Sindikat Curanmor Langsa Diringkus - Waspada

Sindikat Curanmor Langsa Diringkus

- Aceh
  • Bagikan
Waspada/dede Kelima tersangka curanmor bersama barang bukti sepedamotor saat diamankan di Mapolres Langsa, Minggu (12/4).

LANGSA (Waspada): Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Langsa, Minggu (12/4) berhasil meringkus lima tersangka sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beroperasi di wilayah hukum Polres Langsa.

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo mengatakan, terbongkarnya sindikat curanmor berawal ditangkapnya HA, 19, warga Dsn. Keude Meuke Ds. Ie Bintah Kec. Manyak Payed Kab. Aceh Tamiang di depan Masjid Desa Alue Dua Bakaran Batee, Rabu (8/4) sekira pukul 22:00, sedangkan rekannya tersangka HE berhasil melarikan diri dan telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kemudian dilakukan penangkapan terhadap satu tersangka DR, 17, warga Dsn Sejahtera Kp. Alue Lhok Kec. Karang Baru Kab. Aceh Tamiang di Kec. Perlak Timur kab. Aceh Timur.

Selanjutnya, setelah dilakukan interogasi terhadap HA di Polres Langsa, anggota Opsnal Sat Reskrim Polres Langsa kembali melakukan pengembangan dan berhasil meringkus JS, 18, warga Dsn. Samarinda Ds. Alue Drien Kec. Birem Bayeun, Kab. Aceh Timur, RS, 18, warga Dsn. Lembah Jaya Ds. Krueng Sikajang Kec. Manyak Payed Kab. Aceh Tamiang dan MS, 38, warga Dsn. Lembah Jaya Ds. Krueng Sikajang Kec. Manyak Payed Kab. Aceh Tamiang.

Kelima tersangka diringkus terkait aksi pencurian sepedamotor terhadap korban, Sudarwin, 23 warg Dsn. Sejahtera Gp. Sungai Lueng Kec. Langsa Timur, Sulaiman, 44, warga Dsn. Makmur Indah Gp. Alue Dua Bakarang batee Kec. Langsa Baro, Syahrudin, 57 warg Dsn. Lembah Jaya Ds. Krueng Sikajang Kec. Manyak Payed Kab. Aceh Tamiang dan Basirun, 69, warga Dsn. Tualang Ds. Paya Kulbi Kec. Karang Baru Kab. Aceh Tamiang.

Sementara barang bukti yang berhasil disita dari para pelaku, Honda Beat, tanpa nopol, warna merah, Honda Supra X 125, Nopol BL 4508 UO, warna hitam, Honda Supra X 125 warna hitam tanpa nopol, Honda Blade warna hitam tanpa nopol depan dan belakang BL 3593 GM, Honda Scoopy warna hitam silver nopol BL 4256 FAC.

Dijelaskan Kasat Reskrim, para pelaku melakukan pencurian sepedamotor dengan cara merusak kunci kontak dengan menggunakan kunci T. Pelaku juga selalu melakukan pencurian terhadap sepedamotor yang ditinggal parkir pemiliknya pada saat melaksanakan ibadah shalat di masjid.

“Para pelaku dikenakan Pasal 363 Ayat 2 KUHPidana dan ancaman pidananya adalah maksimal 9 tahun penjara. Sementara untuk tersangka HE telah dimasukkan ke dalam Daftar pencarian Orang (DPO),” pungkas Kasat Reskrim. (m43)

  • Bagikan