SMAN 4 Langsa Budidaya Ikan Gurami

SMAN 4 Langsa Budidaya Ikan Gurami

  • Bagikan
Kepsek SMAN 4 Langsa, Salamuddin MPd, saat memberikan makan ikan Gurami di sekolahnya, Rabu (28/7). Waspada/Rapian
Kepsek SMAN 4 Langsa, Salamuddin MPd, saat memberikan makan ikan Gurami di sekolahnya, Rabu (28/7). Waspada/Rapian

LANGSA (Waspada) : Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Langsa kembangkan budidaya Ikan Gurami di sekolahnya sebagai wujud pemanfaat lahan kosong dan sebagai bahan edukasi kewirausahaan para siswa dan siswi, Rabu (28/7).

Kepala Sekolah (Kepsek), SMAN 4 Langsa, Salamuddin MPd, saat ditemui wartawan mengatakan, budidaya Ikan Gurami ini dikembangkan di sekolahnya karena sekolah tersebut memiliki lahan mencapai 1.5 ha dan tanpa bangunan, sekitar 25 persen lahan yang kosong yang kini sudah mulai dikembangkan untuk berbagai macam usaha sekolah termasuk kolam ikan.

Lanjutnya, untuk pemanfaatan lahan tersebut, sebagian mulai dikembangkan untuk budidaya ikan Gurami. Munculnya ide ini tidak lepas dari uji coba, pemanfaatan lahan yang ada dan mudah disiasati tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Lahan yang kami manfaatkan untuk kolam saat itu seluas 1.8 x 8 meter, lokasi ini adalah lahan kosong antara bangunan ruang guru dan ruang kelas, tiga sisi sudah tersekat bangunan,” jelasnya.

Kendati demikian, saat ini bibit yang ditargetkan untuk dilepaskan sekitar 300 ekor, namun karena kelangkaan bibit Gurami dari pemasok, yang sudah terisi dalam kolam sekitar seratusan lebih, ukuran besarnya sudah mencapai 2.5 inchi.

Bibit Gurami kuning ini di pasaran harganya mahal, untuk jangka waktu masa panennya pun tergolong lama, antara 6 sampai 8 bulan di mana ditargetkan pada Desember nanti sudah bisa dipanen.

“Usaha nir-pengalaman ini tentunya punya risiko gagal besar, tapi yang nama usaha tetap kita jalankan dengan mencari referensi dari berbagai sumber,” ujarnya Salamuddin yang juga Wakil Ketua KNPI itu.

Ditambahkannya lagi, untuk menjadi tolok ukur bukan pada sukses panen atau tidak tapi seberapa besar kemampuan sekolah dalam memanfaatkan lahan-lahan tersebut.

Nantinya, jika kolam perdana ini berhasil tentunya akan menopang semangat warga sekolah untuk bersinergi membuka kolam lain, karena masih memiliki lokasi potensial untuk membuka kolam baru yang luasnya mencapai 9 x 10 meter yang letaknya berdekatan dengan lokasi kolam pertama.

Harapannya bagi warga SMAN 4 Langsa, dengan usaha seperti ini timbul semangat wirausaha di kalangan guru, Tendik atau siswa. Bisa jadi mereka memanfaatkan lahan-lahan di rumahnya dengan desain kolam yang sederhana.

Tujuan budidaya dari Ikan Gurami ini untuk dapat meningkatkan pendapatan sekolah selain kantin sekolah. Sumber pendapatan dari kantin sekolah selama Covid-19 tidak dapat berharap banyak, selama tatap muka terbatas, dilarang memfungsikan kantin. Kami memiliki harapan besar untuk mewujudkan kemandirian sekolah sebagai penyangga dan penyokong ekonomi sekolah, ujarnya.

“Bagi kami budidaya Gurami ini sangat menarik dan memiliki tantangan tersendiri, selain bisa menghasilkan pendapatan juga menjadi hiburan alam yang menyenangkan. Kalaupun ini gagal, pastinya akan menjadi pelajaran berharga bagi kami yang sedang belajar,” ungkapnya sembari tersenyum.

Sampai saat ini pihak sangat optimis ini bisa berhasil, Insya Allah kuncinya tekun dan yakin. Bibit yang ditabur sudah berumur satu bulan dalam kondisi semua hidup dan tumbuh dengan normal. Merintis usaha seperti harus benar-benar sabar karena orang akan melihat hasilnya tidak pernah tahu bagaimana prosesnya. Kolam ini dirintis atas dukungan beberapa orang petugas kebersihan sekolah yang ikut membantu mulai membersihkan lokasi sampai terisi bibitnya, tambah Kasek SMAN 4 Langsa ini.

“Dalam perjalanannya nanti, usaha-usaha seperti ini akan kami serahkan tanggungjawab serta pengembangannya kepada koperasi sekolah,” pungkasnya. (crp).

 

  • Bagikan