilkada yang lalu.

Dari amatan Waspada.id, Rabu (13/10) di lokasi warga memblokir akses jalan menuju empat desa yakni Desa Kuta Makmue, Gunong Reubo, Semambek dan Macah Kecamatan Suka Makmue Nagan Raya.

Informasi yang dihimpun Waspada.id, pemblokiran jalan tersebut dilakukan dari malam tadi dan hingga sore ini masih berlanjut. Bahkan Ketua DPRK, PUPR serta Kasat Reskrim dan Polsek ikut turun untuk menyelesaikan permasalahan jalan tersebut.

Poin dalam perjanjian bupati saat Pilkada, menyebutkan akan menepati janji dengan pengaspalan jalan, membuat rehabilitasi irigasi untuk persawahan, transparansi penggunaan dana desa dan melibatkan masyarakat dalam pembangunan desa, perlindungan dan penataan ekonomi informal, petani dan peternak dan keterbukaan serta penyebaran informasi untuk masyarakat.

Ruslan, salah satu warga di sana meminta kepada Pemerintah (Bupati Nagan Raya) untuk segera memenuhi permintaan masyarakat sesuai penjanjian semasa Pilkada. “Kami punya bukti bahwa Bupati berjanji akan membangun jalan 4 desa tersebut. Akan tetapi sampai saat ini janji tersebut tidak pernah ditepati maka kami melakukan pembokiran sampai masalah ini selesai,” ujarnya.

“Kepada Bupati jangan tidur, selesaikan janji-janji dulu, jangan beri harapan dengan janji manis, karena setiap hari dan malam selalu menghirup abu di seputaran jalan tersebut,” timpal warga lainnya.

Nurdin, Kades Gunong Reubo yang mewakili Kades 4 desa, membenarkan sudah lama jalan tersebut tidak dibangun, maka masyarakat tidak tahan lagi dan bersepakat untuk menuntut Pemkab Nagan Raya agar permintaan masyarakat dapat terpenuhi.

“Sebab jalan tersebut semenjak Bupati calonkan diri pada 2019 hingga saat ini tidak ada respon sama sekali. Maka masyarakat dari 4 desa berhak bersuara hanya meminta janji Bupati, itu saja tidak lebih,” kata Nurdin.

Akhirnya masyarakat membuat surat untuk dapat diselesaikan dan dibangun jalan tersebut, setelah melakukan koordinasi Ketua DPRK.

Sementara Ketua DPRK Nagan Raya Jonniadi didampingi Kasat Reskrim AKP Mahfud berjanji akan menindak lanjuti menyelesaikan jalan tersebut. Ia mengakui bahwa jalan ini memang sudah mau dibangun namun karena keadaan pandemi maka anggarannya ditunda.

“Nanti kita usahakan dan akan disampaikan kepada bapak Bupati agar permasalahan dapat selesai dengan baik,” ujarnya.(b22)

  • Bagikan