Waspada
Waspada » Tim Paralegal P2TP2A Bener Meriah Mundur, Gaji Cuma 300 Ribu
Aceh

Tim Paralegal P2TP2A Bener Meriah Mundur, Gaji Cuma 300 Ribu

Tim Paralegal P2TP2A melakukan pertemuan dengan Plt Bupati Bener Meriah di ruang Ciber Setdakab setempat, Jum’at (11/6). Waspada / Eri Tanara

REDELONG (Waspada) : Plt Bupati Bener Meriah, Dailami didampingi Sekda Haili Yoga menggelar pertemuan dengan tim paralegal Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Jum’at (11/6).

Pertemuan yang berlangsung di ruang ciber Setdakab Bener Meriah itu menindaklanjuti enam orang mengajukan pengunduran diri sebagai tim paralegal P2TP2A pada Rabu 9 Juni 2021 lalu.

Diketahui ke enam paralegal tersebut mengundurkan diri lantaran merasa selama ini tidak mendapat perlindungan, pengayoman dan perhatian Pemkab Bener Meriah.

Padahal, tim P2TP2A tersebut bekerja setiap saat untuk pendampingan terhadap korban kasus kriminal khususnya perempuan dan anak.

Plt Bupati Bener Meriah, Dailami dalam arahannya menyamapaikan pihaknya akan menyeselaikan persoalan yang dihadapi tim Paralegal P2TP2A tersebut.

“Saya instruksikan Sekda Haili Yoga dan para Asisten agara membahas penganggaran sesuai dengan rugulasi dan kebutuhan di lapangan untuk paralegal P2TP2A,” kata Dailami.

Dailami mengharapkan setiap persoalan yang dihadapi agar dilakukan sesuai dengan musyawarah bersama.

“Dalam hal ini, saya meminta agar paralegal tidak jadi mengundurkan diri dan intinya apa yang menjadi harapan akan kami tindaklanjuti,” sebutnya.

Sementara itu, Sekda Bener Meriah Haili Yoga menambahkan, pihaknya selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan membahas anggaran untuk paralegal P2TP2A.

“Jadi pembahasan hari ini bukan menerima pengunduran diri paralegal. Tapi mencari solusi untuk kedepannya. Disamping itu juga kami akan mencaribantuan keuangan dari luar atau lembaga lain yang bersifat tidak mengikat,” ujarnya.

Secara terpisah, Sahwani salah satu tim paralegal P2TP2A Bener Meriah saat dikonfirmasi Waspada mengatakan, pengunduran diri itu berdasarkan kurangnya perhatian Pemkab setempat kepada tim paralegal tersebut.

“Sudah empat tahun kami bekerja, tapi gaji kami hanya Rp 300 ribu perbulan itu pun dibayar per triwulan, belum lagi uang makan kami hanya Rp 15 ribu perminggu, beban pekerjaan kami banyak, salah satunya mendampingi korban kekerasan seksual terhadap anak,”ujarnya.

Atas dasar tersebut kata Sahwani, pihaknya mengajukan penguduran diri sebagai tim paralegal kepada ketua P2TP2A Nikmah Sarkawi diteruskan ke Dinas P3AKB Bener Meriah.

“Lantas surat tersebut disampaikan ke Bupati Bener Meriah dengan tembusan ke DPRK setempat. Namun pihak Dinas P3AKB sempat melarang kami untuk mengajukan pengunduran itu,” katanya. (Cet)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2