Syamsuddin, 10 Tahun Menambal Badan Jalan Berlubang Tanpa Honor

Syamsuddin, 10 Tahun Menambal Badan Jalan Berlubang Tanpa Honor

  • Bagikan
Syamsuddin yang bekerja tanpa upah sedang memperbaiki badan jalan rusak berlubang di Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (25/10) siang. Waspada/Muhammad Hanafiah
Syamsuddin yang bekerja tanpa upah sedang memperbaiki badan jalan rusak berlubang di Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (25/10) siang. Waspada/Muhammad Hanafiah

Bagi masyarakat Kota Kualasimpang dan sekitarnya di Kabupaten Aceh Tamiang sudah sering melihat laki-laki tua ini mengendarai sepeda motor (kereta) membawa peralatan kerja berupa cangkul, sekop, semen dan pasir batu (sirtu) serta timba yang digunakan untuk menambal badan jalan yang rusak di Kota Kualasimpang, Karang Baru, Rantau, Kejuruan Muda dan berbagai kawasan lainnya di Aceh Tamiang.

Syamsuddin yang telah berusia 69 tahun, sudah sepuluh tahun melakoni pekerjaan sosial menambal badan jalan yang rusak, bahkan badan jalan yang berlubang di Jembatan Tamiang juga tidak luput jadi perhatiannya untuk diperbaiki menggunakan semen dan kadang-kadang menggunakan pecahan batu serta tanah timbun demi menyelamatkan warga yang melintasi badan jalan ketika berkenderaan.

“Lubang-lubang yang menganga di badan jalan jika tidak saya tutup, tentu saja sangat berbahaya bagi warga pemakai jalan yang melintas bisa terperosok, sehingga bisa menimbulkan luka-luka dan bahkan korban jiwa,” ungkap Syamsuddin kepada Waspada.id, Senin (25/10).

Menurut Syamsuddin, dirinya melakukan pekerjaan sosial tersebut sudah sepuluh tahun lamanya dan tidak ada mendapat honor atau upah dari siapa pun.

Syamsuddin juga menjelaskan, semen yang digunakannya untuk menutup badan jalan yang berlubang merupakan sumbangan warga kepadanya. “Tetapi kadang-kadang ada juga warga yang melintas mengenderai mobil ketika melihat saya memperbaiki jalan yang rusak, lalu warga memberikan uang ala kadarnya,” ujarnya.

Syamsuddin yang penduduk Kampung Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang itu sebelumnya bekerja di Kantor Pos dan Giro sebagai pengantar surat dan paket yang dikirim via Pos dan Giro.

“Sejak pensiun, terus saya merasa terpanggil untuk bekerja sosial memperbaiki badan jalan yang berlubang supaya warga yang melintasi jalan tidak berbahaya terperosok dalam lubang,” ungkap Syamsuddin yang mengaku memiliki empat orang anak dan seorang istri.

Menurut Syamsuddin, sebagai pekerja sosial memperbaiki jalan yang rusak berlubang, dirinya pada tahun 2015 semasa Pemkab Aceh Tamiang dipimpin Bupati Aceh Tamiang, H. Hamdan Sati, pernah diberikan hadiah pergi umroh ke tanah suci Mekkah. ”Hati saya ketika itu benar-benar sangat terharu bercampur gembira karena bisa pergi umroh ke Mekkah dan bisa pergi ke Kota Madinah,” ujarnya mengenang hadiah yang pernah diterimanya dari Pemkab Aceh Tamiang.

Sedangkan Pemerintah Aceh Tamiang yang sekarang mengatakan akan memperbaiki rumah Syamsuddin yang sudah rusak. “Katanya rumah saya akan diperbaiki Pemerintah,” pungkas Syamsuddin sambil terus bekerja menambal jalan yang berlubang di Kota Kualasimpang, Senin (25/10). WASPADA/Muhammad Hanafiah

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *