Waspada
Waspada » Tengku Misran Fuadi : “COVID 19 Itu Tentara Allah Swt”
Aceh Headlines

Tengku Misran Fuadi : “COVID 19 Itu Tentara Allah Swt”

Khatib Jumat di Masjid Baiturrahman Kota Lhokseumawe, Tengku Misrah Fuadi menjelaskan tentang virus corona bagi para jamaah Jumat. Kata dia, corona merupakan tha’un atau azab bagi orang yag tidak beriman dan menjadi rahmad bagi mereka yang beriman karena semakin mendekatkan diri mereka dengan Allah, Swt. Waspada/Maimun Asnawi
Khatib Jumat di Masjid Baiturrahman Kota Lhokseumawe, Tengku Misrah Fuadi menjelaskan tentang virus corona bagi para jamaah Jumat. Kata dia, corona merupakan tha’un atau azab bagi orang yag tidak beriman dan menjadi rahmad bagi mereka yang beriman karena semakin mendekatkan diri mereka dengan Allah, Swt. Waspada/Maimun Asnawi

KETIKA kita mengalami perubahan situasional, Allah maha terpuji, ketika seorang hamba mendapatkan kesenangan, keuntungan, dan kemenangan, Allah maha terpuji, ketika hamba diberikan musibah malapetaka, Allah maha terpuji, ketika hamba mengalami kesusahan dan kemerosotan, kebodohan dan keterbelakangan, Allah maha terpuji, ketika hamba diberikan kesusahan, kegundahan dan ketakutan di mana-mana, Allah tetap saja maha terpuji.

Dalam khutbahnya di Masjid Baiturrahman Kota Lhokseumawe, Tengku Misran Fuadi, dengan penuh hikmat mengatakan, menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang sedang dirasakan masyarakat dunia sesuai dengan firman Allah Swt pada Surat At Taubah ayat 51 yang artinya “Katakanlah wahai Muhammad, tidak akan pernah menimpa manusia kecuali yang menimpa itu memang telah ditentukan oleh Allah Swt.” (QS. At Taubah ayat 51).

Allah maha pemberi bantuan kepada manusia, Allah yang maha mampu melindungi manusia, Allah maha mampu, maka dari itu kepada Allah lah orang-orang beriman bertawakal. Di dalam ayat 51 pada surat At Taubah, Allah berbicara tentang penderitaan yang dirasakan manusia.

Ayat tersebut juga menentramkan keadaan seorang hamba yang boleh jadi sedang ditimpa kegelisahan dan tidak menentu. “Allah maha kuasa dan senantiasa memberikan nasehat-Nya untuk menetramkan umat manusia,” sebut Tengku Misran.

Misran melanjutkan, Allah dalam memberikan ujian yang bermakna pemberian Allah yang sifanta menyusahkan, menderita, menakutkan hamba. Dan sekarang ini, yang sebelumnya, mungkin tidak pernah viral dalam kehidupan manusia apa yang hari ini telah menjadi viral yaitu persoalan virus corona adalah bagian yang Allah sebutkan di dalam ayat yang lain yang artinya.“Dan kami uji sesuatu terhadap umat manusia dengan ketakutan.”

COVID19 adalah bahagian dari ketakutan. Terlihat dari fenomena serius yang direspon oleh seluruh manusia di belahan benua manapun. Tidak memandang klasifikasi kehidupan, tidak memandang level kekayaan, bahkan tidak memandang dari mana mereka berasal, semuanya mengalami hal yang sama.

“Tetapi khusus bagi umat Islam yang beriman, tentu memiliki cara tersendiri yang sudah diajarkan oleh Allah Swt dan Rasul-Nya terhadap cara melakukan responsibility.

Memberikan perhatian terhadap situasi yang berkembang yang sedang dihadapi. Ada beberapa hal mestinya kita tinjau dari kejadian virus corona.

Pertama ditinjau dari aspek tauhid dan keimanan. Yakinkan dan pastikan bahwa tidak ada apapun yang hadir di bumi ini yang menakutkan kecuali semua itu telah menjadi ketentuan Allah Swt,” sebutnya.

COVID19 telah mengundang ketakutan bagi manusia. Virus yang membahayakan hidup manusia itu telah membuat kecemasan hingga orang-orang meminta untuk menggulung ambal amasjid, berpergian kemana-mana harus pakai masker, takut bersalaman dan sebagainya.

Maka yang harus ditinjau, kata Tengku Misran, dari segi ketauhidan. “Sebenarnya kehadiran virus corona ini bukan untuk mendekatkan kita dengan masker, dengan dokter, bukan untuk mendekatkan kita dengan obat, dengan alat pelindung, tetapi virus ini datang untuk mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Sebab, tidak pernah terjadi apapun kecuali dengan seizin Allah Swt,” terang Tengku Misran.

Di dalam ayat yang lain disebutkan, Allah Swt memiliki tentara baik di langit maupun di bumi. Seperti musibah gempa bumi dan tsunami Allah datangkan tentara dari pasukan air, mengusir pasukan Abrahah dengan tairan ababil, dan demikian seterusnya dalam berbagai peristiwa.

Saat ini, sebut Misran, Allah datangkan tentara dalam bentuk kuman yang diberinama oleh manusia COVID 19. Ini merupakan makhluk paling kecil hingga tidak Nampak dipandang dengan mata telanjang. Untuk melihat kuman mesti menggunakan kaca pembesar. “Virus corona ini bahagian dari tentara Allah Swt.”

Seumur hidup kita, sebut Tengku Misran, kita sering membaca ayat Alqur’an, tentang Allah memberikan ujian kepada umat manusia dengan ketakutan.

Mungkin sebelumnya, kita membaca ayat tersebut hanya sebatas membaca narasinya saja dan tidak kita rasakan efeknya. Tetapi kata Misran, sekarang ini kita sudah naik kelas, karena kita sedang mempraktekkan ketakutan seperti apa yang disebutkan Allah dalam firman.

“COVID 19 sebagai bukti nyata tentang firman-firman Allah Swt. Semua ayat Alquran nyata. Cerita dalam Al Qur’an bukan cerita fiksi tetapi non fiksi, bukan cerita bohong dan bukan gertak sambal tetapi realitas yang terjadi dalam kehidupan umat manusia hari ini.

Hasrusnya dengan hadirnya corona mendekatkan diri kita pada Allah Swt, pada yang menciptakan makhluk hidup bernama corona. Ini jika kita tinjau dari segi tauhid,” sebutnya.

Jika ditinjau dari segi kekuasaan Allah, kata Misran, dalam Alquran disebutkan, Allah tidak pernah merasa malu, tidak pernah merasa kecil dan tidak pernah merasa minder yang menciptakan makhluk sangat kecil sampai nyamuk bahkan lebih kecil dari nyamuk.

“Kecilnya nyamuk masih bisa kita lihat, masih bisa kita dengar suaranya, hingga bisa dihalau tetapi Allah menciptakan lebih kecil dari nyamuk itulah virus (corona). Harusnya dengan fenomena ini membuat kita kagum dengan Allah Swt,” katanya.

Asepk lain yang perlu ditinjau adalah dari segi syari’at. Tentunya saja kita telah banyak belajar ilmu fiqih. Semua kitab fiqih yang ditulis ulama termasuk kalangan ulama mashab semuanya mengawali dengan bab taharah (bersuci). Bab kebersihan menyebutkan tentang wudhuk.

Sejak virus corona muncul sering kita dengar digaungkan persoalan wudhuk. Wudhuk sangat melekat pada orang-orang mukmin. Tidak dengan mereka yang tidak shalat. “Ini membuktikan, Islam adalah agama yang serius terhadap kebersihan dan kesucian lahir dan batin.”

Umat Islam diajarkan mandi wajib, mandi sunat, mandi Jumat dan mandi-mandi lainnya. Islam berbicara tenatng kebersihan, kesehatan dan kebugaran. Sekarang ini, semua tenaga medis mensosialisasikan peda warga untuk mencegah virus corona dengan menjaga kebersihan.

“Bukankah Islam agama yang bersih, yang akrab dengan kebersihan dan kesucian. Seorang muslim tidak boleh melaksanakan shalat kalau belum suci dengan wudhuk. Belum boleh shalat kalau tempat belum bersih dan suci,” sebutnya.

Anehnya, sebut Misran Fuadi, saat ini muncul instruksi yang memerintahkan untuk menggulung ambal masjid. Padahal kita tidak tahu apakah virus itu berlangganan dengan masjid. Kita tidak tahu, apakah virus itu ada di jalan, di tempat hiburan, lapangan, pasar.

“Mungkin ada memberi interuksi tahu persis bahwa virus ada di masjid sehingga harus menggulung ambal. Masjid diprotek. Mengapa itu dilakukan, apa mereka tidak tahu, alau masjid adalah tempat suci, masjid senantiasi tempat berkaitan dengan orang-orang yang bersih,” terang Misran.

Sedangkan dari segi kesehatan, kita terima saja rekomendasi pihak kesehatan asalkan tidak merusak tauhid. Kalau tauhid bergeser, sebut Misran, ini membayakan bagi umat Islam. “Jangan menganggap, maskerlah, cuci tangan dengan sabun yang menolak virus corona.

Mencuci tangan pakai sabun dan memasang masker itu adalah bagian dari ikhtiar, kehati-hatian. Komitmen kita umat Islam adalah, tidak ada yang membuat kita susah kecuali Allah swt sudah menentukannya.”

Dalam shahih Bukhari disebutkan, tentang bagainana ketakitan hadir di tengah umat manusia terkait hadirnya penyakit tha’un. Aisyah bertanya kepada suaminya Rasulullah Saw, tentang tha’un. Tha’un itu dijelaskan bahwa wabah penyakit. Secara fisik terlihat bengkak di bawah ketiak, menimbulkan nyeri yang sangat sakit di jantung hingga membuat detak jantung tidak beraturan dan sebentar sebentar muntah.

“Corona ini mengulang sejarah di masa lalu. Rasulullah menjelaskan kepada Aisyah, bahwa tha’un itu azab yang diturunkan Allah pada orang yang dikehendaki. Nah kita korelasikan dengan virus corona hari ini, kalau tidak dikehendaki maka tidak akan terkena wabah tersebut.

Kalau sudah dikehendaki tidak ada yang mampu menolaknya. Di balik azab menjadi rahmad bagi orang-orang beriman karena akan mendekatkan diri mereka dengan Allah Swt. Azab diberikan kepada mereka yang kafir,” terangnya.

Terakhir, Tengku Misran menyebutkan, COVID 19 tentara Allah dalam bentuk kuman yang Allah turunkan pada orang-orang yang dikehendaki. Virus ini menjadi tha’un atau azab bagi mereka yang tidak beriman, sedangkan bagi orang-orang beriman adalah rahmad, karena semakin mendekatkan mereka dengan Allah Swt. Waspada/Maimun Asnawi

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2