Vaksinasi Tidak Mematikan Orang

- Aceh
  • Bagikan

LANGSA (Waspada) : Vaksinasi tidak mematikan orang dan bila vaksin itu mematikan maka orang yang pertama mati adalah TNI dan Polri karena mereka yang pertama disuntik vaksin, namun hingga hari ini mereka baik-baik saja, makanya jangan percaya berita hoaks.

Demikian Asisten I Pemko Langsa, Suryatno AP MSP, saat membuka secara resmi sosialisasi penanganan pandemic Covid 19 dan percepatan program vaksinasi Nasional bagi relawan gampong dalam wilayah Kota Langsa, yang digagas oleh Lembaga Orientasi Pengembangan Masyarakat Madani Indonesia (LOPMMI) di Aula Vitra Convention Hall, Rabu – Kamis (3-4/11).

Asisten I Pemko Langsa, Suryatno AP MSP, saat membuka acara sosialisasi penanganan pandemic Covid 19 dan percepatan program vaksinasi Nasional bagi relawan gampong dalam wilayah Kota Langsa, yang digagas oleh Lembaga Orientasi Pengembangan Masyarakat Madani Indonesia (LOPMMI) di Aula Vitra Convention Hall, Rabu (3/11).Waspada/Rapian

Menurut Suryatno, memasuki tahun kedua dalam kurun waktu dua tahun ini tercatat 1.193 yang sudah sembuh dan 95 yang sudah meninggal, dan kini tersisa 2 orang saja yang terkonfirmasi Covid 19.

Pada masa-masa awal pandemi timbul kepanikan akibat tidak siap, kebijakan silih berganti dan pemerintah sebentar-sebentar mengganti peraturan, itulah yang terjadi pada Pandemi Covid 19 tidak saja Indonesia namun seluruh dunia mengalami hal sama.

“Banyak korban jiwa yang meninggal akibat Covid 19, namun kini kondisi Kota Langsa sudah melandai kasus Covid 19,” paparnya. Oleh karenanya maka turut bersyukur kasus Covid 19 di Langsa melandai jauh dari awalnya

“Dalam laporan seminggu ini tidak ada yang positif Covid 19 dari hasil PCR, hari ini kita berlaku 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment), ini upaya pemerintah untuk dilakukan tes, pada awalnya kucar-kacir lari waktu dilakukan tes untuk mengetahui Covid 19 dan seakan dunia kiamat,” ujar Suryatno yang juga Wakil Sekretaris Satgas Covid 19.

Inilah penanganan yang dilakukan oleh pemerintah dalam menghempang laju Covid 19, lantas isolasi kepada yang terpapar. Saat ini banyak berita melalui Medsos, banyak orang yang percaya berita hokas, seharusnya tabayun dulu untuk mempercayai sebuah berita.

Lalu, vaksinasi terendah dari lima urutan paling bawah di Indonesia terjadi di Aceh, sangat rendah padahal sudah diamanahkan dalam Permen Keuangan terkait penggunaan anggaran.

Lanjutnya, vaksinasi Kota Langsa 42 persen dari 145.887 orang yang harus divaksin di mana targetnya 76 persen dari jumlah penduduk Kota Langsa sesuai dengan ketentuan WHO. Target vaksinasi dari Provinsi, 58 persen untuk Kota Langsa hingga November mendatang. Hal ini dilakukan agar di tahun 2022 tidak lagi soal penanganan Covid 19 hanya penangganan ekonomi saja, kiranya target ini dicapai di tahun 2021, terangnya.

“Jangan karena sembako baru mau divaksin, di Jakarta warga berjam-jam untuk divaksin demi mencari nafkah, saat ini harus tetap diterapkan 4M yakni Memakai masker, Mencuci Tangan dengan air, Menjaga Jarak dan Menghindari kerumunan,” pintanya

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Orientasi Pengembangan Masyarakat Madani Indonesia (LOPMMI), Reyhan Phonna, menyatakan dasar hukum pelaksanaan berdasarkan Perwal No 13 tahun 2021 tentang prioritas penggunaan dana gampong tentang transformasi relawan gampong lawan Covid 19 menjadi relawan Gampong aman Covid 19.

Ketua Panitia pelaksana yang juga Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Orientasi Pengembangan Masyarakat Madani Indonesia (LOPMMI), Reyhan Phonna, pada acara sosialisasi penanganan pandemic Covid 19 dan percepatan program vaksinasi Nasional bagi relawan gampong dalam wilayah Kota Langsa, di Aula Vitra Convention Hall, Rabu (3/11).Waspada/Rapian

“Maksud dan tujuan dari sosialisasi penanganan pandemic Covid 19 dan percepatan program vaksinasi Nasional bagi relawan Gampong dan membantu Pemko Langsa dalam penanganan Covid 19 dan salah satu upaya melindungi masyarakat dari ancaman wabah Covid 19,” jelas Reyhan.

Tujuan lain mempercepat penanganan Covid 19, meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mendeteksi dan merespon terhadap Covid 19, meningkatkan antisipasi perkembangan Covid 19, mendorong terbentuknya kekebalan tubuh kelompok untuk mencegah penyebaran Covid 19 dan melindungi kesehatan masyarakat. Lalu, menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi masyarakat.

Narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh, H Fazli SKM M.Kes, menyampaikan materi media masa yang berperan dalam menyampaikan informasi dan edukasi masyarakat.

“Garda terdepan sebagai media massa dalam menghadapi gempuran berita-berita bohong (hoaks) di media sosial, berita hoaks bisa ditenggelamkan dengan gencarnya berita-berita yang bersifat edukatif dan inspiratif,” ujar Fazli.

Acara dihadiri oleh Camat Langsa Lama, H Zakaria, SE, Camat Langsa Timur, Hendri Seonandar SSTP MSP, Dinas DPMG, Mukim Gampong Danramil 0104/Atim, Kapten Arh Nana Sutiana, Kasubag Dal Ops Polres Langsa, Iptu Aiyub, Koordinator Krisis Kesehatan dr Novita Soviati, Kepala Seksi Intelijen Kajari Langsa, Syahril SH MH dan Ketua MPU Kota Langsa, Tgk. H.Salahuddin Muhammad, S.Ud dan 170 relawan gampong siaga Covid 19. (crp).


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.