Waspada
Waspada » Warga Blokir Jalan Dibangun Dari Dana Desa
Aceh

Warga Blokir Jalan Dibangun Dari Dana Desa

Waspada/Zainal Abidin Warga Gampong Leubok Mane, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara memblokir jalan usaha tani yang dibangun dengan Dana Desa, Sabtu (22/3). Kualitas jalan rendah, sehingga mereka mensinyalir telah terjadi penyimpangan penggunaan anggaran dari pemerintah pusat tersebut.

LHOKSUKON (Waspada): Warga Aceh Utara dari Gampong Leubok Mane, Kecamatan Langkahan memblokir jalan usaha tani yang dibangun dengan Dana Desa, Sabtu (22/3). Mereka menilai pembangunan jalan terobosan itu terjadi penyimpangan, sehingga tidak sesuai dengan rancangan anggaran.

Penutupan jalan dilakukan dengan menanam sejumlah pohon pisang di atas badan jalan. Mereka mengaku kecewa dengan pembangunan jalan yang tidak berkualitas, serta tidak sesuai dengan rancangan anggaran. Warga mensinyalir volumenya tidak cukup.

Fakhrurrazi, anggota Tuha Puet (perwakilan warga) ikut dalam aksi tersebut. “Jalan usaha tani tidak sesuai RAB (rencana anggaran biaya),” sebut Fakhrurrazi. Menurutnya, wajar warga protes karena jalan usaha tani sangat dibutuhkan. Mereka mengangkut hasil pertanian melalui jalur tersebu. Akibat kualitas jalan tidak bagus, petani setempat kesulitan mengeluarkan hasil panen.

Menurut Fakhrurrazi, warga iklas menyerahkan lahanya untuk pembangunan jalan, tanpa ganti rugi. Dengan harapan bisa dimanfaatkan bersama. Namun mereka kecewa ketika kualitas jalan yang dibangun tidak sesaui rancangan.

Dalam rancangan, ketebalan jalan mencapai 0,20 meter. Sedangkan lebar 4 meter dan panjang 1,3 kilometer. “Namun pada saat realisasi, dikerjakan tak sesuai,” tambahnya. Lebar jalan diperkirakan antara 2,5 sampai 3 meter. Begitu juga ketebalan, tidak sesuai.

Kondisi tersebut telah merugikan para petani setempat. Mereka mengaku kesulitan melewati jalan ketika musim hujan. “Susah kalau dilalui pada waktu hujan. Karena jalan banyak menggunakan tanah timbun, jadi licin,” sebut Asnawi,45, salah seorang warga.

Sementara Geuchik Leubok Mane M. Jabir mengakui lebaran jalan yang dibangun hanya 3 meter. Menurutnya, sesuai dengan kesepakatan warga, telah ditambah pada panjang pembangunan jalan. “Panjang jalan itu dikerjakan 1,9 kilometer, di RAB cuma 1,3 meter. Itu sesuai kesepakatan warga di meunasah,” jelas Jabir.

Terkait dengan kualitas, menurutnya akibat permasalahan pada suplai material.

“Awalnya beberapa truk, sirtu sesuai pesanan, banyak batunya. Lalu kemudian beberapa truk banyak tanahnya” kata M. Jabir. Sehingga kondisi jalan tersebut berlumpur ketika hujan.(b15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2