Waspada
Waspada » Tanam Jagung Program Penanggulangan Kemiskinan Di Bireuen
Aceh

Tanam Jagung Program Penanggulangan Kemiskinan Di Bireuen

Kadistanbun Bireuen, Muhammad Nasir, SP, MSM memberikan keterangan kepada Waspada, Jumat (6/3). Waspada/Abdul Mukthi Hasan/B.

BIREUEN (Waspada): Paska ditanam perdana oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, dan pejabat terkait, Jumat (21/2) di Bate Raya, Kecamatan Juli.

Dinas Pertanian Bireuen, telah mengusulkan 10.500 hektar lahan untuk penanaman jagung program penanggulangan kemiskinan dan ekspor tahun 2020.

“Belum ada realisasi masih dalam tahap pengajuan 10.500 hektar lahan sudah kita usulkan ke Provinsi Aceh, dan berharap terealisasi,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Muhammad Nasir, SP, MSM ditanya Waspada, Jumat (6/3), terkait jagung ditanam Menteri Pertanian saat panen jagung GDAD.

Kadistanbun menjelaskan, program tanam jagung untuk pengentasan kemiskinan untuk Bireuen lahan diusul 10.500 hektare di 16 kecamatan dan luasannya tersebut bisa saja berkurang ataupun bertambah lebih luas lagi ke lahan baru.

Bantuan bibit jagung sekitar 15 kilogram perhektare, yang akan diberikan melalui kelompok tani. “CP/CL sudah kita usulkan ke Provinsi Aceh dan kita harap terealisasi untuk ditanam Agustus dan September 2020 karena musim hujan,” terangnya.

Sementara itu, ditanyai terkait capaian hasil panen jagung untuk program Grand Design Alternatif Development (GDAD) kerjasamanya dengan BNN luas lahan 11.107 hektare.

Dikatakan, hasil panen jagung GDAD rata-rata 6,2 ton per hektare dan tahap pertama sudah panen kurang lebih 11 ribu hektare tinggal sisanya seratusan hektare tanam awal desember 2019, akan dipanen akhir Maret 2020 ini, ujar Kadistanbun.

Rekam data Waspada, saat tanam jagung perdana itu, Menteri Pertanian RI Dr Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, diantaranya berharap para pemangku kepentingan di Aceh umumnya dan Bireuen khususnya harus serius dan punya tanggung jawab, agar lahan terlantar dapat difungsikan masyarakat untuk tanam jagung.
“Upaya untuk mengatasi kemiskinan dan membuka lapangan kerja dan membuat daerah semakin makmur dan maju, maka jalankan pertanian dengan baik. Lahan di Aceh menjanjikan untuk ditanam jagung dan bisa sejahterakan rakyat,” ujarnya.

Menteri mengatakan, sesuai keinginan Presiden RI Ir Joko Widodo, berharap agar saya harus untuk serius melihat Aceh dan Papua. Maka di Aceh tidak boleh ada kemiskinan, jika ada lahan kosong dapat ditanam jagung,

Terimakasih BBN jalankan terus dan kami siap mendukung dan ada PT Jadfa bantu membeli jagung hasil panen masyarakat.

“Bantuan sudah saya berikan harus ada peningkatkan hasil 7 sampai 8 ton, juga alat pertanian ini bisa berkembang dapat dibeli lain alsintannya,” harap Mentan. (cb02/B).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2