Waspada
Waspada » Tanggapi Hoaks, RSUD Langsa Telah Terapkan SOP Pasien Covid-19
Aceh Kesehatan

Tanggapi Hoaks, RSUD Langsa Telah Terapkan SOP Pasien Covid-19

Plt Direktur RSUD Langsa dr.Helmiza Fahry,Sp.OT. Waspada/Rapian
Plt Direktur RSUD Langsa dr.Helmiza Fahry,Sp.OT. Waspada/Rapian

 

LANGSA (Waspada): Menanggapi beredarnya isu di media sosial terkait penanganan pasien Covid-19, Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa dr. Helmiza Fahry Sp.OT, menegaskan isu tersebut hoaks.

“Adanya postingan atau informasi yang beredar di media sosial atau media lainnya dengan tuduhan serius bahwa RSUD Langsa telah melakukan dengan sengaja mempositifkan seluruh pasien dalam menetapkan pasien Covid 19, itu tidak benar,” tegas Helmi kepada wartawan, Rabu (23/6).

Menurut dr.Helmiza Fahry, Sp.OT didampingi Kuasa Hukum/ Konsultan Hukum Zulfahriza SH, mengedukasikan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit dan memberikan pemahaman alur penanganan pasien yang terpapar Covid-19.

Saat ini Kota Langsa termasuk zona transmisi lokal yang artinya di daerah itu bisa menularkan dari orang ke orang. Bahkan sampai dengan ke daerah lainnya dan perlu diketahui informasi terkini Covid-19 di Kota Langsa, Suspek/PDP 10 orang, dirawat 5 orang isolasi mandiri 5 orang, selesai pemantauan 472 orang, terkonfirmasi Positif 10 orang, dirawat 2 orang dan isolasi mandiri 8 orang, selesai isolasi 540 orang, meninggal 35 orang dan ztatus Covid-19 Kota Langsa saat ini masih dalam zona orange serta ketersediaan layanan non Covid cukup dan efektif.

Lanjutnya, setiap pasien yang masuk dari IGD, akan dilakukan beberapa pemeriksaan yaitu pemeriksaan Anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (lab dn rontgen thorax) sesuai indikasi. Jika dari pemeriksaan tersebut pasien terindikasi Covid – 19, maka pasien akan diarahkan/dibawa ke IDG PIE untuk penanganan selanjutnya.

Jika kondisi pasien harus dirawat maka akan dilakukan Informen Concern terkait perawatan di ruang isolasi Covid -19 termasuk Prokes pemulasaraan jenazah jika pasien meninggal dunia.

Terkait Informen Concern yang dilakukan di awal pasien masuk, jika pasien itu diputuskan untuk masuk ke ruangan isolasi maka, pasien/keluarga menandatangani Informen Concern dan juga menandatangani surat persetujuan masuk ruangan isolasi karena di dalamnya pasien maupun keluarga pasien menyetujui segala tindakan yang ada di ruangan isolasi termasuk diantaranya dilakukan swab. Artinya, setiap pasien yang masuk ruang isolasi sudah menandatangani serta setuju dengan semua aturan rumah sakit.

Terkait Swab RT PCR yang dilakukan, hal ini untuk memastikan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan sekaligus untuk penentuan terapi selanjutnya oleh Dokter Penanggung Jawab pasien. Jika hasil Swab RT PCR 2 kali negatif, maka pasien akan dipindahkan ke ruangan rawat biasa atau non Covid 19 sesuai indikasi.

“Tidak ada manajemen rumah sakit yang melakukan tindakan tersebut, tiap diagnosa Covid 19 terhadap pasien telah diatur dengan regulasi dan persyaratan yang ketat, di mana rumah sakit harus melampirkan banyak dokumen pendukung untuk menyampaikan bahwa hasil diagnosa pasien adalah positif Covid-19,” tegas Helmiza yang juga Ketua IDI Kota Langsa.

Untuk itu, pihaknya mengimbau secara bersama-sama menaruh kepercayaan pada dokter yang akan mengobati sesuai dengan kondisi pasien. Di samping itu ada pula faktor individu yang juga dapat mempengaruhi proses pemeriksaan rumah sakit.

“Jika hari ini seseorang dinyatakan negatif Covid-19, tidak ada jaminan dalam satu minggu kemudian orang tersebut tetap negatif. Bahkan ada satu proses di mana replikasi virus itu membutuhkan waktu. Bisa saja ada gejala tapi belum terdeteksi oleh alat diagnostiknya,” terang Helmi.

Dijelaskannya juga, saat ini hampir semua Rumah Sakit (RS) di Indonesia kewalahan menerima pasien Covid-19. Sebab, jumlah pasien positif Covid-19 yang semakin meningkat.

“Hampir seluruh rumah sakit menyediakan kapasitas untuk masyarakat yang terpapar virus Corona. Namun, lonjakan kasus yang saat ini terjadi menyebabkan rumah sakit kewalahan,” jelasnya.

Menurut info yang didapat, beberapa RS di Indonesia sudah penuh, seperti di Surabaya, Bandung atau daerah lainnya, kiranya juga memohon doa dari seluruh masyarakat Kota Langsa agar para medis dan dokter selalu dalam lindungan Allah Swt agar diberi Kesehatan dan dapat bekerja dengan baik untuk menyelamatkan masyarakat Kota Langsa agar terbebas dari penyakit Covid-19.

Dalam hal ini dibutuhkan kerjasama yang baik antara masyarakat dengan pihak medis agar tetap patuh dan tertib dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari dan jangan lupa berdoa kepada Allah Swt agar virus ini segera berakhir, pastikan tidak ada dusta di antara kita, oleh karena itu masyarakat diimbau untuk terus menjalankan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Diperlukan gerakan 5M, yakni Memakai Masker, Menjaga jarak, Mencuci Tangan dengan Sabun, Menghindari Keramaian dan Menghindari Mobilitas untuk mencegah penularan virus corona sebaimana telah diatur juga dalam Peraturan Wali Kota Langsa No 31 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease di Kota Langsa, serta Instruksi Gubernur dan Surat Edaran Gubernur Aceh Tentang Penangan dan Pencegahan Covid-19,” tukas Helmi. (crp)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2