Waspada
Waspada » Sengketa Tapal Batas Antar Desa Tuntas
Aceh Headlines

Sengketa Tapal Batas Antar Desa Tuntas

KAPOLSEK Madat Ipda Krisna Nanda Aufa, bersama sejumlah pejabat melihat batas desa di sela-sela Pemasangan Batas Antara Ganpong Matang Kupula Dua dengan Gampong Matang Kupula Lhee, di Madat, Aceh Timur, Selasa (21/10). Sengketa tapal batas antar desa tuntas. Waspada/M. Ishak
KAPOLSEK Madat Ipda Krisna Nanda Aufa, bersama sejumlah pejabat melihat batas desa di sela-sela Pemasangan Batas Antara Ganpong Matang Kupula Dua dengan Gampong Matang Kupula Lhee, di Madat, Aceh Timur, Selasa (21/10). Sengketa tapal batas antar desa tuntas. Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Setelah bertahun-tahun terjadi perselisihan dan kesalahpahaman tentang batas desa, akhirnya sengketa tapal batas gampong (desa–red) antara Gampong Matang Kupula Dua – Gampong Matang Kupula Lhee, Kec. Madat, Kab. Aceh Timur, tuntas.

“Alhamdulillah, setelah kita mediasi bersama Muspika, akhirnya kedua desa ini menerima keputusan bersama. Berdasarkan kesepakatan ini, maka kita lakukan pemasangan tapal batas hari ini,” kata Camat Madat, Muchtaruddin, kepada Waspada.id, Rabu (21/10).

Untuk mengakhiri perselisihan itu, Muspika bersama pejabat dari Bagian Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, melakukan pemasangan 21 patok sebagai batas antar desa sepanjang area persawahan, Selasa (20/10).

“Sebenarnya (sengketa batas desa–red) ini sudah selesai, tapi belakangan muncul kembali perselisihan yang sama di desa yang sama juga, sehingga kita mediasi kembali dan akhirnya tuntas tanpa ada gejolak lagi,” sebut Muchtaruddin seraya mengharapkan, kedua desa tersebut tidak lagi bersengketa terkait tapal batas yang telah ditandatangani secara bersama.

Kapolsek Madat, Ipda Krisna Nanda Aufa, S.Tr.K, pada kesempatan itu ikut mengawasal pemasangan tapal batas antara Gampong Matang Keupula Lhee dengan Gampong Matang Keupula Dua. Turut hadir antara lain Kasat Sabhara Polres Aceh Timur Iptu Darli, Pejabat Bagian Pemerintahan, Ahyar Rifqi, unsur Muspika, Keuchik Gampong Matang Keupula Lhee Sofyan Abdullah dan Keuchik Gampong Matang Keupula Dua Muhammad Nashir.

“Di lokasi yang telah ditentukan sebagai tapal batas, kedua gampong lalu melakukan pemasangan tapal batas yang telah disetujui masyarakat sebanyak 21 titik yang telah ditentukan melalui musyawarah dan kesepakatan bersama,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, SIK, MH, melalui Kapolsek Madat Ipda Krisna Nanda Aufa, seraya berharap, ke depan persoalan yang sama tidak lagi muncul, meskipun terjadi pergantian kepala desa atau keuchik pasca Pemilihan Keuchik Langsung (Pilciksung). (b11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2