Usai Diseruduk Demo, Kapolres Kutip Ceceran Sampah Mahasiswa

  • Bagikan

As-Syarafu bil adabi laa bin nasabi artinya Kemuliaan itu adalah dengan adab (budi pekerti), bukan dengan keturunan.

Pasca aksi demo tolak kenaikan BBM oleh ribuan mahasiswa yang mengepung Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Senin (12/9), bukan hanya menimbulkan korban satu orang polisi dan lima mahasiswa terluka melainkan juga menyisakan puing kaca jendela yang pecah serta ceceran sampah yang dibuang sembarangan oleh ribuan mahasiswa Unimal.

Namun sungguh terpujinya tanpa perlu menunggu petugas kebersihan BLHK, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, SIK malah memimpin kurve bersihkan sampah mahasiswa.

Bahkan sosok putra Aceh ini juga langsung turun tangan memungut satu persatu persatu ceceran sampah bersama pasukannya di halaman Gedung DPRK Lhokseumawe.

Pemandangan ini sempat membuat para wakil rakyat kagum dan tak pernah menyangka tindakan terpuji polisi. Padahal polisi yang tadinya diseruduk aksi demo mahasiswa, kini dengan rela membersihkan sampah mahasiswa yang dibuang sembarang tempat.

Jika ada yang bertanya cara menjadi seorang pemimpin baik, maka jawabannya adalah: bacalah sirah nabawi. Karena semua karakter pemimpin yang baik, ada di dalam diri Nabi Muhammad.
Sikap terpuji Nabi Muhammad S. A. W diantaranya memuliakan tamu, meskipun tamu itu kafir (kafir dzimmi, bukan kafir harbi).

Kisah ini diceritakan di dalam kitab al-Matsnawi karya Jalaluddin Rumi. Singkat cerita, suatu ketika beberapa orang kafir memohon kebaikan untuk dapat menginap dan makan. Lalu Nabi Muhammad memanggil sahabatnya untuk menyambut dan masing -masing membawa pulang satu orang tamu ke rumah.

Nabi Muhammad pun membawa pulang seorang kafir sebagai tamu dirumahnya, dan dijamu dengan makanan lezat serta mempersiapkan kamar tidur yang nyaman.

Di pertengahan malam, orang kafir terbangun dari tidurnya, karena merasakan perutnya mulas dan ingin buang air besar. Sialnya karena sudah tahan ia keluarkan kotorannya di selimut yang diberikan Nabi Muhammad.

Karena merasa malu orang kafir itu melarikan diri tanpa permisi dan berterima kasih.
Nabi Muhammad membiarkannya pergi untuk menjaga harga dirinya. Kemudian Nabi Muhammad membersihkan kotoran itu dengan tangannya sendiri.

Parahnya lagi, si kafir itu mendadak kembali karena sebuah berhala sembahannya tertinggal dalam kamar. Saat itulah dia terperanjat melihat Nabi Muhammad yang sedang membersihkan kotorannya, malah menyapa dan menyambut si kafir dengan ramah.

Seketika itulah, si kafir menitikkan air matanya karena terharu dan tersanjung dengan sikap mulia dan terpuji Rasulullah. WASPADA/Zainuddin Abdullah




Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Usai Diseruduk Demo, Kapolres Kutip Ceceran Sampah Mahasiswa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *