Waspada
Waspada » Sensasi Wisata Petik Buah Di Pidie
Aceh Travel

Sensasi Wisata Petik Buah Di Pidie

Pengunjung memetik buah Rambutan di kebun milik Rasyidi kawasan perbukitan Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie. Minggu (20/12). Rambutan Lala dihargai Rp 7000 hingga 7.500 per kilogramnya.  Sensasi Wisata Petik Buah Di Pidie. Waspada/Muhammad Riza
Pengunjung memetik buah Rambutan di kebun milik Rasyidi kawasan perbukitan Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie. Minggu (20/12). Rambutan Lala dihargai Rp 7000 hingga 7.500 per kilogramnya.  Sensasi Wisata Petik Buah Di Pidie. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Setiap daerah di Kabupaten Pidie memiliki potensi lokal yang bisa menjadi daya tarik untuk dikunjungi. Potensi lokal itu bisa berupa hasil pertanian dan perkebunan.

Salah satunya kawasan perkebunan rakyat yang terletak di selatan Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie. Saat ini di kawasan perkebunan tersebut sedang musim panen durian dan rambutan.

Berada di Gamong Tuha Lala ini, nuansa perbukitan sangat terasa. Udara yang sejuk serta jalan yang berkelok naik turun menjadi pemandangan biasa. Bukan hanya itu, tapi kebun rambutan dan durian yang memenuhi pinggiran jalan juga tampak begitu rapat hingga menimbulkan sensasi tersendiri.

Rambutan yang telah dipetik dan sudah dimasukkan dalam karung ditimbang. Minggu (20/12). Sensasi Wisata Petik Buah Di Pidie. Waspada/Muhammad Riza
Rambutan yang telah dipetik dan sudah dimasukkan dalam karung ditimbang. Minggu (20/12). Sensasi Wisata Petik Buah Di Pidie. Waspada/Muhammad Riza

Bagaimana tidak, sekira 98% penduduk setempat adalah petani kebun. Kondisi ini hampir sama dengan warga Tangse, Geumpang dan Mane. Meski di kawasan Gampong Tuha Lala terdapat hamparan sawah, namun berkebun terkesan wajib bagi mereka lakukan.

“Di sini, selain rambutan yang menjadi andalan potensi lokal, ada juga durian, duku dan langsat,” kata Rasyidi, 38 salah satu petani kebun di Gampong Tuha Lala, Minggu (20/12).

Dia mengatakan, pada musim panen rambutan dan durian, kawasan perkebunan di Gampong Tuha Lala ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga, tidak hanya warga Kabupaten Pidie juga warga Banda Aceh, Bireun, Pidie Jaya dan Aceh Besar serta Kota Lhokseumawe datang berkunjung ke Gampong Tuha Lala untuk berburu buah-buahan segar.

Kata dia, kawasan ini selain menawarkan buah rambutan dan durian segar dengan rasa yang legit, panorama alamnya yang indah menjadi destinasi wisata yang wajib untuk dikunjungi.

Pengunjung memakan durian langsung di kebun di kawasan pegunungan Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie. Minggu (20/12). Sensasi Wisata Petik Buah Di Pidie. Waspada/Muhammad Riza
Pengunjung memakan durian langsung di kebun di kawasan pegunungan Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie. Minggu (20/12). Sensasi Wisata Petik Buah Di Pidie. Waspada/Muhammad Riza

Sebut Rasyidi, ia memiliki seluas 5 Hektare kebun yang di dalamnya ditanami pohon rambutan bermacam jenis. Diantaranya jenis Nona, Balerang, Lupus, dan rambutan jenis Aceh Maneh. Selain itu juga terdapat puluhan batang durian yang saat ini sudah bisa panen.

Menurut dia, saat ini bayak para Muge (tengkulak-red) datang langsung ke kebun membeli durian maupun rambutan yang sudah bisa panen. Tetapi tidak semua itu dijualnya, dia menyisakan buah-buahan tersebut untuk dijual langsung kepada para tamu yang datang sekadar untuk menikmati buah-buahan tersebut langsung di kebunnya.

“Para pengunjung yang datang dengan keluarga, biasanya hari Sabtu dan Minggu. Itu mereka diajak melihat-lihat kebun hingga merasakan memetik buah sendiri secara langsung. Tetapi ada pantangan, tidak boleh makan di bawah pohon. Lalu makannya di mana, kan ada gubuk di situ saja,” katanya.

Rasyidi mengungkapkan, meski saat ini rambutan dan durian sedang memasuki masa panen, namun buahnya kurang berkualitas, khususnya untuk durian rasanya sebagian tidak manis.

“Hasil panen durian tahun ini kurang bagus. Buahnya lumayan banyak tetapi rasanya sebagian tidak manis, ini tidak seperti biasanya. Sedangkan rambutan, diserang hama putih, jadi banyak batang rambutan kami di sini yang mati. Karena itu kami mohon supaya Pemkab Pidie dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk hadir membantu kami di sini,” katanya. (b06)

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2