Waspada
Waspada » Separuh Aceh Timur Dikepung Banjir
Aceh Headlines

Separuh Aceh Timur Dikepung Banjir

BANJIR: Gedung SD terendam banjir Idi Cut, Kec. Darul Aman, Aceh Timur, Jumat (4/12). Bantuan Sembako Korban Banjir Disalurkan. Ketua TP PKK Aceh Timur, Hj. Fitriani D. Hasballah, SH, MH, didampingi Ketua DWP Aceh Timur dr. Maizarniwati Mahyuddin Syech Kalad, menyerahkan bantuan ke masyarakat di Peureulak Timur, Selasa (15/12). Waspada/Ist
BANJIR: Gedung SD terendam banjir Idi Cut, Kec. Darul Aman, Aceh Timur, Jumat (4/12). Bantuan Sembako Korban Banjir Disalurkan. Ketua TP PKK Aceh Timur, Hj. Fitriani D. Hasballah, SH, MH, didampingi Ketua DWP Aceh Timur dr. Maizarniwati Mahyuddin Syech Kalad, menyerahkan bantuan ke masyarakat di Peureulak Timur, Selasa (15/12). Waspada/Ist

IDI (Waspada): Akibat hujan deras semalam suntuk berdampak terhadap banjir. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, sedikitnya 10 kecamatan di daerah itu dikepung banjir dengan ketinggian air antara 30 centimeter hingga satu meter, Jumat (4/12).

Kecamatan yang mengalami dampak banjir yakni Kecamatan Ranto Peureulak, Peureulak, Birem Bayeun, Sungai Raya, Peureulak Barat, Indra Makmu, Peureulak Timur, Julok, Peudawa, Darul Aman, Idi Tunong dan Banda Alam.

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Peureulak Timur, karena hujan deras melanda 10 desa meliputi Alue Lhok, Jeungki, Alue Tho, Alue Bu Alue Nireh, Seuneubok Teupin, Seuneubok Teungoh, Seuneubok Punti, Babah Krueng, Seuneubok Rawang dan Seuneubok Lapang.

Selain merendam ribuan rumah, banjir juga merendam fasilitas pendidikan seperti Gedung Sekolah Dasar (SD) dan Gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Gedung Madrasah. Sedangkan arus transportasi antar desa putus total, sebagaimana terjadi di Gampong Alue Lhok dab Paya Awe.

“Ada 6 desa di Kecamatan Idi Tunong, terendam banjir. Arus transportasi antar desa putus, karena terjadi luapan sungai dengan ketinggian air diatas badan jalan berkisar antara 20 – 60 centimeter,” kata Camat Idi Tunong Baihaqi, S.Ag.

Disebutkan, desa dalam wilayahnya yang terendam yakni Gampong Alue Lhok, Paya Awe, Paya gaboh, Padang Kasah, Seuneubok Buya, dan Gampong Kumuneng. “Selain ratusan rumah, jarak tembuh antar desa radius 300 meter juga lumpuh, karena tinggi air mencapai 60 centimeter,” kata Baihaqi.

Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi, MM, dikonfirmasi Waspada, mengaku, dirinya bersama Satgas BPBD terus memantau perkembangan bencana banjir di sejumlah kecamatan, baik di wilayah timur, barat dan pedalaman. “Satgas kita sudah di lokasi sejak tadi pagi. Jika warga perlu dilakukan evakuasi akibat rumahnya terendam, maka kita juga siap mengirimkan speedboad,” tuturnya.

Dia mengaku kini sedang mendata kerusakan fasilitas umum akibat banjir, namun kondisi banjir masih terus naik seiring dengan derasnya hujan yang terus mengguyur kawasan pedalaman dan pesisir. “Kita harap masyarakat yang rumahnya terendam segera mencari tempat yang lebih aman. Mudah-mudahan hujan reda dan aktifitas masyarakat bisa kembali normal,” sebut Ashadi.

Ditambahkan, Tim Satgas kini telah disebar tiga titik yakni satu tim ke timur untuk melakukan evakuasi warga yang dikepung banjir di Peureulak Timur dan Sungai Raya. Kemudian tim kedua saat ini sudah berada di Kecamatan Ranto Peureulak dan tim ketiga sedang dalam perjalanan menuju Julok dan Indra Makmu.

“Kami harap partisipasi pihak kecamatan untuk menghubungi Satgas BPBD di lapangan,” tutur Ashadi seraya menyebutkan, kerusakan fasilitas umum yang telah terdata yakni jembatan penghubung Paya Meuligoe ke Ibukota Kecamatan Peureulak di Desa Alue Batee. (b11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2