Waspada
Waspada » Tanggul Pengaman Abudmen Jembatan Ambruk, Dua Rumah Warga Abdya Rusak
Aceh Headlines

Tanggul Pengaman Abudmen Jembatan Ambruk, Dua Rumah Warga Abdya Rusak

Bangunan rumah warga rusak parah ditimpa reruntuhan tanggul pengaman material abudmen jembatan Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Abdya, Sabtu (29/5). Waspada/Syafrizal
Bangunan rumah warga rusak parah ditimpa reruntuhan tanggul pengaman material abudmen jembatan Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Abdya, Sabtu (29/5). Waspada/Syafrizal

 

BLANGPIDIE (Waspada): Sepanjang kurang lebih 40 meter, dengan tinggi sekitar 4 hingga 5 meter, tanggul pengaman timbunan abudmen jembatan Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya), ambruk dan merusak rumah penduduk, yang berada di sekitar tanggul tersebut.

Informasi diterima Waspada.id di lokasi, tanggul pengaman timbunan abudmen jembatan tertinggi di Abdya itu, ambruk pada Sabtu (29/5) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Diduga, ambruknya tanggul itu disebabkan guyuran hujan, yang melanda daerah itu dan sekitarnya sejak Jum’at siang (28/5) lalu, hingga tengah malam, dengan intensitas tinggi, disertai angin kencang dan salakan petir.

Beton tanggul yang ambruk, langsung menimpa rumah penduduk, yang bermukim di sekitar tanggul. Di samping material tanggul, rumah warga juga tertimbun material pasir timbunan abudmen jembatan, yang sudah bebas dari tanggul pengaman. Termasuk sejumlah batang pinang ikut tumbang terseret tanggul ambruk dan menimpa atap rumah warga.

Pj Kepala Desa Lhok Pawoh Ismail di lokasi menerangkan, ambruknya tanggul pengaman itu telah merusak dua unit rumah warga desa yang dipimpinnya. Masing-masing rumah milik Hardi Yuzar, yang keseharian bekerja sebagai pedagang, serta rumah yang ditempati Cut Maroke, 65, seorang janda yang tinggal bersama anaknya.

Menurut Kades Ismail, dengan ambruknya tanggul itu, selain sudah merusak rumah warga, juga mengakibatkan warga tidak bisa menggunakan jembatan itu sementara waktu, sebagai sarana penyeberangan.

“Kejadian ini sudah kita laporkan kepada Camat Manggeng, juga instansi terkait di Kabupaten. Kita berharap segera diperbaiki, karena jalan dan jembatan ini merupakan akses vital ratusan warga, dari sejumlah desa, yang rata-rata adalah nelayan,” katanya.

Jika nanti diperbaiki, Ismail berharap tanggul jembatan itu harus dibangun dengan kokoh. Sejauh amatan pihaknya, tanggul jembatan sama sekali tidak dipasang besi yang menyatu dengan abudmen jembatan, makanya ambruk karena material di tanjakan jembatan sudah padat dan bertahun-tahun tidak diaspal.

“Semoga saja dengan kejadian ini, kita berharap jalan menanjak pada jembatan bisa segera diaspal. Sebab, wacana untuk diaspal sudah sering dijanjikan namun belum terealisasi,” pungkasnya.

Di pihak lain, pemilik rumah Hardi Yuzar, 40, saat diminta komentarnya terpisah, mengaku sangat terkejut saat mendengar suara hantaman benda keras menimpa dinding dan atap rumahnya.

“Awalnya saya sempat mendengar seperti ada batu kerikir yang jatuh ke atap rumah, tapi tidak saya hiraukan. Dengan tiba-tiba saja tanggul itu ambruk beserta material, beruntung saya dan keluarga tidak tidur di ruang bangunan yang rusak,” ungkapnya.

Biasanya lanjut Hardi Yuzar, dirinya dan istri serta anaknya yang masih berumur empat tahun, sering tidur di dapur yang tertimpa reruntuhan material tersebut. “Beruntung malam ini saya dan keluarga tidak tidur di situ. Kalau tidak, mungkin reruntuhan itu akan menimpa kami,” sebutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya Hafiddin ST, mengaku sudah mendapatkan laporan kejadian tersebut. Pihaknya bersama tim sudah turun ke lapangan. Namun pihaknya hanya bisa menanggulanginya secara darurat.

“Kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya agar jalan dan taanggul jembatan bisa dibangun permanen. Kemudian rumah warga yang tertimpa, juga akan diberikan bantuan secara darurat,” katanya.(b21)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2