Waspada
Waspada » Tim Patroli Laut BC Gagalkan Penyelundupan Ayam Dan Kura-kura
Aceh

Tim Patroli Laut BC Gagalkan Penyelundupan Ayam Dan Kura-kura

Waspada/Munawar Kapal Motor (KM) Tanpa Nama membawa 79 kotak hewan, berisikan ayam dan kura-kura di perairan Timur Laut Tamiang Provinsi Aceh saat bersandar di Pelabuhan Kuala Langsa, Sabtu (30/1).

 

LANGSA (Waspada): Tim Patroli Laut Bea Cukai Gabungan terdiri dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau, Kanwil DJBC Aceh dan Pangkalan Sarana Operasi DJBC Tanjungbalai Karimun, Sabtu (30/1) menangkap satu kapal Kapal Motor (KM) Tanpa Nama membawa 79 kotak hewan, berisikan 76 kotak ayam dan 3 kotak berisikan kura-kura di perairan Timur Laut Tamiang Provinsi Aceh.

Kakanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro, Sabtu, (30/1) malam mengatakan, penangkapan kapal tersebut berawal dari patroli kapal BC30005 sekirq pukul 07:30 saat melakukan patroli laut di perairan Aceh Tamiang.

Tim dari Kapal BC30005 melihat adanya satu unit kapal mencurigakan pada radius 2 mil dari radar.

Setelah berhasil mendekati target, BC30005 meminta kapal tersebut berhenti untuk dilakukan pemeriksaan, namun kapal tersebut melakukan upaya penghindaran dengan melarikan diri.

Selanjutnya karena kapal tersebut menunjukkan sikap tidak kooperatif, akhirnya Tim gabungan patroli laut BC30005 melakukan pengejaran dan berusaha menghentikan KM. Tanpa Nama di perairan Timur Laut Tamiang.

Untuk membantu pelaksanaan pengejaran, maka pada pukul 08:00, nahkoda kapal BC30005 memerintahkan untuk menurunkan Sea Rider BC30005.

Dikatakannya lagi, Saat Sea Rider mendekati KM. Tanpa Nama terlihat bahwa Anak Buah Kapal (ABK) pada kapal tersebut yang berjumlah tiga orang melompat ke laut dan kemudian diselamatkan serta berhasil diamankan oleh sea rider BC30005.

Pengejaran berakhir pada pukul 09:30 WIB, dengan BC30005 Sandar Mendekati KM. Tanpa Nama yang diikuti oleh sea rider yang membawa tiga orang ABK kapal tersebut.

Kemudian, pada pukul 10:00 kapal tersebut beserta ABK dan muatannya diamankan dan dibawa ke Kantor Bea Cukai Langsa untuk dilakukan pengembangan informasi dan penanganan lebih lanjut bersama Tim gabungan Kanwil DJBC Aceh.

Isnu Irwantoro menambahkan, upaya penindakan tersebut merupakan bukti keseriusan dan kegigihan Bea Cukai dalam memberantas barang-barang ilegal dan menutup pintu masuk para penyelundup ke wilayah Indonesia.

“Tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan dan berpotensi membawa bibit penyakit karena tidak melalui jalur importasi resmi dan perizinan karantina hewan, sekaligus upaya nyata Bea Cukai dalam mengamankan penerimaan negara, tegasnya.

Selanjutnya, sanksi hukum terhadap pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan, yaitu: “Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana enjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000.(b24)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2