Waspada
Waspada » Tiga Ahli Waris Kepala Sekolah Dan Guru Honorer Terima Klaim BPJAMSOSTEK Rp42 Juta
Aceh

Tiga Ahli Waris Kepala Sekolah Dan Guru Honorer Terima Klaim BPJAMSOSTEK Rp42 Juta

Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya didampingi Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Lhokseumawe, Syarifah Wan Fatimah menyerahkan klaim jaminan kematian untuk tiga orang guru dan kepala sekolah honorer di Aula BPKD Lhokseumawe, Jumat (19/2) pukul 14:30. Waspada/Maimun Asnawi

 

LHOKSEUMAWE (Waspada): Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lhokseumawe, Syarifah Wan Fatimah, Jumat (19/2) pukul 14:30 di Aula Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Lhokseumawe menyerahkan klaim jaminan kematian untuk tiga ahli waris dari tiga kepala sekolah dan guru honorer di Kota Lhokseumawe. Masing-masing mendapatkan Rp42 juta.

Jumlah klaim untuk program jaminan kematian yang dikeluarkan BPJAMSOSTEK Cabang Lhokseumawe untuk tiga tenaga kerja honorer itu mencapai Rp126 juta. Kepesertaan ke tiga almarhum tersebut sebagai anggota BPJAMSOSTEK baru hitungan hari. Pun demikian klaim untuk program jaminan kematian tetap diberikan dalam jumlah penuh yaitu Rp42 juta pr orang.

“Bapak Bambang Sutrisno merupakan guru honorer di SMP Negeri Arun. Beliau didaftarkan pada tanggal 27 Oktober 2020 dan pada tanggal 28 Oktober 2020 meninggal. Itu artinya, kepersertaan almarhum terhitung baru satu hari. Artinya terhitung kepersertaannya satu hari ataupun sudah lama, klaim jaminan kematian tetap sama diberikan Rp.42 juta,” sebut Syarifah Wan Fatimah.

Untuk klaim jaminan kematian almarhum Bambang Sutrisno diambil oleh ahli waris atas nama Sulastri (istrinya). Selanjutnya, Idawati menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan baru terhitung 15 hari sejak 27 Oktober 2020. Klaim jaminan kematian almarhumah Idawati diambil oleh suaminya Hasan Basti T Basyah. Idawati merupakan Kepala Sekolah Swasta Yayasan RA Assyifa.

Dan Indra Royani baru terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan satu bulan lebih. Untuk klaim jaminan kematian diambil oleh Lifurli (suaminya). Indra Royani merupakan Guru SD N 18. Almarhumah meninggal pada tanggal 14 Januari 2021. “Alhamdulillah ketiga ahli waris dari tiga peserta BPJS Ketenagakerjaan itu telah kita serahkan kemarin di depan Bapak Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya,” sebut Syarifah Wan Fatimah.

Pada kesempatan itu, Syarifah Wan Fatimah menyebutkan, mendaftar untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat penting. Jika terjadi sesuatu kejadian apakah itu kecelakaan kerja bahkan kematian, keluarga yang ditinggalkan masih mendapatkan dukungan modal usaha dari almarhum yaitu klaim untuk program jaminan kematian seperti yang diserahkan kepada tiga tenaga kerja honorer tadi.

“Saya mengajak seluruh perusahaan swasta untuk mendaftarkan setiap karyawan di perusahaannya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat menguntungkan para karyawan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Menjawab Waspada, Syarifah Wan Fatimah menyebutkan kepesertaan dan tenaga kerja aktif di Kota Lhokseumawe hingga Januari 2021 yakni 6.231 tenaga kerja swasta, 1.968 aparatur desa, 4.687 honorer di dinas, 92 orang tenaga kerja honorer di sekolah swasta dan negeri. Jumlah total kepesertaan tenaga kerja sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 12.978 orang. “Ini belum semua yang didaftarkan. Semoga ke depan, berkat adanya dukungan dari Bapak Walikota, Suaidi Yahya semua tenaga kerja honorer atau bakti murni dapat didaftarkan. Terimakasih atas kerjasama selama ini,” sebut Syarifah Wan Fatimah.

Sulastri ahli waris dari almarhum Bambang Sutrisno, Guru SMP Negeri Arun pada kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya. Sebagai ahli waris dia mengaku tidak tahu, kalau almarhum suaminya telah didaftarkan sebagai salah seorang peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Klaim jaminan kematian yang diserahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan merupakan sesuatu yang luar biasa bagi kami yang kehilangan tulang punggung dalam keluarga kami. Klaim jaminan kematian ini sangat menolong dan bahkan mungkin bisa kami jadikan sebagai modal usaha. Terimakasih banyak Pak Wali,” ucap Sulastri.

Pada kesempatan itu, Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya ke depan akan meningkatkan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kota Lhokseumawe terutama untuk tenaga honorer dan tenaga harian lepas (THL). Jumlah honorer terbanyak berada di Dinas Pendidikan. Untuk itu ke depan ini menjadi tanggungjawab kepala dinas.

Begitu juga, sebut Suaidi Yahya dengan dinas-dinas lainnya. “Tentunya ini sangat bergantung pada anggaran yang dimiliki oleh Kota Lhokseumawe. Kalau anggarannya memungkinkan maka semua kita daftarkan agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” demikian Suaidi Yahya. (b07)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2