Al Lu’ Lu’ Wal Marjan Fi Ma Tafaqa Alaihi al Syaikhan ( اللؤ لؤ و المرجان فيما اتفق عليه الشيخان ) merupakan kitab himpunan hadist-hadist shahih dari dua ulama ahli hadist terkemuka, yaitu imam Abu Abdillah Muhammad Bin Ismail Bin Ibrahim Bin al Mughirah Bin Bardazbah al Bukhari dan imam Abu al Husein Muslim Bin al Hajjaj Bin Muslim al Qusyairi al Naisaburi. Kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan merupakan karya besar dari syekh Muhammad Fu’ad Bin Abdul Baqi Bin Shalleh Bin Muhammad seorang ulama terkemuka kontemporer yang ahli dalam bidang hadits dan tahqiq hadits.
Syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi kelahiran Mit Helfa Qalyub – Mesir bulan Maret tahun 1882 Miladiah (3 Jumadil Awal tahun 1291 H) dan wafat di kota Kaherah – Kairo – Mesir, pada tahun 1968 Miladiah (1388 H) dalam usia 86 tahun. Kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan karya syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi ditulis pada tahun 1328 Hijriah atau 1949 Miladiah lalu kitab tersebut diterbitkan di Mesir oleh penerbit Isa al Bab al Halabi Wa Syirkah pada tahun 1985.
Selain itu, kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan karya syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi terdiri atas 4 jilid dengan satu jilid khusus sebagai muqaddimah atau kitab pengantar. Kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan berisi 1906 buah matan hadist berkualitas shahih, dimana para ulama ahli hadist seperti imam Taqiyuddin Abu Umar Utsman Bin Abdurrahman Bin Utmsan Bin Musa Bin Abi Nashr al Syahrazuri al Syafi’i yang yang dikenal dengan nama Ibnu Shalah, membuat 7 tingkatan kualifikasi hadist shahih.
Pertama, Mutafaqun Alaihi, yaitu hadist shahih yang disepakati kesahihannya oleh imam Bukhari dan imam Muslim. Kedua, Shahih al Bukhari, yaitu hadist shahih yang dinyatakan shahih oleh imam al Bukhari dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh imam al Bukhari. Ketiga, Shahih Muslim, yaitu hadist yang dinyatakan shahih oleh imam Muslim dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh imam Muslim.
Keempat, hadist shahih yang memenuhi kriteria keshahihan imam al Bukhari dan imam Muslim tetapi kedua mereka tidak meriwayatkan hadits tersebut di dalam kitab hadist mereka. Kelima, hadist shahih menurut syarat dan kriteria imam al Bukhari tetapi imam al Bukhari tidak meriwayatkannya. Keenam, hadist shahih menurut syarat dan kriteria imam Muslim tetapi imam Muslim tidak meriwayatkannya, Ketujuh, hadist shahih menurut kriteria dan syarat shahih ulama ahli hadist yang lain tetapi tidak menurut syarat dan kriteria imam al Bukhari dan imam Muslim (Lihat imam Ibnu Shalah al Syahruzi, Muqaddimah Ibnu Shalah, halaman 78).
Berdasarkan kualifikasi tingkatan hadits shahih di atas, maka hadist-hadist Nabi Saw yang terdapat di dalam kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan karya syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi adalah hadist-hadist yang paling shahih, karena tidak hanya memenuhi syarat dan kriteria shahih imam al Bukhari dan imam Muslim namun juga keduanya meriwayatkan hadist-hadist tersebut di dalam kitab shahih mereka.
Oleh karena itu, banyak para ulama yang memberikan pujian kepada kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan karya syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi tersebut. Di antara ulama yang memberikan pujian tersebut adalah syekh Muhammad Abdul Wahab al Washshabi yang mengatakan bahwa kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan bukan hanya sangat bagus dan sangat berkualitas namun lebih dari itu sangatlah bermanfaat. Dengan demikian, sangat relevan dengan judul kitabnya yaitu al Lu’ Lu’ Wal Marjan, yang artinya mutiara-mutiara yang tinggi.
Berikut ini penulis kutipkan isi kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan, jilid 1, halaman 8, tentang pembahasan Kitab al Iman bab ke-12 yang membahas tentang Syu’bu al Iman atau Cabang Iman dalam pandangan Islam. Dalam hal cabang iman tersebut, syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi menuliskan hadist Nabi Saw sebagai berikut : ٢١-حديث ابى هريرة عن النبى ص قال الاءيمان بضع و ستون شعبة و الحياء شعبة من الاءيمان – اخرجه البخارى فى كتاب الاءي الاءيمان- باب امور الاءيمان.
Artinya, pembahasan ke-21, hadits dari Abu Hurairah dari Nabi Saw beliau bersabda, Iman itu memiliki enam puluh cabang dan rasa malu itu salah satu dari cabang iman-hadist ini dikeluarkan oleh imam al Bukhari di dalam kitab al Iman pada Bab Permasalahan Iman.
Contoh lain hadist yang terdapat di dalam kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan karya syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi adalah hadist riwayat imam al Bukhari yang berasal dari Ismail dari Malik dari Tsaur Bin Zaiddari Abi’il Ghais dari Abu Hurairah dimana Rasulullah Saw bersabda: الساعى على الارملة و المسكين كالمجاهد في سبيل الله او كالذي يصوم النهار و يقوم الليل.
Artinya, orang yang memelihara janda dan orang miskin, bagaikan pejuang di jalan Allah atau bagaikan orang yang berpuasa di siang hari dan bertahajud di malam hari.
Selanjutnya jika keseluruhan isi kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan dibaca dengan lengkap dan utuh, maka semakin terasa bahwa hadist- hadist yang terdapat di dalam kitab tersebut bersifat komprehensif. Artinya mencakup banyak hadits dengan berbagai cakupan persoalan yang bervariasi, ada hadist tentang iman dan aqidah, tentang ibadah, adab, munakahat, fikih, jinayah, dan muamalah.
Oleh sebab itu, syekh Musthafa al Adawi ketika ditanya manakah yang yang lebih didahulukan untuk dibaca oleh para penuntut ilmu kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan atau kitab Riyadhusshalihin, maka menurut beliau melihat dari susunan tema-temanya, maka kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan yang lebih didahulukan.
Berikutnya tentang syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi, beliau bukan hanya populer pada zamannya, namun juga dikenal sebagai muhaqqiq atau peneliti hadits. Hal tersebut dibuktikan dengan karya-karya akademik dalam bidang hadist yang berhasil beliau toreh melalui tinta emasnya.
Di antara karya-karyanya adalah sebagai berikut: Kitab al Mu’jam al Mufahras Li Al Fadz al Hadits al Nabawiy, kitab Miftah Kunuz al Sunnah, Jami’ al Masanid, kitab al Mu’jam al Mufahras Li al Fadz al Qur’an al Karim, al Lu’ Lu’ Wal Marjan, kitab Fahras Li Ahadits Shahih Muslim Qauliyah, dan banyak lagi yang lainnya. Syekh Muhammad Hamid Muhammad yang menulis biografi syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi memberi judul biografi itu dengan Syeikh al Muhaqqiqin Muhammad Fu’ad Abdul Baqi.
Di dalam buku biografi tersebut, dinarasikan tentang perjalanan hidup syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi, metode yang digunakan syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi di dalam meneliti hadist-hadist, dan kesungguhan beliau dalam berkhidmat kepada upaya mempopulerkan hadist-hadist Nabi Saw di tengah-tengah kehidupan kaum muslimin. Tidak ada ilmu yang di dalamnya berisi hadits hadits Nabi Saw yang shahih yang tidak bermanfaat.
Oleh karena itu, melalui tulisan ini diharapkan kepada segenap kaum Muslimin dihimbau agar menyempatkan diri untuk bisa membaca dan mempelajari kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan yang berisi hadist-hadist shahih riwayat imam al Bukhari dan imam Muslim yang masyhur dengan istilah Mutafaqun Alaih.
Kitab al Lu’ Lu’ Wal Marjan sebagai sebuah kitab yaang berisi hadist-hadist Nabi Saw tentunya tidak sulit untuk dibaca karena penggunaan bahasa Arab fushah yang baku dan standar. Teriring harapan semoga kita terus menjadi umat yang gemar berkhidmat dalam dunia pengembangan ilmu ilmu keislaman. Wallahu’alam.
Penulis adalah Dosen Hadist Ahkam dan Hukum Keluarga Islam di Asia Tenggara Pascasarjana IAIN Langsa
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.