Terapkan MBKM, Fakultas Pertanian Universitas Samudra Jalin Kerjasama

- Aceh
  • Bagikan

LANGSA (Waspada): Menindaklanjuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Samudra Langsa melalui Fakultas Pertanian melakukan kerjasama ke beberapa instansi pemerintah di provinsi Aceh.

Kerjasama yang dibangun Universitas Samudra dimulai dari tanggal 1 hingga 3 Desember 2021 tersebut, meliputi yakni, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Aceh, Dinas Pertanian Dan Perkebunan Aceh, Stasiun Klimatologi Kelas IV Aceh Besar, Forum Kakao Aceh, Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama, dan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si didampingi Koordinator Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Samudra Boy Riza Juanda, S.P., M.P dan Yenni Marnita, S.P., M.P (Dosen Agroteknologi), Jumat (3/12) mengatakan, pogram Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertujuan meningkatkan mutu pendidikan tinggi dengan memfasilitasi, mendorong, mempercepat perguruan tinggi mencapai tujuannya yang tercermin dalam 8 Indikator Kinerja Utama yang ditetapkan pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 754/P/2020 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020.

Selain itu, kewajiban kerjasama perguruan tinggi dengan mitra dalam rangka mendorong, mempercepat, dan mendukung implementasi program MBKM tertuang dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi.

Kemudian, Iswahyudi, kegiatan kerjasama yang dilaksanakan merupakan implementasi salah satu program yang dibahas dalam Rapat Kerja Fakultas Pertanian yang dilakukan pada bulan november 2021 untuk mencapai Indikator Kinerja Utama dan target akreditasi unggul.

“Selain itu arah bentuk kerja sama nantinya juga sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat,” ungkapnya.

Adapun lingkup kerjasama yang tertuang dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dan (Memorandum of Agreement) meliputi Magang atau Praktik Kerja, Asistensi Mengajar, Penelitian atau Riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi atau Proyek Independen, Membangun Desa atau Kuliah Kerja Nyata Tematik, dan kegiatan lainnya yang disepakati kedua belah pihak.

Adapun status kerja sama yang dilakukan meliputi, aktif yaitu kerjasama yang sedang dilaksanakan baik sebagian maupun secara keseluruhan. Kadaluarsa, yaitu kerja sama telah habis masa berlakunya dan tidak atau belum dilakukan upaya perpanjangan.

“Dalam perpanjangan, yaitu kerja sama telah habis masa berlakunya dan saat laporan disampaikan sedang dilakukan perpanjangan,” tandasnya. (b13)

Waspada/dede
Dari kiri ke kanan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si, Sub koordinator kerjasama dan pelayanan pengkajian, M. Ramlan, S.P, Koordinator Program dan evaluasi, Dr. Rachman Jaya, S.Pi., M.Si, Dosen Agroteknokogi, Iwan Saputra, S.P., M.P dan Koordinator Program Studi Agroteknologi, Boy Riza Juanda, S.P., M.P, Jumat (3/12).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *