Waspada
Waspada » TNI/Polri Kawal Satpol-PP Lhokseumawe, Tertibkan Baliho HRS Di Posko FPI
Aceh Headlines

TNI/Polri Kawal Satpol-PP Lhokseumawe, Tertibkan Baliho HRS Di Posko FPI

TNI/Polri Kawal Satpol-PP Lhokseumawe, Tertibkan Baliho HRS Di Posko FPI. Waspada/Ist
TNI/Polri Kawal Satpol-PP Lhokseumawe, Tertibkan Baliho HRS Di Posko FPI. Waspada/Ist

LHOKSEUMAWE (Waspada): Puluhan personel TNI/Polri kawal petugas Satpol-PP Kota Lhokseumawe untuk menurunkan dan menertibkan spanduk dan baliho bergambar Habib Riziq Sihab (HRS) di dua titik markas FPI Kec. Blang Mangat dàn Banda Sakti.

Informasi penurunan spanduk dan baliho HRS akhirnya diketahui publik, setelah pimpinan FPI sekaligus pimpinan Dayah Darul Mujahiddin Muslem At-Thahiri merilis pernyataan protes terhadap tindakan penurunan baliho HRS tersebut.

Apalagi tindakan itu terkesan dadakan yang berlangsung Jumat (27/11) , sekira pukul 03.30 WIB dini hari dengan sasaran baliho HRS yang dipajang di depan Keude Aceh Kec. Banda Sakti dan Dayah Darul Mujahiddin Gampong Blang Weu Panjo Kec. Blang Mangat yang merupakan Posko FPI.

Muslem mengaku saat kejadian itu, dirinya pun sedang tidak berada di tempat. Muslem juga menilai tindakan tersebut sarat dengan muatan politis dan tidak logis dilakukan secara mendadak serta hanya baliho HRS saja yang diturunkan.

“Bila benar mau menertibkan secara aturan, harusnya mereka bisa memberitahukan dari awal atau menegur secara resmi melalui surat resmi. Tapi kenyataannya tidak begitu. Masih banyak baliho lain yang tidak bayar pajak dan izin,” tegasnya.

Muslem menegaskan dirinya tetap mematuhi juga menghormati aturan dan hukum yang berlaku, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan cara mempelajarinya. Setelah itu, akan mengurus surat ijin dan pajaknya untuk dapat memasangkan kembali balihi HRS seperti semula.

Kepala Satpol-PP Kota Lhokseumawe Zulkarnain membenarkan pihaknya bersama Tim Gabungan puluhan personel TNI / Polri telah menertibkan pemasangan baliho liar. Penurunan baliho bergambar Habib Riziq Syihab (HRS) di dua titik itu berlangsung pada Jumat (27/11) sekitar pukul 04:00.

Zulkarnain mengaku saat sedang melakukan patroli rutin yustisi protokol kesehatan, tiba-tiba petugas mendapat perintah dari pimpinannya yakni Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya untuk menertibkan spanduk dan baliho di dua titik Posko FPI Kecamatan Banda Sakti dan Kec. Blang Mangat. Sehingga tanpa banyak pertanyaan Zulkarnain pun menjalankan tugas sesuai perintah dan turun bersama dengan tim gabungan TNI/Polri yang kawal penertiban.

Zulkarnain juga membantah dalam kegiatan tersebut tidak ada muatan politisnya dan petugas hanya menjalankan perintah untuk melakukan penertiban terhadap baliho liar yang belum mengurus surat ijin dan membayar pajak reklame.

Bahkan penertiban baliho HRS juga berlangsung damai dengan cara persuasif tanpa menimbulkan keributan. Tim gabungan yang mendatangi lokasi baliho tetap mengedepankan sopan santun dan berkomunikasi dengan baik.
Petugas langsung menyampaikan secara lisan dan berupaya mengambil hati orang FPI bahwa perlu dilakukan penertiban baliho yang liar karena melanggar aturan.

Ketika penertiban di Posko FPI Gampong Keude Aceh, petugas menemui Tgk. Sulaiman Lhok Weng untuk berkomunikasi baik-baik agar tidak terjadi kesalah pahaman.

Sementara itu, ketika mendatangi Dayah Darul Mujahiddin di Gampong Blang Weu Panjoe Kec. Blang Mangat, ternyata Tgk Muslim At-thahiry tidak berada di tempat, karena sedang berada di Banda Aceh. Akhirnya petugas berkoordinasi dengan Tgk Fachrul selaku Ketua relawan FPI.

Sehingga penertiban itu berjalan mulus tanpa persoalan dan pihak FPI juga sangat koorperatif dan antusias menyambut kedatangan petugas.

Setelah mendengar penjelasan, pihak FPI pun tidak dapat membantah atau berdebat hingga dengan leluasa petugas Satpol-PP menurunkan baliho dengan rapi agar tidak rusak.

Baliho yang sudah diturunkan juga tidak diamankan atau disita, tapi justru diserahkan kembali pada pihak FPI secara baik-baik agar bisa digunakan kembali bila sudah mengurus ijin dan bayar pajaknya.

Selain itu, Zulkarnain juga menjelaskan tujuan penertiban baliho juga bertujuan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan suhu politis yang sedang berkembang di daerah pusat ďan luar Aceh.

“Sebelum diturunkan, kita bernegosiasi dulu, menjelaskan secara baik-baik bahwa baliho tersebut ditertibkan karena tidak memiliki izin. Usai memberi pemahaman dan penjelasan akhirnya baliho diturunkan dan diserahkan kembali kepada mereka. Jadi kita menjalankan perintah pimpinan dan tidak ada muatan politis,” paparnya.

Hal serupa juga diungkapkan Kabid Trantib Sulaiman dan Kasi Op Wilayatul Hisbah Tgk Fauzan yang ikut dalam upaya mediasi sebelum penertiban dilaksanakan.

“Tim Satpol PP ada 15 petugas, kemudian TNI Polri ada 20 personil. Setelah kita turunkan, baliho tersebut kita serahkan ke anggota FPI. Tidak yang rusak, hanya diturunkan saja dan dipindahkan ke dalam,” kata Kabid Trantib Sulaiman menjelaskan keikutsertaan TNI/Polri kawal penertiban baliho.

“Memang itu bukan baliho iklan yang harus membayar pajak. Namun secara aturannya memang pemasangan baliho walaupun di dalam pekarangan rumah wajib memiliki izin,” pungkasnya.

Ke depan, pihak Satpol-PP akan meningkatkan penertiban terhadap seluruh baliho atau spanduk liar yang terpasang di tempat umum. (b09)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2