Waspada
Waspada » Terapkan SOP Kesehatan, Destinasi Wisata Mangrove Langsa Dibuka
Aceh

Terapkan SOP Kesehatan, Destinasi Wisata Mangrove Langsa Dibuka

Pihak Puskesmas Langsa Barat saat melakukan pengawasan/monitoring terkait penerapan SOP mengedepankan protokoler kesehatan di Tamah Hutan Mangrove Kota Langsa, Rabu (27/5). Waspada/Munawar
Pihak Puskesmas Langsa Barat saat melakukan pengawasan/monitoring terkait penerapan SOP mengedepankan protokoler kesehatan di Tamah Hutan Mangrove Kota Langsa, Rabu (27/5). Waspada/Munawar

LANGSA (Waspada): Dibukanya kembali Taman Hutan Mangrove (Mangrove Forest Park) Kota Langsa, Minggu, (25/5) bertepatan dengan Lebaran Idul Fitri 1441 H, dengan mengedepankan protokoler kesehatan dan ketentuan Pemerintah.

Demikian disampaikan Manager Wisata Hutan Mangrove PT. Pelabuhan Kuala Langsa Energi (PKLE), T. Raja Syahrul, SH kepada Waspada, Rabu (27/5).

Pihak Dinas Kesehatan Kota Langsa selaku pengawas COVID-19, rutin melakukan pengawasan/monitoring terkait penerapan SOP mengedepankan protokoler kesehatan di Tamah Hutan Mangrove Kota Langsa, Rabu (27/5). Waspada/Munawar
Pihak Dinas Kesehatan Kota Langsa selaku pengawas COVID-19, rutin melakukan pengawasan/monitoring terkait penerapan SOP mengedepankan protokoler kesehatan di Tamah Hutan Mangrove Kota Langsa, Rabu (27/5). Waspada/Munawar

“Kita selaku pengelola ekowisata mangrove tetap patuh dan menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dalam menghadapi pandemi COVID-19,” tandasnya.

Selain itu, pihak Dinas Kesehatan beserta Puskesmas Langsa Barat selaku Pengawas COVID-19, rutin melakukan pengawasan/monitoring untuk memastikan penerapan SOP dengan mengedepankan protokoler kesehatan. Hal tersebut dilakukan agar dapat memberikan rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.

Lanjutnya, adapun protokoler kesehatan sebagaimana yang dimaksud antara lain, para pengunjungkawasan ekowisata hutan mangrove diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun yang telah disediakan oleh pengelola sebelum memasuki tempat wisata tersebut.

Selain itu, para petugas akan melakukan pengukuran suhu tubuh para pengunjung yang datang ke wisata mangrove, serta mengedepankan ketertiban dengan cara menjaga jarak sesama pengunjung.

“Jika terdapat pelanggaran protokoler kesehatan, maka petugas akan mengeluarkan pengunjung dari kawasan wisata tersebut,” ujarnya.

Sebenarnya, ungkap Raja Syahrul, kita tidak pernah menutup tempat wisata, namun kita mematuhi imbauan pemerintah agar dapat menghentikan untuk sementara aktivitas di kawasan wisata hutan mangrove. Untuk harga tiket masuk masih seperti biasa dibandrol dengan tarif Rp5000/orang.

“Aturan yang diterapkan ini sebagai langkah memutuskan mata rantai penularan wabah COVID-19. Kepada warga yang hendak berwisata ke hutan mangrove harus mematuhi protokol kesehatan,” imbuh T. Raja. (b24)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2