Waspada
Waspada » Soal Rencana Pelabuhan Pengumpul Di Aceh Timur, Rocky Jumpai Menhub
Aceh

Soal Rencana Pelabuhan Pengumpul Di Aceh Timur, Rocky Jumpai Menhub

BUPATI Aceh Timur H. Hasballah HM Thaib tampak akrab dengan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, dalam pertemuan khusus di Jakarta, Selasa (14/1) siang. (Waspada/Ist)

IDI (Waspada): Demi untuk kemajuan pembangunan dan peningkatan fasilitas sektor perikanan, Bupati Aceh Timur kembali terbang ke Jakarta untuk menjumpai sejumlah pejabat penting di Kementerian Perhubungan RI, Selasa (14/1). Kali ini, bupati menjumpai Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Perhubungan di dampingi Direktur Jendral Perhubungan Udara Polana B. Pramesti dan Sekretaris Direktorat Jendral Perhubungan Laut, Arif Toha.

“Banyak hal yang kita sampaikan secara langsung dalam pertemuan tadi dengan Bapak Menteri Perhubungan di Jakarta, dan kita mengapresiasi atas waktu yang disediakan ke kami oleh pak menteri,” kata Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM Thaib atau Rocky, kepada Waspada via telepon, Selasa (14/1) malam.

Salah satu item terpenting yang disampaikan terkait rencana pembangunan berbagai fasilitas pendukung operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi di Aceh Timur. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan Penetapan Status Pelabuhan di Aceh Timur sebagai Pelabuhan Pengumpul.

“Pelabuhan pengumpul ini nantinya dapat difungsikan untuk melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkatan laut dalam negeri dalam jumlah menengah dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan barang serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antar provinsi,” terang Rocky.

Di hadapan Menhub dia menyampaikan, bahwa masyarakat dan pemerintah sangat komit mendukung terealisasinya perioritas pembangunan nasional dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur pelabuhan di Indonesia melalui penetapan status Pelabuhan Aceh Timur, guna mempercepat proses arus perpindahan orang atau barang.

Selain itu, mantan gerilyawan GAM itu juga sempat menjelaskan di depan Menhub terkait potensi alam yang melimpah di daerahnya, baik sektor perikanan yang hasil tangkapan nelayan mencapai ratusan ton per hari hingga mampu menutupi kebutuhan masyarakat Aceh dan sebagian Sumut.

Begitu juga dengan potensi alam lainnya seperti sektor pertanian, seperti jagung, ubi, coklat dan lainnya. Bahkan daerahnya juga memiliki hasil perkebunan lainnya, seperti sawit dan karet serta pinang.

“Hasil alam yang melimpah serta potensi lainnya mengharuskan Kabupaten Aceh Timur memiliki Pelabuhan Pengumpul yang akan mengangkut hasil alam dari Aceh Timur ke beberapa provinsi lain di Indonesia. Jika hal ini terwujud, maka lapangan kerja terbuka serta dapat mengurangi biaya yang lebih besar dalam mengangkut hasil alam melalui darat,” terang Rocky.

Sebagai pendukung daerah, politisi Partai Aceh (PA) itu juga mengaku daerahnya telah memiliki industri migas yang telah berproduksi, sehingga sangat mendukung keberadaan Pelabuhan Pengumpul nantinya terbangun di Aceh Timur.

“Demi kemajuan daerah dalam mensejahterakan masyarakat, maka kita siap menjumpai para menteri terkait di Jakarta,” tutup Bupati Rocky.

Dalam pertemuan itu juga, Bupati Aceh Timur menyerahkan surat resmi yang ditujukan ke Menteri Perhubungan RI di Jakarta. Bahkan surat yang ditandatanganinya itu ikut ditembuskan ke Komisi V DPR-RI di Jakarta, Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub RI di Jakarta, Plt. Gubernur Aceh dan DPR Aceh di Banda Aceh serta DPR Kabupaten Aceh Timur di Idi.(b24)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2