Tujuh Pelanggar Syariat Di Pidie Dicambuk - Waspada

Tujuh Pelanggar Syariat Di Pidie Dicambuk

- Aceh
  • Bagikan

SIGLI (Waspada): Tujuh pelanggar Syariat Islam di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, menjalani eksekusi hukuman cambuk di Halaman Apel Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pidie, Senin (22/11) sore.

Ketujuh pelanggar Syariat Islam tersebut, diantaranya lima orang terpidana maisir dan dua terpidana zina. Kelima terpidana maisir atau judi, mereka adalah LH dicambuk 23 kali, HI dicambuk 28 kali, MR, dicambuk 28 kali, ML dicambuk 18 kali, dan II dicambuk 18 kali.

Sementara itu dua terpidana zina MHL, dan WH masing-masing dicambuk 100 kali. Proses jalanya eksekusi cambuk tersebut dilaksanakan terbuka untuk umum dan disaksikan oleh pihak keluarga terpidana masing-masing.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Pidie, Gembong Priyanto, SH.M.Hum mengatakan ketujuh terpidana, itu dicambuk karena terbukti melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, yakni maisir (judi) dan zina. Lanjut dia, “ Sejatinya kita semua tidak menginginkan hal ini terjadi. Kami sangat prihatin dan berharap tidak ada lagi yang melakukan pelanggaran seperti ini, juga pelangaran-pelanggaran hukum yang lain. Kendati ada juga yang membandel tetap kami tindak sesuai hukum yang ada” kata Gembong Priyanto. Hal ini disampaikannya di sela-sela memantau langsung pelaksanaan jalannya prosesi hukuman cambuk terhadap ketujuh pelanggar syariat islam tersebut yang berlangsung di halaman apel kantor Kejari Kabupaten Pidie.

Dia menjelaskan, ketujuh terpidana ini rencananya akan menjalani eksekusi cambuk pada, Selasa (23/11) di Masjid Istiqamah, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Namun karena ada kunjungan kerja Jaksa Agung Pembinaan Kejagung RI se wilayah Kejaksaan Tinggi, Provinsi Aceh, maka jadwal eksekusi cambuk terhadap tujuh terpidana pelanggar qanun Aceh di Kabupaten Pidie tersebut, diundurkan pada Senin (21/11) dengan lokasi di halaman apel kantor Kejari Kabupaten Pidie.

Gembong menuturkan, salah satu tujuan dilaksanakannya penegakan qanun ini untuk memberi kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat dari perbuatan yang melanggar nilai-nilai agama dan budaya. “Dengan adanya pelaksanaan hukuman cambuk, ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua yang hadir sehingga ke depannya tidak terjadi lagi pelanggaran syariat Islam di daerah kita ini,” katanya.

Karena itu, dia mengimbau kepada semua elemen masyarakat di Kabupaten Pidie untuk menjauhi perbuatan pidana yang dilarang dalam qanun syariat Islam maupun tindak pidana lainnya sehingga ketertiban umum di daerah itu tetap terjaga dan kondusif. (b06)

Algojo sedang mencambuk terpidana pelanggar Syariat Islam di depan umum. Prosesi eksekusi cambuk ini dilaksanakan di Lapangan Apel kantor Kejari Kabupaten Pidie, Senin (21/11) sore. Waspada/Muhammad Riza

  • Bagikan