Muqaddimah Ibnu Khaldun ( مقدمة ابن خلدون ) adalah sebuah kitab setebal 2 jilid yang berisi historiografi, sosiologi, kebudayaan, ekonomi, dan peradaban yang sangat kaya dengan khazanah keilmuan dan menjadi monumen hidup yang mencerahkan bagi masyarakat dunia. Apalagi hingga hari ini, kitab Muqaddimah karya imam Ibnu Khaldun masih dijadikan referensi primer di dunia Timur maupun Barat untuk persoalan sejarah, sosiologi, kebudayaan, ekonomi, dan peradaban.
Kitab Muqaddimah imam Ibnu Khaldun diterbitkan di Damaskus, oleh penerbit Dar Ya’rib, tahun 1425 Hijriah (2004 Miladiah) dan ditahqiq oleh syekh Abdullah Muhammad al Darwisyi ( شيخ عبد الله محمد الدرويش ). Selain itu, Kitab Muqaddimah imam Ibnu Khaldun merupakan karya akademik yang besar dan inventif (penuh daya kreatifitas) yang sangat kaya dengan data sejarah serta diiringi narasi fakta-fakta yang muncul dalam pemandangan sepanjang jalan pengembaraan penulisnya.
Di antara yang paling menarik dari kitab Muqaddimah imam Ibnu Khaldun adalah teori tentang ashabiyyah (ego kelompok) yang berorientasi pada semangat kebersamaan dan solidaritas dalam suatu komponen masyarakat untuk menggapai kegemilangan dan kejayaan. Kitab Muqaddimah imam Ibnu Khaldun ini, sampai hari ini masih menjadi landasan dasar bagi ilmu sosial kontemporer. Di dalam kitab Muqaddimah, imam Ibnu Khaldun menyajikan teorinya tentang perubahan sosial dan memberikan penekanan tentang bagaimana iklim dan geografi mampu mempengaruhi maju mundurnya masyarakat.
Imam Ibnu Khaldun juga banyak menarasikan di dalam kitab Muqaddimahnya tentang bagaimana dunia ilmu dan kebudayaan memberdayakan kemajuan masyarakat, serta bagaimana dinasti dan peradaban timbul dan tenggelam. Hal-hal besar inilah yang membuat kitab Muqaddimah imam Ibnu Khaldun sangat dihargai di dalam dunia Islam dan dunia Barat khususnya pada saat renaisans. Di sisi lain, Kitab Muqaddimah imam Ibnu Khaldun bukan hanya bercerita tentang masyarakat dan masa lalunya, namun juga menjadi sangat menarik dan relevan karena ketajaman analisisnya, pendekatan multidisipliner dan perspektif visioner yang luar biasa di dalam isi uraiannya.
Selain itu, Imam Ibnu Khaldun memiliki nama lengkap Abu Zaid Abdurrahman Ibn Muhammad Ibn Khaldun al Hadhramiy, dilahirkan di Tunisia – Afrika Utara pada tanggal 1 Ramadhan 732 Hijriah bertepatan 27 Mei 1332 Miladiah dan wafat di Kairo – Mesir pada tanggal 19 Maret 1406 Miladiah dalam usia 74 tahun. Kemudian, Riwayat hidup imam Ibnu Khaldun tertulis lengkap dalam kitab otobiografi dirinya yang berjudul التعريف بابن خلدون ورحلته غربا و شرقا Kitab ini diterbitkan di Kairo – Mesir pada tahun 1950.
Imam Ibnu Khaldun adalah bahagian dari keluarga elit Andalusia keturunan Arab yang memiliki tali kekerabatan dengan Wa’il Bin Hujrin atau Hujrin Bin Adi sahabat Nabi Saw. Leluhur imam Ibnu Khaldun bermigrasi dari kota Hadramaut di Yaman menuju semenanjung Iberia pada awal abad ke-8 Hijriah dan menetap di Sevilla – Andalusia sampai jatuhnya Sevilla ke tangan kekuasaan Reconquista pada tahun 1248 dan kemudian keluarga besar leluhur imam Ibnu Khaldun bermigrasi ke Tunisia -Afrika Utara, di tanah Tunisia tersebut lahirlah imam Ibnu Khaldun.
Pada era dinasti Hafsiyun, leluhur imam Ibnu Khaldun memiliki jabatan politik yang penting dan strategis di wilayah Sevilla – Andalusia. Imam Ibnu Khaldun memiliki banyak karya tulis, di antaranya adalah kitab al Ta’rif Bi Ibni Khaldun (berisi tentang sejarah autobiografi imam Ibnu Khaldun), kitab Lubab al Muhassal Fi Ushul al Diin ( berisi permasalahan dan pendapat teologi, yang merupakan ikhtishar dari kitab Muhassal Afkaar al Mutaqaddimiin Wa al Muta’akhkhiriin karya imam Fakhruddin al Razi), kitab Mukadimah (merupakan kitab pengantar atas karya imam Ibnu Khaldun yang ditulisnya lebih awal dan lebih besar yaitu kitab al ‘Ibar Wa Diwan al Mubtada’ Wa al Khabar Fi Ayyam al ‘Arab Wa al ‘Ajam Wa al Barbar Wa Aswad Wa al Aham Wa Nahs Wa al Khusran, yang berisi muatan sosiolagi, historis, ekonomi, kebuayaan, peradaban dan filsafat).
Profesor Bryan S Turner guru besar sosiologi di Aberdeen University Skotlandia menulis di dalam artikelnya yang berjudul The Islamic Review and Arabic Affairs pada tahun 1970 menyebutkan bahwa tulisan tulisan sosial, ekonomi, dan sejarah dari imam Ibnu Khaldun menjadi satu-satunya tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama di kalangan ahli-ahli sosiologi yang menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris.
Di antara karya imam Ibnu Khaldun yang populer di dunia Barat adalah kitab Muqaddimah. Imam Ibnu Khaldun mulai populer di dunia Barat sejak tahun 1697 pada saat biografinya dimunculkan dalan Bubliotheque Orientale Barthelemy d’Herbelot de Molainville. Dunia Barat mulai memberikan perhatian lebih kepada imam Ibnu Khaldun pada tahun 1806, ketika Silvistre de Sacy’s Chrestomathie Arabe memuat biografi imam Ibnu Khaldun bersama dengan potongan terjemahan kitab Muqaddimah atau Prolegomena (Pembukaan).
Selanjutnya di dalam Encyclopaedia Britannica, Volume,19, halaman,148, menuliskan tentang pandangan sejarawan Inggris yang bernama Arnold J. Toynbee yang menyebutkan bahwa kitab Muqaddimah sebagai sebuah filosofi sejarah yang tidak diragukan lagi dan merupakan karya terbesar pada bidang tersebut yang tidak pernah terlahir kembali dimanapun dan oleh pihak manapun.
Egon Orowan mengatakan di dalam kutipan tulisan karya F.R.N. Nabarro and A.S. Argon yang diterbitkan di Washington, oleh penerbit D.C.National Academes Press, 1996 dengan judul A Biographical Memoir, bahwa Egon Orowan penemu teori socionomi dipengaruhi oleh teori evolusi masyarakat milik imam Ibnu Khaldun. Imam Ibnu Khaldun juga terkenal akan penguasaan ilmu hitung yang dipelajarinya di kota Tlemcen – Andalusia melalui seorang guru ilmu hitung yang terkenal ahli pada zamannya, yaitu syekh al Abili.
Syekh al Abili juga yang mengajarkan imam Ibnu Khaldun tentang Averroes (Ibnu Rusyd), Avicenna (Ibnu Sina), dan tentang imam al Razi serta tentang imam al Thusi. Sebagai akhir dari tulisan ini, penulis kutipkan pemaknaan hakikat sejarah menurut imam Ibnu Khaldun sebagaimana yang tertulis di dalam kitab Muqaddimah, halaman, 125, berikut ini : اعلم انه لما كانت حقيقة التاريخ انه خبر عن الاجتماع الانساني الذي هو عمران العالم Artinya, Ketahuilah bahwa hakikat dari sejarah itu sesungguhnya dia adalah kabar tentang komponen masyarakat yang berperadaban dan berilmu.
Bagi imam Ibnu Khaldun sejarah adalah catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan yang terjadi pada watak masyarakat.
Semoga umat Islam dapat belajar lebih banyak tentang sejarah, sosiologi, ekonomi, tradisi, politik kekuasaan dan peradaban melalui apa yang ditulis oleh imam Ibnu Khaldun. Wallahu’alam. WASPADA.id
Penulis adalah Dosen Hadist Ahkam dan Hukum Keluarga Islam di Asia Tenggara Pascasarjana IAIN Langsa
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.