Tahfidz Alquran Pelajar Lhokseumawe; Kebiasaan Lama Berlanjut Di Tengah Adaptasi Kebiasaan Baru

Tahfidz Alquran Pelajar Lhokseumawe; Kebiasaan Lama Berlanjut Di Tengah Adaptasi Kebiasaan Baru

  • Bagikan
Muhafidzh dari SD Negeri-3 Banda Sakti, Lhokseumawe sedang mengawasi hafalan anak-anak, Jumat (9/9). Kebiasan lama tahfidz pelajar, tetap berlanjut di tengah pemberlakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Waspada/Zainal Abidin
Muhafidzh dari SD Negeri-3 Banda Sakti, Lhokseumawe sedang mengawasi hafalan anak-anak, Jumat (9/9). Kebiasan lama tahfidz pelajar, tetap berlanjut di tengah pemberlakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Waspada/Zainal Abidin

PELAJAR Kota Lhokseumawe sudah terbiasa dengan kegiatan Tahfidz Alquran di sekolah. Sebelum Covid-19 merambah sampai ke sana, mereka rutin menghafal Al-Quran. Bahkan ketika sekolah memberlakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat pandemi, kebiasan lama tahfidz tetap berlanjut.

Pelajar SD Negeri-3 Banda Sakti, SD Negeri-1 Muara Dua, dan sekolah tingkat menengah di Lhokseumawe, tidak asing lagi dengan program tahfidz. Semangat anak-anak juga dipicu, ketika digelar perlombaan menghafal Quran. Saat tahfidz menjadi kebiasaan pelajar, pemerintah daerah memasukan pelajaran hafalan quran dalam kurikulum muatan lokal (Mulok).

                                             

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemko Lhokseumawe, Ibrahim, M.Pd, Kamis (9/9) sebelum dimasukan dalam kurikulum Mulok, tahfidz juga telah diberlakukan di sekolah. “Kebiasaan anak-anak menghafal Alquran, masuk kurikulum muatan lokal setelah keluar Perwal (Peraturan Wali Kota),” jelas Kadis PK melalui Kabid Diknas Abdul Malek, S.Pd, M.Pd.

Dalam Perwal itu juga ditegaskan beberapa pelajaran lainnya yang masuk dalam Mulok. Diantaranya, Pelajaran Baca Tulis Alquran, Pelajaran Bahasa Arab, Bahasa Daerah dan Pelajaran Bahasa Inggris.

Ketika Coronavirus disease 2019 (Covid-19) mewabah. Salah satu upaya pencegahan, melalui Adaptasi Kebiasan Baru. Anak-anak dibiasakan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Terjadilah perubahan proses belajar mengajar. Sekolah memberlakukan tatap muka terbatas. Bahkan ketika status penyebaran Covid-19 meningkat, berlaku berlajar dari rumah (daring).

Adaptasi Kebiasaan Baru, terus dilakukan di sekolah. Waktu untuk belajar bersama dalam satu ruangan, semakin singkat. Ketika daring, anak-anak hanya bisa dihubungi melalui Android. Segalanya serba terbatas.

Tahfidz Disesuaikan Daring/Luring

Pelajar SMP Negeri-5 Lhokseumawe, sampai sekarang masih terus aktif mengikuti tahfidz di sekolah. Proses belajar dan menghafal di masa pandemi disesuaikan. Ketika pembelajaran dalam jaringan (daring), anak-anak menerima materi dari sekolah. “Ini materinya, salah satunya tentang cara menghafal,” jelas Wakasek Bidang Kurikulum SMPN-5 Lhokseumawe Erlina Zahara, S.Pd. Dalam materi yang disediakan sekolah, juga dibahas tentang berbagai hal terkait dengan tahfidz.

Materi hafalan Quran dibagikan melaui HP wali murid. Sebagian pelajar mengabil sendiri. “Ada juga orang tua yang tidak punya HP, dia datang sendiri ke sekolah,” tambah Erlina.

Kota Lhokseumawe memiliki tingkat mobilitas masyarakat tinggi, status penyebaran Covid-19 juga sering berubah. Begitu pun dengan proses belajar mengajar. Belajar Daring, luar jaringan (Luring) dan tatap muka terbatas dilakukan bergantian.

“Saat belaja tatap muka, kita manfaatkan untuk menjelaskan seluruh materi yang dibagikan ketika daring,” kata Erlina Zahara. Begitulah seterusnya, sampai sekarang kemampuan tahfidz pelajar SMPN-5 Lhokseumawe telah mampu meraih juara di tingkat Kota Lhokseumawe.

Tahfidz pelajar juga tetap dilakukan di SDN-3 Banda Sakti. Kepsek Nursiah, S.Pd, M.Pd mengatakan, kegiatan tahfidz semakin berkembang. Guru pendidikan agama SDN-3 Banda Sakti, juga seorang muhafidzh. Selain itu pihak sekolah juga mendatangkan tenaga pengajar hafalan dari lembaga Tahfidz Islamic Center Lhokseumawe. “Alhamdulillah tahfidz di sini lancar,” tegas Nursiah.

SD Negeri-6 Banda Sakti juga menjadikan program ini dalam kurikulum muatan lokal. Menurut Wakasek Bidang Kurikukum Zulkifli, S.Pd, kegiatan ekstrakurikuler juga masih aktif di sekolah. Diantaranya, kegiatan seni, olahraga dan Pramuka. WASPADA/Zainal Abidin


  • Bagikan