Waspada
Waspada » Tingkatkan Kualitas, Penyuluh Pertanian Dan Petani Ikuti Bimtek
Aceh

Tingkatkan Kualitas, Penyuluh Pertanian Dan Petani Ikuti Bimtek

Anggota DPR RI, Muslim SHI MM saat membuka secara resmi Bimtek penyuluh pertanian dan Patani didampingi Direktur Polbangtan Medan, Ir. Yuliana Kansrini, MSi, di Aula Hotel Harmoni Langsa, Jumat (19/2). Tingkatkan Kualitas, Penyuluh Pertanian Dan Petani Ikuti Bimtek. Waspada/Dede
Anggota DPR RI, Muslim SHI MM saat membuka secara resmi Bimtek penyuluh pertanian dan Patani didampingi Direktur Polbangtan Medan, Ir. Yuliana Kansrini, MSi, di Aula Hotel Harmoni Langsa, Jumat (19/2). Tingkatkan Kualitas, Penyuluh Pertanian Dan Petani Ikuti Bimtek. Waspada/Dede

 

LANGSA (Waspada) : Sebanyak 80 penyuluh pertanian dan petani Kota Langsa mengikuti Bimbingan Tehnis (Bimtek) guna meningkatkan kualitasnya yang digelar oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Wilayah Koordinasi Polbangtan Medan, di Aula Hotel Harmoni, Jumat (19/2) sore.

Bimbingan teknis dibuka Anggota Fraksi Demokrat Komisi IV DPR RI, Muslim SHi MM, didampingi Direktur Polbangtan Medan, Ir. Yuliana Kansrini, MSi.

Hadiri Wakil Ketua II DPRK Langsa, Ir Joni, Anggota DPRK Langsa, T Ratna Laila Sari MM, Zulfikar, Ferizal Amri, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Langsa, Syahyuzar Aka, serta Kadis Pertanian, Pangan Kelautan dan Perikanan Kota Langsa Banta Ahmad S. ST.Pi.

Dalam sambutannya, Muslim, mengajak para penyuluh pertanian tidak hanya sebagai penyuluh, melainkan harus bisa menjadi garda terdepan dalam program-program pertanian.

“Jadilah penyuluh pertanian yang mumpuni yang bisa mengajak para petani menuju kebangkitan ekonomi lewat pertanian diera milenial ini,” ujar Muslim.

Kendati demikian diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas SDM pertanian, khususnya penyuluh.

Selain itu juga Muslim, menekankan bahwa Bimtek ini kiranya dapat menumbuhkembangkan wirausaha khususnya dibidang pertanian di era modern saat ini.

“Dengan adanya Bimtek ini diharapkan para penyuluh dan petani memahami terhadap konsep pertanian yang modern dan produktif,” pinta Muslim Anggota DPR RI.

Pada sesi selanjutnya Muslim didapuk sebagai narasumber yang menjelaskan peran dan dukungan legislatif terhadap pembangunan pertanian. Dimana di era kabangkitan petani milenial sudah saatnya kaum muda mengambil peran dalam dunia pertanian.

“Berjuang untuk ketahanan pangan Nasional menciptakan peluang, menuju swasembada pangan mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteran kaum petani,” ujarnya.

Lain hal ada beberapa fungsi DPR yakni sebagai perwujudan selaku pemegang kekuasaan membentuk UU, baik anggaran dilaksanakan untuk membahas dan memberikan persetujuan atau tidak dan juga memberikan persetujuan terhadap rancangan UU tentang APBN yang nanti akan diajukan oleh Presiden.

Lanjutnya, mengawal kebijakan anggaran agar berpihak kepada
pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani. Menyerap, memperjuangkan dan mengawal kebijakan dan produk hukum bidang pertanian agar berpihak pada kepentingan pembangunan pertanian, masyarakat dan petani mengawal kinerja mitra kerja yang bergerak di bidang pertanian dan pangan.

Selain tiga fungsi di atas, DPR RI juga berperan menyerap aspirasi masyarakat, bersilaturahmi dengan masyarakat, mendengar keluhan masyarakat, memperjuangkan aspirasi dan harapan rakyat.

“Utamanya akan memperjuangkan aspirasi di bidang pembangunan pertanian,” tegas Muslim putra asli Aceh itu.

Sedangkan tiga narasumber lain yang memberikan pencerahan bagi para penyuluh maupun petani meliputi Armijal ST. M. Eng (TA DPR RI) dengan judulnya kreatif di masa kritis, memanfaatkan teknologi digital untuk produktivitas dan kesejahteraan petani.

Lalu dilanjutkan oleh Ir. Cut Mulyani MP (Dekan Pertanian Universitas Samudera) membahas tentang pembentukan dan penguatan kelompok usaha bersama (KUB) untuk kesejahteraan petani.

Selanjutnya sesi terakhir oleh Zakaria (Anggota Asosiasi Penangkar Prov Aceh, Direktur Perusahaan Kabong Betara) menukilkan menjadi penangkar berdaya dan sejahtera, kiat dan potensi usaha penangkaran di Provinsi Aceh. (b13).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2