UGL Agara Gelar Seminar Nasional Terbuka

UGL Agara Gelar Seminar Nasional Terbuka

  • Bagikan
Bupati Agara, Drs. H. Raidin Pinim MAP sedang menyampaikan sambutannya dalam acara seminar Nasional secara terbuka di pelataran kampus UGL Kutacane Kamis (14/10).Waspada/Seh Muhammad Amin

KUTACANE (Waspada): Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) menggelar seminar nasional secara terbuka di pelataran Kampus UGL setempat, Kamis (14/10). UGL Kutacane pertama kalinya menggelar Seminar Nasional secara terbuka bertemakan ‘Peran Pemuda Dalam Menyukseskan Penyelenggaraan Pesta Demokrasi (Pemilu dan Pilkada)’.

Seminar berskala nasional ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Ahmad Doli Kurnia Tanjung (Sumatera Utara). Kemudian, Anggota Komisi IV DPR- RI Alien Mus (Maluku Utara), HM. Salim Fakhry, SE, MM asal Aceh Tenggara juga anggota Komisi IV DPR-RI.

                                             

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UGL), Hairul Sukandi sangat mengapresiasi kegiatan ini, sebab di tangan rektor yang baru, Indra Utama sudah mampu memperkenalkan UGL ke kancah nasional. “Melalui seminar ini, mahasiswa dan pemuda dapat membuka wawasan sehingga pemuda dan mahasiswa dapat menjadi fondasi di negeri ini dan harus siap andil, serta berperan dalam kancah politik,” ujar Hairul.

Dalam sambutannya, Rektor UGL Indra Utama, mengatakan seminar ini merupakan satu loncatan yang bertaraf nasional dan baru pertama kali diadakan untuk pemuda pemudi khususnya Aceh Tenggara.

Senada dengan rektor, Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim, sekaligus Pembina Yayasan Pendidikan Gunung Leuser (YPGL) berharap seminar yang dilaksanakan ini bertujuan membuka wawasan pemuda akan peran aktif dalam pesta demokrasi akan datang, sebab peran pemuda amat strategis dalam penyelenggaraan demokrasi. “Pemuda dan mahasiswa memiliki potensi strategis sebagai tulang punggung bangsa dan dijadikan sebagai aset dalam membangun negara,” sebut Raidin.

Ia berharap peran pemuda akan terlihat dalam momentum dan mengawal keberlansungan Pilkada dan Pemilu karena pemuda sebagai titik waras dalam pesta demokrasi yang akan datang, dan dapat berkarakter mandiri serta rela berkorban demi kepentingan bangsa.

Melalui seminar ini, kata Raidin, pemuda dan mahasiswa agar tidak terjebak dalam praktisi politik dan dapat menghindari fenomena politik uang. “Semoga Pemilu dan Pilkada yang akan datang peran pemuda dan mahasiswa wajib sebagai garda terdepan dalam mengawal keberlansungan dan demokrasi yang berkualitas,” tutup Raidin Pinim.

Sementara, dalam acara seminar tersebut, selain hadir Forkopimda juga tampak para camat, Kades, pemuda dan para undangan lainnya. (Cseh)

  • Bagikan