Waspada
Waspada » Teungku Ni, Montir Sepeda Mampu Cetak Hafiz Nasional
Aceh

Teungku Ni, Montir Sepeda Mampu Cetak Hafiz Nasional

Tgk. A Rani atau Tgk Ni, saat mengajar anak-anak tahfiz di BP Nurul Ilmi, Desa Pulo U, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Jumat (15/1). Waspada/M. Ishak

 

TEUNGKU NI bukan penghafal Alquran sejak kecil, melainkan tukang montir sepeda dari Desa Pulo U, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Namun lewat kepiawaiannya, Tgk Ni mampu mendidik muridnya menjadi generasi yang mahir menghafal Alqur’an.

Menciptakan insan qur’ani, telah ditekuninya 1999. Meskipun telah berusia 67 tahun, tetapi Tgk Ni masih aktif mendidik para penghafal Alquran yang berasal dari berbagai kecamatan, seperti Darul Aman, Nurussalam, Nurul Falah, Julok dan Indra Makmu.

Sejak mendirikan Balai Pengajian (BP) Nurul Ilmi di dalam pekarangan rumah miliknya, Tgk. Ni telah melahirkan puluhan hafiz, mulai 1 juz, 5 juz, 10 juz dan 30 juz.

Bahkan mereka sudah pernah tampil menjuarai even Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) mulai MTQ Tingkat Kecamatan Nurussalam, MTQ Tingkat Kabupaten Aceh Timur hingga MTQ Tingkat Provinsi Aceh. Bahkan salah seorang hafiz didikannya mampu menjuarai MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2019 di Pidie dan menjadi perwakilan Aceh ke MTQ Nasional Tahun 2020 di Sumatera Barat.

Keinginan dan dedikasinya yang tinggi menjadi modal utama dalam memimpin BP Darul Ilmi.

Tidak butuh lama menuju ke lokasi, karena hanya berjarak 4 kilometer ke arah selatan jalan Negara Banda Aceh – Medan, Simpang Keude Bagok.

Meskipun berprofesi sebagai tukang servis sepeda di sebuah kios di Keude Ulee Ateung, namun Tgk Ni terus mendidik anak-anak dari umat Islam, sejak pukul 14:00-16:30 Wib dan 18:30 – 21:30 Wib.

Tidak sedikit dari santri hafiz yang rumahnya di luar Kecamatan Nurussalam, menginap di rumahnya dengan kondisi seadanya, termasuk makan makan malam juga digratiskan untuk santri yang tidak pulang sore.

Berbagai metode dilakukan untuk meningkatkan daya hafal Alqur’an. Di sela-sela mengaji dan menghafal anak-anak usia TK dan SD itu, Tgk. Ni mengajak anak-anak beristirahat sambil menghafal, sehingga para santri tidak merasa bosan.

“Bahkan setiap santri di bangun pondok kecil, sehingga saat istirahat anak-anak bisa duduk di pondok sambil menghafal, termasuk santri yang tidak pulang sore hari dapat menambah hafalannya,” kata Raudhatul Jannah, salah satu wali santri asal Idi Cut, Aceh Timur, kepada Waspada, Jumat (22/1).

Melalui gubuk-gubuk kecil berkontruksi kayu dan beratap rumbia, Tgk Ni saat ini telah mampu mengukir dan menanam prestasi bagi anak didiknya.

Tidak jarang, keuntungan dari jasa tukang servis sepeda itu disisihkan untuk kebutuhannya dalam mendidik para penghafal Al Qur’an yang jumlahnya lebih dari 200 santri itu.

“Untuk meningkatkan motivasi para santri, Tgk. Ni juga menggelar event perlombaan baik itu tilawah, hifzil, tartil dan syarhil,” tambah Raudhatul Jannah, seraya mengaku, dua dari anaknya yang usia Sekolah Dasar (SD) itu kini berstatus sebagai santri di BP Nurul Ilmi yang dipimpin Tgk. Ni.

Sementara itu, Tgk. Ni, saat dikonfirmasi mengaku, bantuan wali murid dan para donatur lainnya kini dia mampu bertahan dalam mendidik generasi qur’ani, baik Cabang Hifdzil, Tartil dan Tilawah, mulai dari kalangan anak-anak, remaja dan dewasa.

Bahkan Tgk Ni kerap menggelar perlombaan antar santri kurun waktu tiga bulan sekali, hal itu dilakukan untuk menguji kemampuan santri dan meningkatkan mental serta menambah motivasi generasi lain untuk menghafal Alqur’an.

Untuk kelancaran gagasannya dalam mencetak hafiz, Tgk. Ni tidak menutup pintu sumbangan dalam berbagai bentuk dalam membangun sarana dan prasarana di Balai Nurul Ilmi.

Bahkan dia juga berharap semua pihak untuk membangun ruang belajar atau balai dan asrama sebagai tempat mondok anak-anak saat malam hari, sehingga para santri dari luar kecamatan itu tidak perlu dijemput orang tuanya saat malam hari.

“Para santri di sini sudah hanya yang menjuarai even MTQ mulai kecamatan, kabupaten hingga provinsi. Muda-mudahan kedepan akan banyak santri disini yang berprestasi,” kata Tgk Ni, seraya mengaku, dia bertekad akan terus mengurusi para santrinya hingga akhir hayatnya.

Tgk Ni menambahkan, dirinya tetap harus mencari nafkah dengan menjadi tukang servis sepeda, apalagi pekerjaan itu telah lama digelutinya sebagai mata pencaharian sehari-harinya.

“Mudah-mudahan ke depan akan ada perhatian pemerintah dan pihak lain, apalagi keberadaan BP Darul Ilmu ini berada dalam wilayah lingkar tambang Blok A PT Medco EP Malaka,” demikian Tgk. Ni, sapaan akrab Tgk. A. Rani.

–-M. Ishak/F—

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2