Waspada
Waspada » Terkait Realisasi Anggaran Covid, Begini Tanggapan Bupati Aceh Singkil
Aceh Headlines

Terkait Realisasi Anggaran Covid, Begini Tanggapan Bupati Aceh Singkil

Ibu-ibu pelaku usaha pembuat lokan crispi saat mengambil bantuan di Kantor Disperindagkop, Jumat (4/12). Terkait Realisasi Anggaran Covid, Begini Tanggapan Bupati Aceh Singkil. Waspada/Ist
Ibu-ibu pelaku usaha pembuat lokan crispi saat mengambil bantuan di Kantor Disperindagkop, Jumat (4/12). Terkait Realisasi Anggaran Covid, Begini Tanggapan Bupati Aceh Singkil. Waspada/Ist

SINGKIL (Waspada): Hingga memasuki penghujung tahun dilaporkan, penggunaan anggaran untuk penanganan dampak Covid-19 di Aceh Singkil baru terealisasi 50 persen.

Disebutkannya, anggaran penanganan dan pemulihan dampak Covid-19 keseluruhan mencapai Rp29.749.185.000, yang dirincikan, bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) senilai Rp14.749.185.000 dan bersumber anggaran bantuan keuangan Provinsi Aceh mencapai Rp15 miliar.

Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, dikonfirmasi Waspada.id, Jumat (4/12) mengatakan, anggaran tersebut harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Untuk penggunaannya harus sesuai Juknis dan sesuai kebutuhan. Karena peruntukkannya untuk penanganan dan pemulihan dampak Covid-19. “Untuk bayar apa saja harus jelas penggunaannya,” ucap Dulmusrid.

Kenapa bisa sampai di akhir tahun, karena bisa jadi penarikannya sudah diajukan, namun belum dilakukan pencairan karena bisa jadi sedang proses administrasi maupun penyelesaian kegiatan.

“Pos anggaran untuk penanganan Covid-19 sudah ada, pagunya ada. Kalau tidak diajukan ya berarti tidak ada kegiatan di SKPK itu,” ujarnya.

Disebutkannya, untuk anggaran, khusus bantuan keuangan Provinsi Aceh katanya, sudah diposkan di tujuh SKPK.
Sehingga, masing-masing SKPK sebagai teknis penggunaannya. Selanjutnya mereka mengajukan kepada Gugus Tugas. “Jika ada pengajuan kegiatan ke saya selaku Ketua Gugus Tugas, ya diteken. Jika gak ada pengajuan ya anggaran gak bisa dicairkan,” ucap Dulmusrid.

Begitupun katanya, jika anggaran tidak habis digunakan, dana tersebut akan masuk kembali ke kas negara dan akan dihitung kedalam sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa).

Selanjutnya, dana tersebut bisa dipakai kembali untuk kegiatan 2021, dan tidak hangus. Namun jika Covid-19 sudah berakhir, penggunaannya bisa dialihkan kedalam kegiatan lain. “Kalau tidak digunakan pun ya tidak apa, karena dana bantuan keuangan tersebut sudah di transfer ke daerah,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Peternakan dan Holtikultura H Kuatno menyebutkan, realisasi penggunaan anggaran Covid dinas tersebut dipastikan terserap mencapai 100 persen hingga seminggu ke depan.

Katanya, anggaran tersebut dimanfaatkan untuk penanganan dan pemulihan ekonomi masyarakat senilai Rp1.330.000.000. Peruntukkannya jenis bantuan langsung ke petani, untuk pengadaan bebek, benih cabe, jagung, padi, ayam.

“Sudah terealisasi sekitar Rp900 juta. Sisanya Rp400 juta lagi untuk bantuan bebek dan akan tersalurkan seluruhnya dalam seminggu ini tuntas,” sebut Kuatno.

Sementara Kadisperindagkop Faisal didampingi Syahril Kabid Industri terkait realisasi anggaran penanganan Covid-19 di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) khusus di bidang industri katanya, telah menyasar kepada 92 pelaku industri, dengan anggaran senilai Rp450 juta.

Meliputi 40 pelaku industri pembuat lele asap. Pengrajin tahu tempe 17 orang. Pengelola buah nipah bantuan mesin pres dan belender sebanyak 22 orang. Dan pembuatan lokan crispi sebanyak 13 orang.

Ada sebagian masih belum diserahkan karena penerima warga Pulau Banyak dan belum bisa datang. Namun ditargetkan pertengahan bulan akan tuntas. “Penerima bantuan juga harus membawa hasil olahannya sebagai bukti langsung,” beber Syahril. (b25)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2