Waspada
Waspada » Tanggul Saluran Irigasi Abdya Roboh Dihantam Banjir
Aceh Headlines

Tanggul Saluran Irigasi Abdya Roboh Dihantam Banjir

Kondisi tanggul saluran irigasi di Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, yang jebol dihantam banjir, Sabtu (2/5). Waspada/Syafrizal
Kondisi tanggul saluran irigasi di Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, yang jebol dihantam banjir, Sabtu (2/5). Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Diduga proyek pembangunan tanggul saluran irigasi kawasan Dusun Purnama, Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya), berkualitas rendah dan asal jadi, akibatnya, tanggul harapan puluhan petani di kawasan itu, roboh dihantam banjir, Kamis (30/4) sekira pukul 21:00.

Robohnya tanggul saluran irigasi dimaksud mengakibatkan seratusan lebih petak sawah warga (puluhan hektar), yang baru saja ditanami padi rusak berat, karena tertimbun kerikil yang terbawa arus melalui tanggul yang jebol.

Kondisi tanggul saluran irigasi di Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, yang jebol dihantam banjir, Sabtu (2/5). Waspada/Syafrizal
Kondisi tanggul saluran irigasi di Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, yang jebol dihantam banjir, Sabtu (2/5). Waspada/Syafrizal

Menurut Syarkani, Kepala Desa Kuta Bak Drien, Sabtu (2/5), dengan robohnya tanggul saluran irigasi itu, diperkirakan sekitar 60 petani di kawasan itu terancam gagal panen karena padi yang sudah ditanam tidak bisa digunakan lagi dan harus ditanam ulang.

Dikisahkan Syarkani, pada tahun 2019 lalu, ada sekitar 50 meter tanggul pengaman irigasi itu jebol. Kemudian, pada Kamis malam kemaren, lebih kurang 100 meter lagi yang jebol.

Hal itu mengakibatkan, areal persawahan warga tertimbun kerikil. Demikian juga aliran air sudah terputus masuk ke persawahan warga, hingga mencapai Desa Blang Padang.

Pondasi Tanggul hanya 25 Cm

Dikatakan Syarkani, pembangunan proyek tanggul dan saluran irigasi itu, dikerjakan sekitar tahun 2018, serta ada juga yang dikerjakan tahun 2019 lalu. Namun pihaknya mengaku tidak tau persis, berapa jumlah anggaran untuk penyelesaian tanggul tersebut.

“Saya tidak ingat, apakah yang roboh itu proyek tahun 2018 atau tahun 2019. Yang pasti, kami melihat pekerjaannya terkesan asal jadi, karena pondasi hanya lebih kurang 25 centimeter. Makanya tanggul itu tidak kuat, bahkan bisa saja badan tanggul selanjutnya juga akan rusak,” sesalnya.

Pihaknya berharap kepada dinas terkait, agar secepatnya memperbaiki tanggul jebol tersebut. Dengan harapan, puluhan hektare sawah di sepanjang saluran irigasi ini, bisa aman dari terjangan banjir.

“Kami juga bermohon kepada pemerintah daerah, agar dapat membantu petani untuk mengangkat material kerikil yang menimbun areal persawahan itu, agar lahan sawah kembali bisa ditanami padi,” harapnya.

Pengaman Darurat

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin S.Pd terpisah mengaku, pihaknya akan berupaya membersihkan material kerikil di dalam sawah warga, termasuk mengangkat patahan tanggul yang berserakan diterjang banjir.

“Kita sudah turun ke lokasi dengan bapak Wakil Bupati, termasuk instansi terkait lainnya, untuk melihat kondisi lahan warga yang sudah tertimbun kerikil tersebut. Kita akan berupaya mengangkat dan membersihkannya,” katanya.

Untuk mencegah kerikil masuk lagi ke lahan warga, pihaknya akan membuat pengaman darurat dengan mengandalkan pohon kelapa disertai susunan beberapa karung goni berisi pasir.

“Upaya itu kita lakukan agar material kerikil tidak masuk lagi ke sawah warga. Meski hanya bersifat sementara, setidaknya dapat mengantisipasi menunggu tanggul itu dibangun permanen kembali,” pungkasnya.(b21)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2