Sikapi Pemotongan Gaji PDPK, Anggota Dewan Dari PKS Nyatakan Siap Dipotong Dana Pokirnya - Waspada

Sikapi Pemotongan Gaji PDPK, Anggota Dewan Dari PKS Nyatakan Siap Dipotong Dana Pokirnya

- Aceh
  • Bagikan
 KUALASIMPANG (Waspada): Anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan kesiapan mereka untuk pemotongan anggaran program Pokok – Pokok Pikiran (Pokir) anggota Dewan PKS tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya menyikapi keluhan para Pegawai Dengan Perjanjian Kerja (PDPK) dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang yang tercancam pemotongan gaji mereka sebesar Rp 200 perorang pada tahun 2022 mendatang.

        Anggota Komisi II DPRK Aceh Tamiang dari Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Saman terkait hal tersebut kepada Waspada Jum’at ( 26/11) menyebutkan dengan tegas, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ketua DPD PKS Aceh Tamiang  M Nazir dan kawan-kawan dewan PKS lain juga siap dipotong dana pokirnya untuk pembiayaan gaji PDPK yang terancam di potong itu.

        Sebagaimana diketahui, kata Muhammad Salman, dimana pada Kamis (25/11) kemarin dan bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN), lebih kurang seratusan guru berstatus PDPK mendatanagi gedung DPRK dan para perwakilan guru ini juga melakukan audensi dengan anggota Dewan.

        Melihat kondisi ini, anggota Dewan dari PKS langsung bermusyawarah di internal partai terhadap terhadap sikap ini bersama pimpinan partai, “ karena langkah pemotongan dana Pkoir ini kami anggap sebagai solusi untuk membantu teman-teman kita di PDPK,” cetus Saman seraya menyampaikan, upaya lain saat ini dirasakan belum ada celah karena keterbatasan dana APBK Ace Tamiang untuk tahun 2022 yang masih di godok oleh panitia anggaran eksekutif dan legeslatif.

        Saman menyebutkan, adapun besaran dana pokir Dewan PKS yang akan dipotong untuk mendukung tambahan bagi gaji PDPK berkisar antara Rp 150-200 juta. “ Jika sikap ini juga diikuti oleh anggota DPRK Aceh Tamiang lainnya dan semua angota Dewan Ace Tamiang berjumlah 30 orang, maka polemik pemotongan gaji PDPK tahun anggaran 2022 akan terselesaikan,” ungkap Salman politisi PKS.

Lanjutnya, karena anggaran dibutuhkan untuk menutupi kekurangan gaji PDPK lebih kurang berkisar Rp 6 miliar, apabila dapat tercapai dana Rp 6 M dari pemotongan dana Pokir Dewan sehingga dapat menalangi gaji PDPK selama setahun yang terjadi pemotongan sebesar Rp 200 ribu per orang.

        Sementara itu, Ketua Forum PDPK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Bunyamin sangat mengapresiasi sikap anggota dewan PKS bersedia mengorbankan program pokir konstituennya untuk PDPK Aceh Tamiang.

        “ Kami mengapresiasi serta senang sekali, begitulah seharusnya dewan yang ada di Aceh Tamiang ini harus bersuara dan memberikan solusi,” sebut Bunyamin sembari menambahkan, Dewan harus selalu berfikir untuk masyarakat yang lemah serta memberikan solusi bagi rakyatnya bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan.(b15).

Waspada /Yusri

Muhammad Salman, anggota DPRK Aceh Tamiang dari PKS

  • Bagikan