Tim Gabungan Amankan Enam Nelayan Pakai Kompresor Di Aceh Singkil

- Aceh
  • Bagikan
Tim gabungan dari DKP Aceh dan Aceh Singkil serta Satpol Airud menunjukkan BB kompresor bersama nelayan pemiliknya. Waspada/Arief H
Tim gabungan dari DKP Aceh dan Aceh Singkil serta Satpol Airud menunjukkan BB kompresor bersama nelayan pemiliknya. Waspada/Arief H

SINGKIL (Waspada): Tim gabungan yang terdiri dari DKP Aceh, DKP Aceh Singkil, Pangkalan PSDKP Lampulo, serta Satpol Airud Polres melakukan operasi pengamanan laut di kawasan Kepulauan Banyak Kabupaten Aceh Singkil.

Dalam operasi tersebut tim gabungan berjumlah 10 personel, berhasil mengamankan 6 nelayan yang beroperasi dengan menggunakan kompresor.

Kabid Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan DKP Aceh Ir Samsul Kamal didampingi Kabid Pengawasan DKP Aceh Singkil Chazali dikonfirmasi Waspada.id di Kantor DKP Aceh Singkil, Rabu (15/9) membenarkan pihaknya telah mengamankan sebanyak 6 perahu bermesin beserta pemiliknya yang diketahui sedang beroperasi menangkap ikan dengan menggunakan kompresor dan alat tangkap ikan Alkap Tombak yang dilarang. Mereka diamankan dikawasan perairan Pulau Ujong Batu Kabupaten Aceh Singkil, dengan lokasi titik koordinat 02° 22′ 27,43” N – 097° 23′ 34,43″ T, kata Kamal.

Sebelum melakukan pengintaian, dengan menggunakan kapal lumba-lumba milik DKP Kabupaten Aceh Singkil, tim gabungan sekitar pukul.22:00 WIB sejak kemarin hingga pagi, Rabu terus melakukan pengintaian di kawasan perairan Pulau Banyak.

Sesuai UU nomor.45 tentang perikanan dan larangan menggunakan alat bantu yang merusak lingkungan. Dan UU nomor.5 tahun 1990 tentang perlindungan ekosistem. Aceh Singkil merupakan wilayah strategi perikanan serta kawasan Taman Wisata Alam (TWA) dan konservasi sehingga menjadi wilayah pengawasan khusus DKP.

Saat ini pemilik perahu dan kompresor sudah dibawa kekantor Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Aceh Singkil. Termasuk barang bukti (BB) berupa kompresor dan alat tangkap, berupa 6 unit kompresor, 6 rol selang, 9 buah dakor, 9 buah tembak ikan, 9 pasang kaki katak (Fin) dan 9 buah Senter. “BB semua sudah kita amankan, dan sebagian akan dibawa ke DKP Provinsi, tapi perahu tetap ditinggal di Pulau Banyak dan akan dikembalikan setelah dilakukan pembinaan kepada para nelayan,” ucap Kamal.

Ke depan pihaknya akan melibatkan Panglima Laut, Mukim dan perangkat desa untuk duduk bersama melakukan sosialisasi dan pembinaan.

Masing-masing nakhoda yang diamankan, Yarman Bin Eliyaki, 35, sebagai Nakhoda dan penyelam, Hendirman Bin Amurdin, 40, sebagai petugas ulur selang masing-masing Warga Teluk Nibung, Syukri bin Awaluddi Zilihu, 31, Nakhoda & penyelam, Salmuan Bin, 44, Itha bin Raradede, 31, Yuberius Bin Amasini, 29, selaku penyelam, Jadirahman Bin Fauzatule, 21, selaku penyelam.
Kemudian Heri Sukmawan bin Tasrip, 31, Nahkoda dan Penyelam. Sapardin Zai bin Ama Yamu, 37, Arti Zai bin Anotoa, 23, pemilik sekaligus penyelam, Darma Gule Bin Toro Zindu, 19, nahkoda sekaligus penyelam, Boy Bin Otobin, 16, selaku penyelam. (B25)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.