Tarik Menarik Kepentingan Pembahasan RAPBK Aceh Tamiang TA 2022 Terancam Tidak Selesai

- Aceh
  • Bagikan

KUALASIMPANG (Waspada): Pembahasan RAPBK Aceh Tamiang Tahun Anggaran (TA) 2022 yang saat ini sedang berlangsung terancam tidak selesai pada batas waktu akhir November 2021 karena masih terjadi tarik-menarik kepentingan dalam pembasan antara TAPK Eksekuitf dengan Panitia Anggaran (Panggar) Legislatif di Gedung dewan setempat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Waspada, Kamis (25/11), sampai saat ini TAPK Eksekutif dan Panggar Legislatif masih membahas RAPBK Aceh Tamiang TA 2022 dan batas deadline sidang paripurna pengesahan Qanun RAPBK Aceh Tamiang TA 2022 harus sudah ketuk palu pada akhir November 2021 untuk selanjutnya dibawa ke Kantor Gubernur Aceh dan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

Namun, menurut informasi yang beredar, sampai saat ini masih terjadi tarik menarik mencari solusi terbaik terutama terkait bakal ada rencana pemotongan honor bagi PDPK sebesar Rp200 ribu per orang per bulan yang mulai berlaku Januari –Desember 2022 yang diusulkan fihak Eksekutif.

Menurut informasi, pihak legislatif tidak ingin honor PDPK dipotong Rp200 per orang per bulan, tetapi solusinya untuk PDPK alternatifnya tidak diberikan honor selama tiga bulan karena dana transfer atau DID bakal masuk ke Aceh Tamiang pada tahun anggaran 2022 dan nantinya pada APBK Aceh Tamiang Perubahan TA 2022 bisa dimasukkan anggaran bayar gaji honor PDPK yang tidak dibayar sebelumnya pada APBK Aceh Tamiang Perubahan TA 2022.

Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil ketika dikonfirmasi Waspada.id di ruang kerjanya ,Kamis (25/11), menyebutkan fihaknya merencanakan pada APBK Aceh Tamiang TA 2022 melakukan pemotongan gaji honor PDPK sebesar Rp200 ribu per orang per bulan terhitung Januari –Desember 2022.

“Tetapi DPRK Aceh Tamiang memberikan solusi tidak usah bayar gaji honor PDPK selama tiga bulan .Kalau tidak usah bayar gaji honor PDPK selama tiga bulan tentu saja PDPK tidak punya uang sama sekali.Tetapi kalau potong gaji honor Rp200 ribu per orang per bulan tentu saja PDPK masih ada uang untuk keperluan transport dan lainnya,” tegas Mursil.

Meskipun begitu Mursil menyatakan optimis RAPBK Aceh Tamiang TA 2022 bisa selesai dibahas dan ketuk palu sesuai jadwal yang telah diagendakan. “ Kalau tidak selesai dibahas dan ketuk palu pengesahan Qanun RAPBK Aceh Tamiang TA 2022 nanti bisa kena finalti dari Kemendagri ,” tegasnya.

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto ketika dikomfirmasi Waspada.id di ruang kerjanya, Kamis (25/11) membenarkan pihaknya ada memberikan solusi tiga bulan gaji honor PDPK tidak dibayar karena baal ada DID atau dana transfer yang bakal masuk ke Aceh Tamiang TA 2022,sehingga nanti bisa bayar gaji honor PDPK yang tiga bulan pada APBK Aceh Tamiang Perubahan TA 2022.

“Informasi yang kami terima bakal ada DID yang masuk, maka Kami memberikan solusi seperti itu,” ungkap Suprianto.

Ketua DPRK Aceh Tamiang juga menyatakan pembahasan dan pengesahan RAPBK Aceh Tamiang TA 2022 akan tuntas sesuai batas waktu yang telah ditetapkan. “Insya Allah bakal selesai pembahasan dan pengesahan sesuai yang telah kami agendakan,” ucapnya. (b14)

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto menerima berkas RAPBK Aceh Tamiang TA 2022 yang diajukan Bupati Aceh Tamiang diserahkan oleh Setdakab Aceh Tamiang, Asra di gedung DPRK setempat. Waspada/ Muhammad Hanafiah

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *