Waspada
Waspada » Warga Baktiya Barat Tuding Pemkab Aceh Utara Tidak Syukuri Nikmat
Aceh Headlines

Warga Baktiya Barat Tuding Pemkab Aceh Utara Tidak Syukuri Nikmat

Bangunan Puskesmas rawat inap di Kecamatan Baktiya Barat yang belum difungsikan. Kondisinya terancam rusak dan sudah ditumbuhi semak-semak.Waspada/Maimun Asnawi
Bangunan Puskesmas rawat inap di Kecamatan Baktiya Barat yang belum difungsikan. Kondisinya terancam rusak dan sudah ditumbuhi semak-semak.Waspada/Maimun Asnawi

ACEH UTARA (Waspada): Warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara yang tidak ingin disebutkan namanya menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dinilai tidak mensyukuri nikmat.

Pasalnya, Puskesmas rawat inap yang sudah dibangun tahun lalu hingga kini belum difungsikan. Kondisi Puskesmas tersebut saat ini terancam rusak parah.

Warga kepada Waspada, Kamis (13/2) siang juga menggambarkan kondisi Puskesmas rawat inap tersebut. Di sekeliling gedung Puskesmas telah dipenuhi semak-semak. Lantainya mulai retak bahkan sejumlah mobiler telah banyak yang hilang, termasuk ranjang pasien.

Informasi diterima Waspada, pada saat tim akreditasi datang menilai Puskesmas Baktiya Barat di penghujung tahun lalu, ada pihak-pihak yang sengaja menyembunyikan Puskesmas rawat inap tersebut.

“Silahkan datang dan lihat sendiri kondisi Puskesmas rawat inap itu. Kondisinya sangat disayangkan. Kami yakin, untuk membangun gedung tersebut lengkap dengan mobilernya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Bukankah ini namanya tidak mensyukuri nikmat,” sebut warga yang meminta Waspada untuk tidak menulis namanya.

Untuk menghindari kerugian negara, warga tersebut meminta Bupati Aceh Utara, Wakil Bupati Aceh Utara, Sekda Aceh Utara beserta Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara turun langsung melihat kondisi ril di lapangan, agar berita yang disampaikan dirinya tidak menimbulkan fitnah.

“Setelah meninjau segera fungsikan dan bila perlu ganti kepala Puskesmas Baktiya Barat yang tidak merakyat itu. Masyarakat sangat membutuhkan Puskesmas rawat inap. Selama ini masyarakat kewalahan berobat ke RS yang ada di Lhokseumawe, terutama masyarakat kurang mampu disebabkan biaya untuk pedamping pasien terlalu besar, seperti biaya makan dan lain sebagainya. Kalau ada Puskesmas rawat inap, warga lebih dekat dengan rumahnya dan menjadi gampang,” katanya.

Bukankah, sambung warga itu, pemerintah menyediakan Puskesmas rawat inap untuk memudahkan warga mendapatkan perawatan maksimal dan tidak menyusahkan warga kurang mampu berobat di RS umum yang jauh dari rumahnya.

“Kami tidak paham, Puskesmas itu dibangun menggunakan anggaran dari mana, jumlahnya berapa dan siapa yang mengerjakannya. Lalu apa tujuan Puskesmas itu ditelantarkan,” sebutnya.

Jumlah warga kurang mampu di Baktiya Barat, menurut hemat warga tersebut masih cukup banyak.

“Maka tolong dan mudahkanlah warga tersebut. Warga butuh perhatian dari pemerintah. Mohon pemerintah hadir untuk menyelesaikan masalah warganya bukan menambah masalah.” pintanya

Kepala Dinas Akan Cek Kondisi Ril

Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Abdul Aziz saat dikonfirmasi Waspada via telepon, Kamis (13/2) menyebutkan kalau pihaknya belum mendapat laporan dari dinas bersangkutan terkait adanya Puskesmas rawat inap yang tidak difungsikan di Kecamatan Baktiya Barat.

“Saya tanyakan dulu ke kepala dinas. Nanti saya telepon kembali,” sebut Abdul Aziz.

Tak berapa lama, Abdul Aziz memberitahukan kepada Waspada bahwa informasi mengenai Puskesmas rawat inap yang ditelantarkan di Baktiya Barat benar dan kepala dinas telah berjanji akan turun ke lokasi, Senin mendatang.

“Kata kepala dinas informasi itu benar dan Senin mendatang mereka turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi bangunan Puskesmas itu. Untuk informasi lengkap silahkan telepon kepala dinas bersangkutan,” pintanya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir saat dikonfirmasi Waspada kemarin menyebutkan kalau pihaknya telah mendapat informasi mengenai Puskesmas rawat inap yang masih belum difungsikan itu dan berjanji Senin mendatang turun ke lapangan.

“Terus terang saya belum paham dengan kondisi ril karena saya juga baru menjadi kepala dinas di Aceh Utara ini. Namun informasi ini sudah saya terima dan siap saya tidaklanjuti. Terkait berapa jumlah anggaran dan siapa yang mengerjakan bangunan tersebut perlu saya dalami dulu. Nanti saya kabarkan kembali,” kata Amir. (b18)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2